Arsip

Monthly Archives: Desember 2011

BAB I
PELAKSANAAN
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

A. Pengertian Praktek Kerja Industri (Prakerin)
1. Prakerin adalah bagian dari Pendidikan Sistem Ganda (PSG) pada SMK. Prakerin merupakan bagian dari program bersama antara SMK dan Industri yang dilaksanakan di Dunia Usaha/Dunia Industri.
2. Program yang dilaksanakn di industri/perusahaan, meliputi :
a. Praktek dasar kejuruan, dapat dilaksanakan sebagian di sekolah dan sebagian lainnya di industri. Praktek dasar kejuruan dapat dilaksanakan di industri apabila industri pasangan memiliki fasilitas pelatihan di industrinya. Ababila industri memilliki sepenuhnya dilaksanakn di sekolah.
b. Praktek keahlian produktif dilaksanakan di industri dalam bentuk “On the Job Training”, berbentuk kegiatan mengerjakan pekerjaan produksi atau jasa (pekerjaan yang sesungguhnya) di industri atau perusahaan.
c. Pengaturan program a, b harus disepakati pada awal program oleh kedua pihak.

B. Landasan
1. Undang-Undang No. 2 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Kepmendikbud No. 0490/U/1992, tentang Sekolah Menengah Kejuruan
3. Kepmendikbud No. 080/U/1993, tentang Kurikulum SMK
4. Kepmendikbud No. 323/U/1993, tentang Penyelenggaraan PSG pada SMK

C. Tujuan
1. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di sekolah bertujuan untuk membekali peserta Diklat mengembangkan kepribadian, potensi akademik dan dasar-dasar keahlian yang kuat dan benar melalui pembelajaran program normatif, adaptif dan produktif.
2. Pendidikan dan pelatihan Dunia Usaha, Industri bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja yang sesungguhnya agar peserta menguasai kompetensi keahlian produktif terstandar, menginternalisasikan sikap nilai dan budaya industri yang berorientasi kepada standar mutu dan jiwa kewirausahaan serta membentuk etos kerja yang kritis, produktif dan kompetitif.

D. Pelaksanaan
1. Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan di SMK dilaksanakan di dua tempat yaitu di sekolah dan di dunia usaha / industri
2. Program Pendidikan dan Pelatihan dirancang dalam satu kesatuan yang utuh untuk satuan Program diklat yang disusun dan ditetapkan bersama oleh SMK dan Institusi Pasangan di bawah Koordinasi Majelis Sekolah
3. Program Diklat memuat seluruh bagian program pembelajaran (program normatif, adaptif, produktif) yang akan dilaksanakan di Institusi Pasangan (dunia kerja)
4. Keseluruhan program diklat yang telah disepakati pada dasarnya merupakan program bersama yang keterlasanaannya menjadi tanggung jawab bersama antara SMK, Institusi Pasangan dan Majelis sekolah


BAB II
PEMBELAJARAN / PELATIHAN
DI INSTITUSI PASANGAN (DUNIA KERJA)

A. Pengertian
Pembelajaran di dunia kerja adalah suatu straregi dimana setiap peserta mengelami proses belajar melalui bekerja langsung pada pekerjaan yang sesungguhnya.

B. Tujuan
Melalui pendekatan pembelajaran ini peserta diharapkan :
1. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dunia kerja yang sesungguhnya.
2. Memiliki tingkat kompetensi terstandar sesuai dengan yang disyaratkan oleh dunia kerja
3. Menjadi tenaga kerja yang berwawasan mutu, kewirausahaan dan produktif.

C. Pelaksanaan
1. Pembelajaran di dunia kerja adalah bagian intergral dari program diklat secara menyeluruh, karena itu materi yang dipelajari dan kompetensi yang dilatihkan harus jelas kaitannya dengan profil kompetensi tamatan yang ditetapkan.
2. Mengingat iklim kerja yang ada di SMK berbeda dengan yang terjadi di dunia kerja maka sekolah menyiapkan peserta sesuai dengan karakteristik dan tuntutan dunia kerja tempat berlatih.
3. Sebelum peserta diterjunkan untuk belajar di dunia kerja, sekolah bersama Institusi Pasangan mengadakan pembekalan bagi peserta yang menyangkut :
a. Pemahaman tentang program pelatihan yang akan diikuti
b. Pemahaman peraturan ketenagakerjaan secara umum dan tata tertib (disiplin) pekerja ditempat mereka akan bekerja
c. Orientasi tempat kerja
4. Peserta ditempatkan pada pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan program yang telah disepakati
5. Sejauh berkaitan dengan misi program peserta dapat diperlakukan sebagaimana layaknya pekerja pada umumnya
6. Peserta dapat diberi pekerjaan lain, sejauh tidak menganggu program yang telah ditetapkan
7. Segala sesuatu yang menyangkut peraturan dan tata tertib, disiplin pekerja di institusi pasangan dunia kerja dapat dilakukan terhadap peserta sejauh berkaitan dengan misi program
8. Kegiatan pelatihan di institusi pasangan diprogramkan sesuai dengan program bersama yang telah disepakati
9. Peserta pelatihan adalah tingkat dua semester kedua selama satu bulan dan tingkat tiga semester kedua selama dua bulan.

BAB III
PROFIL KOMPETENSI TAMATAN

Tamatan program keahlian Analisis Kimia diharapkan dapat menampilkan diri sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, sehat jasmani dan rohani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta mempunyai tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Kompetensi Produktif yang dimiliki tamatan keahlian Analisis Kimia adalah seperti tercantum pada profil kompetensi tamatan sebagai berikut:

Kompetensi
Sub Kompetensi
I.       Melaksanakan komunikasi interpersonal
1.     Menerima dan melanjutkan informasi
2.     Menyediakan informasi unutk orang lain
3.     Membuat laporan hasil kerja
II.      Melaksanakan kegiatan di laboratorium dengan benar (GLP)
1.     Melaksanakan pemantauan kondisi lingkungan laboratorium
2.     Melaksanakan pengecekan sample uji, alat yang akan dikalibrasi dan bahan pendukung
3.     Melaksanakan pengecekan peralatan
III.     Membersihkan dan menyiapkan laboratorium untuk analisis rutin
1.     Membersihkan wilayah kerja
2.     Membersihkan laboratorium dari tumpahan pereaksi
3.     Membersihkan ruang timbang dan lingkungan instrumen analitik
4.     Mengkondisikan lingkungan tempat kerja
IV.    Menyiapkan pereaksi yang masih bisa digunakan dan membuang pereaksi yang kadaluarsa
1.     Mengindentifikasikaan jenis bahan tekstil (mendiskripsikan karateristik bahan tekstil)
2.     Memilih tekstil untuk busana dan lenan rumah tangga
3.     Memelihara busana dan lenan rumah tangga
V.     Membersihkan dan merawat peralatan gelas, keramik dan alat penunjang kerja lainnya
1.     Menyiapkan peralatan dan bahan pembersih
2.     Membersihkan peralatan
3.     Merawat peralatan
VI.    Melaksanakan pengambilan dan penanganan sampel
1.     Menyiapkan pengambilan sampel
2.     Menyiapkan larutan
3.     Menstandarisasi larutan
4.     Menghitung dan melaporkan hasil standarisasi
VII.Membuat dan menstandarisasi larutan/pereaksi
1.     Memilih dan mengidentifikasi pereaksi
2.     Menyiapkan larutan
3.     Menstandarisasi larutan
4.     menghitung dan melaporkan hasil standarisasi
VIII.  Bekerja berdasarkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
1.     Membersihkan arean kerja
2.     Mengikuti prosedur keselamatan kerja
3.     Melaksanakan penanganan limbah sesuai prosedur
IX.    Melaksanakan analisis gravimetri
1.     Mempersiapkan hasil analisis
2.     Melaksanakan analisis gravimetri
3.     Mencatat dan melaporkan hasil uji
X.     Melaksanakan analisis fisika noninstrumental
1.     Menyiapkan peralatan
2.     Menyiapkan sampel
3.     Melakukan pengujian
4.     Menghitung dan melaporkan hasil uji

Kompetensi
Sub Kompetensi
I.       Melaksanakan analisis spektrofotometri UV/Visible
1.     Persiapan sampel dan standar
2.     Melakukan prosedur analitik
3.     Melaporkan hasil pengujian
II.      Melaksanakan analisis kolorimetri
1.     Mempersiapkan sampel dan standar
2.     Melakukan prosedur analitik
3.     Melaporkan hasil pengujian
III.     Melaksanakan analisis volumetrik
1.     Melaporkan hasil pengujian
2.     Mempersiapkan larutan analisis
3.     Melakukan prosedur analisis
4.     Melaporkan hasil pengujian
IV.    Melaksanakan analisis mikrobiologi
1.     Melakukan sterilisasi ruangan laboratorium uji mikrobiologi
2.     Membuat media
3.     Menyiapkan kultur murni
4.     Monitoring kesterilan ruangan dan peralatan
V.     Melaksanakan analisis elektrokimia
1.     Persiapan sample dan standar
2.     Melakukan prosedur analitik
3.     Melaporkan hasil pengujian
VI.    Menyimpan bahan kimia dan membuang bahan kimia yang kadaluarsa
1.     Memeriksa persediaan bahan kimia
2.     Menyimpan bahan kimia yang belum kadaluarsa
3.     Mengolah bahan kimia yang masih bisa digunakan
4.     Membuang bahan kimia yang kadaluarsa
VII.      Melaksanakan analisis organoleptik
1.     Menyiapkan panelis untuk analisis sensori
2.     Menyiapkan ruang, peralatan, dan sample untuk analisis sensori
3.     Mengumpulkan dan melaporkan hasil
VIII.     Melaksanakan analisis kromatrografi kolom
1.     Menyiapkan sample dan standar
2.     Menyiapkan peralatan
3.     Melaksanakan pemisahan kromatografik
4.     Melaksanakan pengukuran analitik
5.     Melaksanakan perhitungan dan pelaporan hasil
IX.    Melaksanakan analisis kromatografi lapis tipis dan kromatrografi kertas
1.    Menyiapkan sample
2.    Melakukan prosedur analititik
3.    Melaporkan hasil pengujian
X.     Melaksanakan analisis jenis (klasik)
1.    Mempersiapkan nalisis
2.    Melaksanakan uji pipa tiup
3.    Melaksanakan analisis mutiara
4.    Uji lempeng tetes
5.    Uji nyala atau fotometrik
6.    Menyimpulkan hasil pengamatan
XI.    Melaksanakan analisis proksimat
1.    Mempersiapkan analisis
2.    Melaksanakan analisis gravimetric
3.    Melaporkan hasil analisis
XII.      Melaksanakan analisis fotometri nyata dan emisi atomik
1.    Mempersiapkan sample dan standar
2.    Melakukan prosedur analisis
3.    Melaporkan hasil pengujian
XIII.     Menggunakan prosedur analisis
1.    Memilih prosedur analisis
2.    Menyiapkan analisis
3.    Menjalankan prosedur kerja
4.    Melaksanakan perhitungan hasil pengukuran
XIV.    Membuat dan/atau menyiapkan peralatan gelas sederhana penunjang analisis
1.    Menyiapkan peralatan
2.    Membuat dan/atau memperbaiki peralatan
3.    Melaporkan hasil



BAB IV
SISTEM PEMBIMBINGAN

A. Guru dan Instruktur
Guru dan Instruktur yang dimaksud adalah tenaga kependidikan di SMK dan tenaga pembimbing di dunia usaha, industri yang dinilai telah memiliki kompetensi yang dipersyaratkan, serta kelayakan professional untuk membimbing kegiatan belajar peserta, baik di sekolah maupun di dunia uaa, industri.

B. Tugas guru dan Instruktur
1. Guru
a. Turut serta secara aktif mengadakan seleksi bagi peserta program diklat
b. Mengkondisikan peserta diklat sebelum melaksanakan kegiatan pelatihan tentang
1. sifat dan etos kerja sebagai pekerja serta tata tertib dan peraturan selama mengikuti pelatihan di Dunia Usaha / Dunia Industri.
2. Administrsi peserta pelatihan
c. Memonitor dan membimbing peserta bimbingan secara sistematis berdasarkan program dan jadwal yang telah ditentukan (minimal 2 minggu sekali) serta memonitor kemajuan peserta pelatian ditempat kerja dengan cara memeriksa jurnal kegiatan peserta latihan
d. Melakukan penilaian secara kontinyu terhadap kegiatan, baik yang menyangkut aspek sikap maupun kinerja
e. Memecahkan masalah-masalah pelaksanaan pelatian di Dunia Usaha / Dunia Industri baik yang dihadapai pembimbing maupun yang dihadapi peserta pelatihan
f. Memberikan dorongan kepada peserta pelatihan agar selalu aktif dan tekn serta antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan di Dunia Usaha / Dunia Indstri
g. Membimbing peserta pelatihan dalam menyusun laporan (pengisian jurnal kegiatan)
h. Memberi peringatan atau hukuman kepada peserta peltihan sesuai dengan sifat penggaran yang dilakukan

2. Instruktur
a. Mengkoordinasikan peserta pelatihan sebelum melaksanakan kegiatan pelatian dengan memberikan penjelasan tenang :
1. Sifat dan etos kerja sebagai pekerja
2. tata tertib dan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di tempat kerja Dunia Usaha / Dunia Industri
3. Spesifikasi kerja yang dilakukan
4. Peralatan media dan alat-alat keselamatan kerja yang digunakan
5. Lingkungan kerja
b. Menyusun program pelatihan yang disesuaikan dengan profil kompetensi tamatan atau standar kompetensi yang dipersyaratkan dunia kerja.
Program pelatihan tersebut berisi antara lain :
1. Standar keahlian yang harus dikuasai peserta
2. Jenis-jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh peserta
3. jadwal pelajaran peserta
4. Rencana pembimbingan
5. Penilaian proses dan hasil pekerjaan peserta
c. Melaksanakan pelatihan dan bimbingan bagi peserta pelatihan secara sistematis berdasarakan program yang telah disusun
d. Melakukan penilaian secara kontinyu terhadap setiap kegiatan baik yang menyangkut aspek teknis maupun non teknis, pada waktu melaksanakan pekerjaan yang dituangkan dalam laporan pembimbing
e. Memberikan dorongan kepada peserta pelatihan agar selalu aktif dan tekun serta antusias dalam mengikuti atau melaksanakan program pelatihan
f. Memberikan peringatan atau hukuman kepada peserta pelatihan sesuai dengan sifat pelanggaranan dan ketentuan yang berlaku di dunia kerja Dunia Usaha / Dunia Industri
g. Mengisi buku laporan pembimbing

C. Prinsip-prinsip pembimbingan
Prinsip-prinsip bimbingan yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Bimbingan harus dapat dilaksanakan secara terus menerus atau berkelanjutan sejalan dengan program pelatihan
2. Peserta pelatihan harus diperlakukan tidak hanya sebagai obyek tetapi juga sebagai subyek

BAB V
PENILAIAN / EVALUASI

A. Pengertian
Evaluasi peserta adalah suatu proses penilaian terhadap kegiatan dan hasil belajar peserta, meliputi pengukuran, analisa dan penafsiran hasil pengukuran serta pemberian nilai terhadap tingkat penguasaan hasil belajar yang dicapai.

B. Tujuan
Evaluasi peserta pelatihan memiliki tujuan :
1. Untuk mengetahui sejauh mana telah terjadi kemajuan hasil belajar pada diri peserta sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan pembinaan selanjutnya
2. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan apakah yang bersangkutan berhasil (lulus) atau tidak berhasil (belum berhasil) dalam menempuh suatu program pembelajaran.
3. Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta terhadap kompetensi suatu keahlian tertentu sesuai dengan yang dipersyaratkan dunia kerja

C. Penilaian
Selama peserta diklat mengikuti atau melaksanakan program pelatihan didunia kerja Dunia Usaha / Dunia Industri, penilaian sepenuhnya menjadi wewenang pahak Dunia Usaha / Dunia Industri

D. Aspek yang dinilai
Aspek yang dinilai pelaksanaan pekerjaan di dunia Usaha / Dunia Industri meliputi :
1. Aspek Teknis
Aspek teknis dimaksudkan adalah tingkat penguasaan keterampilan peserta pelatihan dalam menyelesaikan pekerjaan
2. Aspek non Teknis
Aspek non Teknis dimaksudkan adalah sikap dan perilaku peserta pelatihan selama ditempat kerja yang menyangkut antara lain, disipilin, tanggung jawab, kreatifitas, kemandirian, kerjasama, ketaatan dan sebagainya

E. Kriteria Penilaian
Penilaian peserta pelatihan di Dunia Usaha / dunia Industri didasarkan atas kriteria standar yang sudah berlaku dalam menilai di dunia usaha dan dunia industri masing-masing.

F. Petunjuk Penilaian
Untuk mengevaluasi keberjasilan peserta pelatihan (siswa) pada pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda di dunia Usaha dan dunia industri digunakan kriteria dan skala nilai sebagai berikut :

  1. Aspek Teknis
Range nilai
Kualifikasi
Indikator
9 – 10
Baik Sekali
Menyelesaikan semua tugas yang dibebankan, dapat dikerjakan dengan baik, dengan hasil sempurna. Mutu paling tinggi dalam standar industri
7 – 8
Baik
Menyelesaikan semua tugas yang dibebankan, dilaksanakan dengan benar. Hanya terdapat kesalahan-kesalahan kecil. Mutu tinggi dalam pekerjaan
5 – 6
Cukup
Hanya mencukupi untuk persyaratan minimal yang diharapkan dari tenaga kerja atau sesuai dengan standar rata-rata tenaga kerja yang ada
3 – 4
Kurang
Tidak mencukupi untuk persyaratan minimal yang diharapkan dari tenaga kerja
0 – 2 
Kurang Sekali
Tidak mengerjakan, tidak menghasilkan, tanpa suatu nilai atau tidak berguna
  1. Aspek non Teknis
No.
Aspek yang dinilai
Kualifikasi
Baik Sekali (A)
Baik (B)
Cukup (C)
Kurang (D)
1.
Disiplin
Selalu mentaati peraturan DU/DI
Pada umumnyamentaati peraturan dan ketentuan jam kerja yang ditetapkan oleh DU/DI
Ada kalanya tidakmelaksanakan peraturan danketentuan jam kerja yang ditetapkan oleh DU/DI
Sering mengabaikan ketentuan jam kerja yang ditetapkan oleh DU/DI
2.
Kerja Sama
Selalu mampu bekerja sama dengan pembimbing dan teman kerjalain tanpa konflik dalam melaksanakan tugas pekerjaan
Pada umumnya mampu bekerja sama dengan pembimbing dan teman kerja lain tanpa konflik dalam melaksanakan tugas pekerjaan
Ada kalanya timbul konflik dengan pembimbing atau teman lain dalam melaksanakan tugas pekerjaan
Sering timbul konflik dengan pembimbing atau teman kerja lain dalam melaksanakan tugas pekerjaan
3.
Inisiatif
Selalu mencari cara kerja yang berdaya guna tanpa menunggu perintah atasan
Pada umumnya mencari cara kerja yang berdaya guna dan berhasil guna
Ada kalanya mencari cara kerja yang berdaya guna dan berhasil guna
Jarang mencari carakerja yang berdaya guna dan berhasil guna
4.
Tanggung Jawab
Selalu menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu, dengan merawat tempat kerja dan alat-alat yang digunakan
Pada umumnya menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu, dengan merawat tempat kerja dan alat-alat yang dugunakan
Ada kalanya tidak melaksanakan tugas dan ada kalnya tidak merawat tempat kerja dan alat-alat yang digunakan
Sering tidak menyelesaikan tugas dan sering tidak merawat tempat kerja dan alat-alat yang digunakan
5.
Kebersihan
Selalu membersihkan tempat dan alat-alat sebelum dan sesudah bekerja sesuai dengan aspek keselamatan kerja
Pada umumnya membersihkan tempat dana alat-alat sebelum dan sesudah bekerja sesuai aspek keselamatan kerja
Ada kalanya tidak membersihkan tempat dan alat-alat sebelum dan sesudah bekerja sesuai dengan aspek keselamatan kerja
Sering tidak membersihkan tempat dan alat-alat sebelum dan sesudah bekerja

BAB VI
PELAPORAN

A. Laporan peserta pelatihan
Peserta pelatihan wajib menyusun laporan kegiatan pelatihan di Dunia Usaha/Dunia Industri dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Isi laporan meliputi :
a. Halaman judul
Berisi judul laporan, nama penyusun
b. Jurnal kegiatan seperti format terlampir yang ditandatangani oleh pembimbing baik disekolah maupun di Dunia Usaha / Dunia Industri
c. Program pelatihan
2. Satu minggu setelah kegiatan berakhir dikumpulkan
3. Laporan dijilid

B. Laporan pembimbing Dunia Usaha / Dunia Industri
1. Pada akhir kegiatan pembimbingan dari Dunia Usaha / Dunia Industri menyerahkan buku laporan pembimbing yang sudah diisi kepada pembimbing sekolah (guru)
2. Demi kesempurnaan pelaksanaan pelatihan pembimbing dan Dunia Usaha / Dunia Industri diharapkan mengisi angket sesuai kondisi yang sebenarnya dan diserahkan kembali ke sekolah melalui guru pembimbing

C. Laporan pembimbing sekolah
Setelah selesai melaksanakan pemantauan, pembimbing sekolah (guru) wajib melaporkan hasil pantauannya kepada kepala sekolah

BAB VII
TATA TERTIB

A. Hak Peserta
1. Mengikuti program pelatihan
2. Mendapat perlakuan sesuai dengan bidang / program keahlian
3. Memperoleh kesempatan melaksanakan ibadah sesuai dengan agamanya
4. Memperoleh penilaian penghargaan atas hasil prakteknya

B. Kewajiban Peserta
1. Mematuhi peraturan yang berlaku atau ditetapkan institusi pasangan (tempat pelatihan)
2. Memperhatikan dan melaksanakan aturan-aturan keselamatan kerja yang diperlukan dalam melaksanakan suatu pekerjaan
3. Menghormati instruktur
4. Berada ditempat kerja pelatihan 15 menit sebelum pelatihan dimulai
5. Berlaku sopan dan santun serta bekerja secara jujur, bertanggung jawab, berinisiatif, dan kreatif terhadap tugas-tugas yang diberikan dalam pelatihan kerja
6. Mengenakan pakaian sesuai dengan ketentuan
7. Memberi salam pada waktu dating dan mohon diri pada waktu pulang / meninggalkan tempat kerja
8. Memberitahu kepada pimpinan unit / pembimbing apabila berhalangan hadir atau bermaksud meninggalkan tempat pelatihan
9. Membicarakan dengan segera kepada guru pembimbing, ketua kelompok, instruktur, apabila menemui kesulitan dalam melaksanakan pelatihan
10. Melaporkan dengan segera kepada petugas yang berwewenang apabila terjadi kerusakan atau salah mengambil bahan / alat
11. Ikut memelihara sarana, prasarana praktek kerja / pelatihan, kebersihan, ketertiban dan keamanan ditempat pelatihan
12. Menerima, mengisi dan menyerahkan jurnal kegiatan pelatihan kepada guru pembimbing

C. Sanksi-sanksi
Pelanggaran-pelanggaran tata tertib akan dikenakan sanksi-sanksi
1. Peringatan secara lisan
2. Peringatan secara tertulis
3. Pengurangan nilai
4. Dikeluarkan dari tempat pelatihan

D. Larangan
1. Merokok ditempat kerja
2. Menerima tamu pribadi
3. Mempergunakan pesawat telepon tempat pelatihan tanpa seijin petugas
4. Pindah tempat pelatihan kecuali atas perintah yang berwenang
5. Khusus untuk peserta pelatihan putri tidah diperbolehkan :
a. Memakai rok mini
b. Memakai sepatu bertumit tinggi
c. Memakai perhiasan yang menyolok
d. Memakai kosmetik yang kurang sesuai dengan situasi dan kondisi setempat
6. Mengambil barang yang bukan miliknya
7. Kos satu rumah dengan lain jenis

Penilaian Angka Kredit (PAK) Dasar Bagi Guru CPNS/PNS Baru Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Adapun jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sedangkan Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang Guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya. Untuk mencapai angka kredit tersebut seorang guru harus memenuhi persyaratan-persyarakat di antaranya membuat analisis hasil belajar, analisis soal, pengayaan, dan perbaikan. Hal tersebut tercantum dalam Permenpan Nomer 16 tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya yang dapat anda download Di Sini.

Terkait dengan Pengajuan PAK untuk CPNS/PNS baru maka persyaratannya adalah sebagai berikut:
1. Fotocopy SK CPNS dan PNS (2 Lembar)
2. SPMT BKD Sekolah Masing-Masing (Berdasarkan SKPD) (2 Lembar)
3. DP3 (2 Lembar)
4. SK Pembagian Tugas (2 Lembar)
5. SK Pembagian Tugas Mengajar (2 Lembar)
6. SK Kepanitiaan (2 Lembar)
7. Piagam/Sertifikat Selama Menjadi CPNS/PNS (2 Lembar)
8. Analisis Butir Soal Pelajaran (2 Lembar)

Untuk download Dokumentasi Penilaian Angka Kredit (PAK) Bagi Guru CPNS/PNS Baru DI SINI

Dua arsitektur yang dikembangkan sebagai basis pengembangan standart komunikasi dapat saling bekerjasama adalah protokol TCP / IP dan OSI. Arsitektur yang telah digunakan secara luas adalah TCP / IP, sedangkan OSI menjadi model standart untuk memperjelas fungsi tiap bagian dalam komunikasi.
Berdasarkan standart protokol yang dikembangkan, dan selanjutnya dipilah kedalam tugas masing-masing dalam komunikasi, maka TCP / IP dapat dipisah menjadi :
• Aplication layer berisi logika yang diperlukan untuk mendukung program aplikasi yang digunakan oleh user.
• Host to host layer memiliki fungsi untuk menjamin bahwa semua data yang tiba di program aplikasi tujuan adalah sama dengan yang dikirim oleh aplikasi sistem user. Protokol yang dipergunakan untuk melengkapi tugas ini adalah TCP.
• Internet layer memiliki ruang lingkup mengenai prosedur yang diperlukan bila kedua sistem saling berkomunikasi terletak pada sistem jaringan yang berbeda. Internet protokol dipergunakan untuk melengkapi beberapa fungsi route lewat jaringan yang berbeda. Protokol ini tidak saja diimplementasikan kepada komunikasi kedua sistem yang berbeda tetapi juga untuk routing. Routing adalah proses yang menghubungkan dua jaringan yang memiliki fungsi utama untuk mengalirkan data dari suatu jaringan ke jaringan yang lain diantar sistem sumber ke sistem tujuan.
• Network Access layer memiliki ruang lingkup pada pertukaran data diantara ujung sistem yang tersambung kepada suatu sistem jaringan. Komputer pengirim akan melengkapi alamat (address) dari komputer tujuan, sehingga jaringan dapat memberikan route kepada data agar sampai ke tujuan yang benar.
• Physical layer meliputi interface hardware diantara peralatan transmisi data dan media jaringan. Layer ini memiliki perhatian khusus pada media transmisi, sinyal, kecepatan data, dan hal-hal yang berhubungan dengan jaringan transmisi.

sumber: Drew Heywood, Konsep dan penerapan Microsoft TCP/IP, Andi Offset, Yogyakarta, 1997.

Internet adalah kumpulan network yang terdiri dari ribuan sistem komputer yang saling berhubungan satu dengan lainnya termasuk jaringan-jaringan lokal dan mempunyai kapasitas transmisi yang tinggi. Internet lahir sekitar tahun 1969, pertama kali digunakan untuk keperluan militer Amerika Serikat. Dikembangkan oleh ARPAnet (US Government’s Advanced Research Project Agency Network) yaitu jaringan Agen Proyek Riset Lanjutan Pemerintah Amerika Serikat). Internet mulai komersial dan berkembang pesat sejak tahun 1990. Di Indonesia, Internet mulai dikenal luas sejak tahun 1995. Sebelumnya Internet sudah dikenal dikalangan akademik dan pusat-pusat riset. Layanan internet terbuka sejak IndoInternet berdiri sebagai penyedia layanan internet pertama di Indonesia. Kesuksesan IndoInternet ini kemudian diikuti dengan munculnya Internet Service Provider (ISP) lainnya yang semakin menjamur.

Sejarah WWW dan HTML
Perkembangan World Wide Web (WWW) yang sangat pesat ditandai dengan munculnya berbagai macam Website dengan halaman Web yang interaktif. Hal ini disebabkan WWW memberikan tampilan grafik yang sangat indah dan bagus untuk dipandang, selain itu konsep teknologi hypertext yang digunakannya memberikan kemudahan dan kecepatan yang luar biasa. Kedua hal ini memang yang paling diinginkan oleh hampir semua orang. WWW digunakan bukan hanya sekedar alat untuk mencari informasi saja. Lebih dari itu, WWW sudah banyak dipakai secara komersial oleh hampir semua perusahaan – perusahaan besar diseluruh dunia untuk meng-iklankan produk – produk mereka.

Bahasa penulisan Web yang umum dipergunakan adalah Hypertext Markup Language (HTML), merupakan bahasa yang sangat mudah dipelajari. Istilah hypertext diilhami pertama kali oleh Ted Nelson pada tahun 1965. Hypertext menurutnya adalah suatu teks (serangkaian kata) yang mempunyai “hubungan” (link) dengan teks lainnya. Jika untuk teks memakai istilah hypertext maka untuk grafik, image, dan suara istilahnya adalah hypermedia. Untuk menulis sebuah halaman Web menggunakan HTML, seseorang tidak perlu memiliki latar belakang pemrograman. Namun untuk membuat sebuah halaman Web yang interaktif maka dengan HTML saja tidak cukup, diperlukan suatu script. Script dipergunakan untuk membuat halaman Web menjadi interaktif seperti menampilkan animasi, operasi aritmatik, maupun interaksi ke sistem yang bekerja pada browser pembaca Web. Penulis menggunakan script PHP dalam Proyek Akhir ini.

Prinsip komunikasi data
Komunikasi data pada prinsipnya mirip dengan percakapan
manusia. Manusia dengan komputer keduanya mengadakan komunikasi
formal untuk pertukaran data yang kompleks, dan dalam proses-proses
informal untuk tujuan-tujuan khusus. Keduanya mengikuti aturan-aturan
yang memungkinkan para pelaku untuk bertukar informasi dengan cara
yang teratur dan bebas kesalahan. Protokol-protokol dipatuhi untuk
membentuk dan mengakhiri komunikasi, sedemikian hingga tidak ada
pihak yang tertinggal dalam keadaaan yang tidak diinginkan.

Karakteristik yang perlu diperhatikan tentang proses komunikasi
adalah bahwa komunikasi yang bebas kesalahan dapat dicapai hanya
dengan mengikuti protokol komunikasi. Ketidakmampuan dari kedua
atau salah satu pihak untuk berkomunikasi secara langsung akan
menyulitkan komunikasi. Contohnya jika sebuah surat dikirimkan yang
perlu dilakukan adalah memasukkan surat ke dalam amplop,
memberikan alamat pada amplop tersebut. Sedangkan proses
pengiriman tidak perlu diperhatikan karena merupakan tanggung jawab
orang lain.

Sistem Fleet Management
Fleet Management adalah sebuah istilah untuk manajemen
berbagai aspek yang berhubungan dengan armada yang bergerak. Sistem
Fleet Management yang bertindak sebagai subjek pada sistem VmeS
akan secara otomatis bekerja dengan cara mengumpulkan dan merekam
semua data yang diperlukan dari armada, kemudian mengirimkannya
pada control center ketika diinginkan. Pada control center semua data
direkam atau dimonitor, dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan
tindakan oleh manajer.

Aplikasi Sistem Fleet Management
Perangkat keras Fleet Management sangat umum dan dapat
diaplikasikan di berbagai macam armada. Di luar negeri, perusahaan
penyedia layanan jasa Fleet Management juga sudah banyak tersedia.
Diantaranya TransCore’s 3 sixty Fleet Management dari perusahaan
Amerika GlobalWave. Konsumen produk ini adalah armada kendaraan
berat dan truk kontainer. GlobalWave bekerja sama dengan pemerintah
Amerika untuk mengefektifkan sistem pelaporan pajak dari muatan
kontainer.
Di Indonesia sendiri, belum nampak adanya instansi atau
perusahaan yang memanfaatkan sistem Fleet Management untuk
mengatur armada bergerak. Padahal pemanfaatan sistem Fleet
Management sangat membantu memaksimalkan kinerja armada. Fleet
Management bisa di aplikasikan di berbagai bidang, salah satunya
bidang maritim.

Indonesia adalah negara kepulauan yang lautnya memiliki banyak
potensi. Para nelayan memanfaatkan potensi ini sebagai mata
pencaharian dengan jalan mencari ikan. Akan tetapi, eksplorasi
kekayaan laut oleh para nelayan ini kurang maksimal. Apalagi oleh
nelayan kecil yang merupakan mayoritas. Terlebih banyaknya perahu
asing yang masuk wilayah perairan Indonesia tanpa terpantau semakin
mempersulit keadaan nelayan.

Di bidang maritim sebenarnya sudah ada fasilitas VMS yang
penggunaannya diatur oleh undang-undang. Pemasangan VMS wajib
dilakukan untuk kapal dengan ukuran 100 GT ke atas 2. Fungsi
pemasangan VMS lebih untuk memantau kapal-kapal besar agar tidak
melakukan eksplorasi laut dengan cara yang ilegal. VMS bekerja
melalui media komunikasi satelit sehingga kapal dengan perangkat
VMS tidak pernah kehilangan informasi dimanapun berada. VMS
menyediakan fitur informasi persebaran ikan di laut yang sangat berguna
memaksimalkan hasil tangkapan. Namun sayangnya, harga perangkat
dan biaya operasional VMS terlalu mahal untuk nelayan kecil sehingga
sangat kecil kemungkinannya VMS bisa diaplikasikan untuk perahu-
perahu kecil. Seringkali terdengar berita tertangkapnya nelayan
Indonesia yang masuk ke wilayah perairan negara asing. Hal ini bisa
dicegah bila posisi nelayan-nelayan tersebut dapat dipantau setiap saat
sehingga bila ada perahu yang hendak masuk ke daerah perairan asing
bisa diberi peringatan dini.

Perangkat keras sistem Fleet Management yang murah dapat
menjadi solusi bagi nelayan-nelayan kecil ini. Dengan perangkat ini,
posisi nelayan dapat terus dipantau. Fitur message akan memberi
informasi yang berguna setiap saat. Sinyal komunikasi seluler tidak
dapat mencapai tengah laut yang jauh dari BTS, tetapi nelayan tetap
dapat berhubungan dengan dunia luar ketika berada di tengah laut. Hal
ini karena dalam pengembangannya server sistem Fleet Management
dapat bekerjasama dengan penyedia layanan telekomunikasi seluler
untuk melakukan integrasi.

Keuntungan yang lain, persebaran nelayan dapat diatur di daerah
yang banyak ikannya. Peta persebaran ikan bisa didapatkan dari satelit
maupun informasi dari perahu lain. Input analog dari perangkat keras
dapat dihubungkan ke berbagai sensor, termasuk sensor-sensor yang dalam penelitian lanjutan dapat dicari hubungannya dengan banyaknya ikan di lokasi tertentu.

Aplikasi sistem Fleet Management yang lain bisa untuk
kendaraan umum, kendaraan berat, kendaraan milik pemerintah dan
lain-lain. Apabila sistem Fleet Management ini benar-benar akan
diterapkan, maka diperlukan penelitian lanjutan serta dukungan fasilitas
dan kebijakan peraturan dari pemerintah karena bidang yang berkaitan
dengan penerapan sistem ini sangat luas.

2.1.2 Implementasi Sistem Fleet Management
Ada beberapa alternatif media transmisi data antara stasiun tetap
dan stasiun bergerak. Alternatif itu antara lain bisa memanfaatkan satelit
domestik maupun dengan menggunakan gelombang radio.
Implementasi sistem Fleet Management dengan memanfaatkan
satelit sebagai media komunikasi memerlukan modul komponen yang
labih canggih. Harga total untuk membangun sistem jenis ini akan
menjadi tinggi. Disamping itu, penyedia layanan jasa Fleet Management
harus membayar biaya sewa satelit yang tidak murah untuk suatu
bandwidth tertentu. Tentu akhirnya biaya ini dibebankan ke pengguna
layanan sehingga biaya operasional akan menjadi mahal. Akan tetapi,
karena menggunakan satelit, perangkat keras tidak akan kehilangan
sinyal dan armada yang mengimplementasi dapat tetap terpantau
dimanapun berada. Hal ini dikarenakan jangkauan satelit yang sangat
luas mencakup sebagian wilayah bumi tertentu.

Pemanfaatan gelombang radio sebagai media komunikasi adalah
alternatif yang lebih murah. Radio pada panjang gelombang tertentu
telah dikenal sebagai alat komunikasi. Informasi atau data yang
diperlukan dalam sistem Fleet Management dapat dimodulasikan ke
gelombang radio tersebut dan kembali didemodulasi oleh stasiun tetap.
Integrasi semua bagian-bagian yang mencakup dalam sistem fleet
management akan diatur diatas sistem VmeS. Termasuk dalam
pemilihan gelombang radio. Pemilihan gelombang radio yang akan
digunakan masih memerlukan penelitian lebih dalam. Pemilihan ini
menyangkut efektifitas transmisi dan perancangan protokol modem
untuk memodulasi carrier dengan informasi. Hal-hal yang berkaitan
dengan teknik modulasi dan lain-lain akan dibahas lebih lanjut pada sub
bab konsep propagasi kanal HF dalam komunikasi radio paket.

Polygon kembali membuka pendaftaran Beasiswa Prestasi Polygon Ke-9. Pendaftaran dibuka dari bulan Mei hingga 20 Juni 2011 cap pos.

Syarat dan ketentuan mengikuti program Beasiswa Prestasi Polygon, antara lain:

1.Calon penerima beasiswa (siswa SMP, SMA atau Mahasiswa) dalam kesehariannya selama ini harus pulang pergi sekolah/ kuliah naik sepeda dan ada surat keterangan dari pihak sekolah (Kepala Sekolah, Guru Pembimbing atau Biro Kemahasiswaan) mengenai hal itu

2.Calon penerima beasiswa harus mengukir prestasi, sebagai berikut:

- Rangking 10 besar (untuk siswa SMP dan SMA)
- IPK min. 3.0 (untuk mahasiswa)

3.Mengirimkan data pribadi dengan susunan, sebagai berikut:

- Nama lengkap
- Alamat lengkap, no. telpon yang dapat dihubungi
- Nama lengkap sekolah/ kampus
- Alamat lengkap sekolah/ kampus dan no. telpon yang dapat dihubungi
- Kelas../ semester..
- Juara kelas../ IPK..
- Cita-cita

dan dikirimkan ke alamat :
PO. BOX 154 – Sidoarjo 61200

atau dikirimkan ke alamat:
Multiplus Business Centre
Jl. Danau Sunter Utara Blok C1 No. 12B
Sunter # 10 – Jakarta Utara 14350

4. Mengirimkan foto bersepeda beserta foto copy nilai raport/ transkrip nilai

Pendaftaran hingga tanggal 31 Desember 2011 Cap Pos

sumber: http://www.polygoncycle.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.