Arsip

Berita


JAKARTA, PedomanNEWS.com – Pabrikan mobil asal China, Geely siap membuat mobil murah sejagat dan menyebar ancaman untuk pesaingnya.

Mobil anyar mereka Intelligent Geely (IG) yang sebelumnya tampil di ajang otomotif bergengsi Beijing Auto Show siap diproduksi pada 2012 dan dipasarkan 2013 mendatang. Mobil ini begitu memikat, apalagi target harga mobil ini juga sangat murah yakni hanya sebesar 10.000 RMB atau sekitar Rp13 jutaan saja.

Bila dilihat dari harganya, IG hampir sama dengan harga sebuah motor di Indonesia. Dan ternyata PT Geely Mobil Indonesia (GMI) pun tidak menutup kemungkinan akan mendatangkan mobil ini ke Indonesia. “IG siap dipasarkan 2013 nanti dengan harga 10.000 yuan. Bisa saja kita masukan juga kesini,” ujar Presiden Direktur PT. Geely Mobil Indonesia (GMI) A Budi Pramono.

Selama ini baru pabrikan Jepang yang semangat untuk mengikuti program mobil murah pemerintah, namun kini pabrikan mobil asal China, Geely pun tertarik. Wajar saja, karena mereka memiliki sebuah mobil konsep berharga hanya Rp13 jutaan saja. Apalagi pemerintah menargetkan harga mobil murah yang akan dibantu sekitar Rp75 jutaan.

Harga itu tentu masih jauh lebih tinggi dari harga mobil Intelligent Geely (IG) yang rencananya akan dijual dengan harga 10.000 RMB atau sekitar Rp13 jutaan saja. Hal tersebut diungkapkan Presiden Direktur PT Geely Mobil Indonesia (GMI) A Budi Pramono kepada wartawn.

“Kami sangat tertarik dengan program itu, tapi masalahnya kan kebijakan pemerintah itu belum jelas detailnya. Kalau sudah jelas, kami pasti akan ikut gabung,” dilansir dari detikOto. Lebih lanjut, Budi pun menjelaskan bahwa IG bisa sangat bersaing dengan kompetitor mereka, terlebih dengan harga dasar Rp 13 jutaan, kemungkinan dengan kondisi perpajakan seperti sekarang ini, harga IG di Indonesia masih bisa sekitar Rp25 jutaan saja.

“Kami hanya kalah nama dengan merek Jepang, tapi kalau urusan itu, kita bisa bersaing. Apalagi dengan harga dasar segitu,” tandas Budi. Dengan harga serendah itu pun, Geely terbilang masih bebas berimprovisasi terhadap produknya ini.

“Bila pun harganya mau dinaikan sedikit agar IG dapat semua fitur full spek terkini, tetap saja harga mobil ini masih terjangkau,” pungkasnya.

“Tapi di versi produksinya kemungkinan IG akan dibuat dengan mesin bensin berkapasitas 800-900 cc, bisa juga kita minta mesin yang lebih besar,” pungkas Direktur PT Geely Mobil Indonesia Richard Yang.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyematkan penganugerahan gelar kepada tujuh Pahlawan Nasional dan 11 Tanda Kehormatan RI di Istana Negara Jakarta, Selasa (8/11/2011), siang. Pemberan gelar ini dua hari menjelang Hari Pahlawan 10 November 2011, lusa.
Adapun tujuh pahlawan nasional baru itu adalah :
1. Syafruddin Prawiranegara (Alm) Tokoh Pejuang dari Jawa Barat
2. KH Idham Chalid (Alm) Tokoh Pejuang dari Kalimantan Selatan
3. Prof Dr Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) (Alm) Tokoh Pejuang dari Sumatera Barat
4. Ki Sarmidi Mangunsarkoro (Alm) Tokoh Pejuang dari DIY Yogyakarta
5. I Gusti Ketut Pudja (Alm) Tokoh Pejuang Bali
6. Sri Susuhanan Pakubuwono X (Alm) Tokoh Pejuang Jawa Tengah
7. Ignatius Josep Kasimo Hendrowahoyono (Alm) Tokoh Pejuang asal Yogjakarta.

Selain itu Presiden juga memberikan penghargaan Tanda Kehormatan RI yakni :
Bintang Mahaputera Adipradana kepada Sultan Sulaiman Syariful Alamshah (Alm)
Serta Bintang Budaya Parama Dharma kepada :
1. Benyamin Suaeb (Alm)
2. Hasbullah Parindurie (Alm)
3. Gondo Durasim (Alm)
4. Huriah Adam (Almh)
5. Idrus Tintin (Alm)
6. Kwee Tek Hoay (Alm)
7. Sigit Sukasman (Alm)
8. Go Tik Swan (Alm)
9. Gedong Bagus Oka (Ni Wayan Gedong) (Almh)
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto mengatakan penghargaan diberikan kepada mereka yang memiliki integritas moral dan keteladanan tinggi.
sumber:http://www.tribunnews.com/2011/11/08/ini-7-pahlawan-nasional-baru-dari-presiden-sby

–***–

Pemerintah menetapkan 7 pahlawan nasional baru. Mereka datang dari berbagai latar belakang dengan aneka jasa dan sumbangsih bagi bumi pertiwi. Mulai dari tokoh kunci pergerakan nasional, ulama, pionir pendidikan, sampai sultan.

Berikut kiprah para pahlawan ini yang dihimpun detikcom dari berbagai sumber, Selasa (8/11/2011):

1. Sjafruddin Prawiranegara (28 Februari 1911-15 Februari 1989)
Peran Sjafruddin Prawiranegara sangat besar pada saat Indonesia dilanda agresi militer Belanda II. Saat itu Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda, Soekarno-Hatta ditawan Belanda. Sjafruddin-lah yang ditugasi membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 22 Desember 1948 di Sumatera. Selama 6 bulan, Sjafruddin menjalankan pemerintahan RI dari dalam belantara hutan. Mereka terus mempropagandakan pemerintahan Indonesia masih ada. Aksi Sjafruddin berhasil, dunia internasional akhirnya memaksa Belanda menghentikan agresi militer mereka. Tanpa PDRI, belum tentu Belanda mau maju ke meja perundingan. Sjafruddin menyelamatkan republik, tapi selama puluhan tahun jasanya seolah terlupakan.

2. Idham Chalid (27 Agustus 1921-11 Juli 2010)
Idham Chalid merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Alumni Pondok Modern Gontor ini menjabat Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama dari tahun 1956 hingga 1984. Dia pernah menjabat menteri saat Orde Lama dan Orde Baru. Pada saat Kabinet Ali Sastroamidjojo II, Idham menjabat sebagai wakil Perdana Menteri. Saat Orde Baru, Idham pernah menjadi Ketua DPR (1968-1977), serta Ketua MPR (1971-1977). Idham sering dijuluki guru politik orang NU.

3. Buya Hamka (17 Februari 1908-24 Juli 1981)
Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau disingkat Hamka. Sedangkan buya, adalah panggilan kehormatan dalam bahasa Minangkabau yang berarti ayah. Buya Hamka dikenal sebagai penulis besar Indonesia lewat karya-karyanya seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, dan Di Bawah Lindungan Ka’bah. Tapi Hamka bukan hanya seorang penulis, dia juga politisi dan pejuang. Kiprahnya di dunia politik dimulai tahun 1925 saat menjadi anggota Sarikat Islam kemudian bergabung dengan Masyumi. Presiden Soekarno akhirnya membubarkan Masyumi dan memenjarakan Hamka.

4. Ki Sarmidi Mangunsarkoro (23 Mei 1904-8 Juni 1957)
Ki Sarmidi Mangunsarkoro adalah salah satu tokoh pendidikan nasional. Dia mendirikan Perguruan Tamansiswa di Jakarta, atas restu Ki Hajar Dewantara. Tidak hanya itu, dia juga ditugasi memodernisasi Taman Siswa dan menyusun kurikulum Taman Siswa. Mangunsarkoro juga berpolitik menentang kolonialisme. Pada Kongres Sumpah pemuda tahun 1928, dia ikut berpidato menekankan pentingnya pendidikan nasional. Dia menentang politik kompromi dengan Belanda saat perjanjian Renville dan Linggarjati. Dia juga beberapa kali menjabat sebagai menteri pendidikan era Soekarno. Jasanya yang lain adalah turut membidani berdirinya Universitas Gajah Mada.

5. I Gusti Ketut Pudja (19 Mei 1908-4 Mei 1977)
I Gusti Ketut Pudja merupakan salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dia mewakili Sunda Kecil (Bali dan Nusa Tenggara). Pudja ikut hadir di Rumah Laksamana Maeda 16 Agustus 1945 saat persiapan kemerdekaan RI. Kemudian dia diangkat Soekarno menjadi Gubernur Sunda Kecil. Saat itu walau Jepang sudah menyerah, tetap saja mereka masih berkuasa di sejumlah daerah di Bali. Pudja sempat ditangkap tentara Jepang saat para pemuda gagal melucuti senjata Jepang akhir tahun 1945. Pudja juga ditugasi Soekarno menjadi pejabat di Departemen Dalam Negeri.

6. Sri Susuhunan Pakubuwono X (29 November 1866-1 Februari 1939)
Sri Susuhunan Pakubuwono X bernama asli Raden Mas Malikul Kusno. Malikul Kusno naik takhta sebagai Pakubuwono X pada tanggal 30 Maret 1893 menggantikan ayahnya. Kepemimpinannya merupakan penanda babak baru bagi Kasunanan Surakarta dari kerajaan tradisional menuju era modern. Pakubuwono X cukup memiliki arti penting bagi pergerakan nasional. Dia mendukung organisasi Sarekat Islam cabang Solo.

7. Ignatius Joseph Kasimo (1900-1 Agustus 1986)
Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono adalah pendiri Partai Politik Katolik Indonesia (PPKI). Dia juga merupakan salah satu pelopor kemerdekaan Indonesia. Kasimo anggota Volksraad antara tahun 1931-1942. Ia ikut menandatangani petisi Soetardjo yang menginginkan kemerdekaan Hindia-Belanda. Pada masa kemerdekaan awal, PPKI yang dilarang oleh Jepang dihidupkan kembali atas gagasan Kasimo dan berubah nama menjadi Partai Katolik Republik Indonesia. Antara tahun 1947-1949 ia duduk sebagai Menteri Muda Kemakmuran dalam Kabinet Amir Sjarifuddin, Menteri Persediaan Makanan Rakyat dalam Kabinet Hatta I dan Hatta II. Dalam kabinet peralihan atau Kabinet Soesanto Tirtoprodjo ia juga menjabat sebagai menteri. Kasimo pun juga pernah ikut menjadi anggota Delegasi Perundingan Republik Indonesia. Di masa orde baru, Kasimo sempat menjadi Ketua DPA.

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, http://www.AboeBakar.com mengadakan Lomba Menulis Online bertema Penegakkan Hukum dan HAM.

Sampaikan pikiran serta pendapat cerdas dan bernasmu untuk memperbaiki Hukum dan HAM negeri ini. Bagaimana menegakkan Hukum dan Hak Asasi Manusia di Indonesia? Adakah cara yang paling mujarab untuk memperbaikinya?

Syarat-syarat Lomba
Follow twitter @aboebakar15 dan bergabung dengan Pages Facebook: http://www.facebook.com/AboeBakarAlHabsyi.

Sampaikan pendapat kamu dalam bentuk tulisan sederhana dengan format tulisan bebas (dapat disertai ilustrasi) dengan panjang sebanyak maksimal 1500 karakter.

Kirimkan data & tulisan kamu dalam bentuk word ke alamat email: panitiatwit@gmail.com paling lambat 30 Juni 2011 dengan menyertakan LINK tulisan kamu.

Cantumkan karyamu di Blog/Website kamu atau Note FB kamu lalu cantumkan link-nya di bagian komentar posting terkait lomba atau di wall FB Pages berikut: http://www.facebook.com/AboeBakarAlHabsyi.
Jangan lupa juga untuk twit link tulisan kamu via akun twitter kamu dengan memention @aboebakar15 dan @panitiatwit.

Ada hadiah sebuah iPhone 4 bagi satu karya tulisan terbaik.
Hasil Lomba akan diumumkan pada pertengahan Juli 2011.

Keputusan juri mutlak, tak dapat diganggu gugat.
Lomba Menulis Online ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa dan umum.

Sumber

M Nuh: 99 Persen Siswa SMA Lulus
Minggu, 15 Mei 2011 15:05 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebanyak 99,22 persen peserta Ujian Nasional 2011 tingkat sekolah menengah atas dan madrasah aliyah dinyatakan lulus. Angka ini naik 0,18 persen dibandingkan angka kelulusan tahun lalu.

Kenaikan angka kelulusan ini cukup membanggakan, meskipun masih ada saja siswa yang tidak lulus. Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, mengatakan bahwa anak-anak tidak boleh dipaksa lulus. “Kita tidak bisa targetkan semua anak ini lulus. Apa adanya saja,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (13/5).

Jumlah peserta UN keseluruhan 1.461.941 peserta dan yang dinyatakan lulus sebanyak 1.450.498 peserta. Sisanya 11.443 dinyatakan tidak lulus. Bila dilihat antara yang lulus dan yang tidak memang perbandingan sangat jauh dan tidak terlalu banyak. “Namun angka ini masih cukup besar,” katanya.

Dibandingkan dengan data yang ada sebelum UN dimulai, ada 1.476.575 calon peserta UN yang sudah mendaftar. Akan tetapi sebanyak 9.517 siswa tidak memasukkan nilai sekolahnya sehingga angka peserta UN berkurang. Penyebabnya bisa bermacam-macam, kata Nuh, ada yang tidak ikut Ujian Sekolah, dan ada yang memang sudah mengundurkan diri karena menikah atau bekerja.

Angka ini kembali mengkerut ketika ada siswa yang tidak mengikuti UN meskipun ia mengikuti ujian sekolah. Sebanyak 5.117 siswa SMA/MA tidak melaksanakan UN. Dan setelah dilakukan pemindaian bagi siswa yang mengikuti UN, didapatlah hasil 99,22 persen yang dinyatakan lulus.

Ketidaklulusan ini disebabkan oleh 2 hal, yaitu nilai rata-ratanya dibawah standar yang telah ditentukan, yaitu 5,5 dan nilai rata-ratanya tepat dengan batas standar kelulusan. Ada 5.590 siswa yang tidak lulus karena nilai rata-ratanya kurang dari standar. Sisanya tidak lulus karena nilai rata-ratanya pas 5,5. Setidaknya untuk bisa lulus, nilai rata-rata anak itu harus di atas 5,5.

Berdasarkan presentase yang ada di data milik Kementerian Pendidikan Nasional, siswa yang tidak lulus kebanyakan berasal dari jurusan bahasa, yaitu 1,96 persen. Sedangkan yang terbanyak lulus adalah ilmu pengetahuan alam.

Daerah yang masih mendominasi jumlah ketidaklulusan tertinggi tingkat SMA adalah Nusa Tenggara Timur yaitu 1.813. Untuk jumlah peserta UN yang tidak lulus paling sedikit berdasarkan presentasenya adalah Bali yaitu hanya 10 orang dari 24.250 peserta.

Meskipun angka kelulusan cukup tinggi, namun masih saja ada sekolah yang 100 persen siswanya tidak lulus. Nuh menyebutkan ada 5 sekolah yang semua siswanya tidak lulus. Hal ini sangat disayangkan, kata dia.

Sekolah-sekolah tersebut tersebar merata di seluruh Indonesia, lanjutnya. Nuh tidak mau menyebutkan lokasi persisnya. Ia hanya menyebutkan sekolah tersebut berasal dari Provinsi Jambi, Aceh, Maluku, Papua, dan DKI.

Dari jumlah awal siswa sekolah menengah kejuruan, sebanyak 958.532 siswa mendaftar UN. Namun hanya 942.698 dari siswa yang mengikuti UN. Hasilnya, ada 4.655 siswa yang dinyatakan harus mengulang UN tahun depan.

Jawa Barat menjadi daerah yang siswanya terbanyak yang tidak lulus di tingkat SMK, yaitu 538 siswa. Sedangkan yang paling sedikit adalah Sumatra Selatan, yaitu 5 orang.

Kelulusan, menurut dia merupakan taanggungjawab satuan pendidikan (sekolah). Saat ini nilai masing-masing anak tersebut sedang dalam proses pengiriman. “Jadi biarkan saja sekolah yang mengumumkan kelulusan anak ini nanti,” katanya menambahkan. Pengumuman kelulusan tingkat SMA/MA/SMK akan dilaksanakan pada Senin (16/5) besok.

Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: C02

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/11/05/15/ll882u-m-nuh-99-persen-siswa-sma-lulus

Tingkat Kelulusan di Kalsel 99,70 Persen

Banjarmasinpost.co.id – Minggu, 15 Mei 2011 | 16:36 Wita

BANJARMASINPOST.CO.ID – Besok adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh siswa SMA/MA/SMK di Indonesia tak terkecuali Provinsi Kalsel. Pasalnya, hasil ujian nasional (UN) yang dilaksanakan mereka beberapa waktu lalu akan diumumkan pada Senin 16 Mei.

Pada pengumuman UN besok itu, ada kabar menggembirakan dari Disdik Provinsi Kalsel. Hasil UN di tingkat SMA, MA dan SMK lebih baik dari hasil try out yang dilaksanakan sebelum UN.

“Untuk hasil UN di Kalsel tingkat SMA, MA dan SMK memuaskan. 99,70 persen siswa Kalsel lulus. Angka ini lebih baik dari tahun lalu,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kalsel, Herman Taufan, Minggu (15/5/2011).

Sumber: http://banjarmasin.tribunnews.com/read/artikel/2011/5/15/86069/tingkat-kelulusan-di-kalsel-9970-persen

Kabupaten Kotabaru Lulus Hampir 100 Persen
Disdik Himbau Siswa Tidak Coret Seragam

Banjarmasinpost.co.id – Minggu, 15 Mei 2011 | 17:30 Wita |

BANJARMASINPOST.CO.ID. KOTABARU – Setelah melaksanakan ujian nasional (UN) tingkat SMA sederajat beberapa waktu lalu, sebanyak 33 sekolah di daerah ini bisa dipastikan akan merayakan hasil kelulusan yang akan diumumkan, Senin (16/5) besok.

Dari 33 sekolah penyelenggara UN hanya satu sekolah yang siswanya tidak lulus, yaitu Madrasah Aliyah Daruulum.

Kepala Dinas Pendidikan Eko Suryadi WS melalui Kasi Kurikulum, Johansyah mengatakan tingkat kelulusan siswa SMA sederajat tahun ini lebih baik dari tahun lalu yaitu hampir mencapai 100 persen.

Dirincikannya 33 sekolah berhasil meluluskan siswanya 100 persen antara lain, lima SMK, 26 SMA dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Sedangkan Madrasah Aliyah Daruulum tingkat kelulusan hanya 99 persen lebih, karena satu orang siswa tidak lulus.

Johansyah mengaku tidak hanya bangga, tapi mengimbau kepada semua sekolah penyelenggara untuk terus meningkatkan prestasi ini. Selain itu, dia berpesan kepada siswa agar tidak mencoret-coret seragam saat pengumuman kelulusan disampaikan.

sumber: http://banjarmasin.tribunnews.com/read/artikel/2011/5/15/86077/disdik-himbau-siswa-tidak-coret-seragam

Di Jatim, Kelulusan SMA Nyaris 100 Persen

Minggu, 15 Mei 2011 12:00 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2010/2011 untuk SMA di Jawa Timur mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Tingkat kelulusan SMA Jatim mencapai 99,75 persen, sementara SMK mencapai 99,90 persen. Dengan tingkat kelulusan tersebut sebanyak 709 siswa SMA/SMK Jatim tidak lulus.

“Hasil UN SMA/SMK se-Jawa Timur bagus, mengalami peningkatan. Angka ketidaklulusan siswa menurun,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Harun, Ahad (15/5).

Untuk tingkat SMA, angka kelulusan Jatim meningkat dari 99,72 persen pada tahun ajaran 2009/2010 menjadi 99,75 persen pada 2010/2011. Jumlah siswa SMA yang tidak lulus sebanyak 559 orang dari 203.466 peserta UN tahun ini. Angka kelulusan tersebut juga meningkat dibandingkan pada 2008/2009 yakni 95,53 persen.

Peningkatan yang sama juga terjadi pada tingkat kelulusan siswa SMK. Pada tahun ajaran 2009/2010, angka kelulusan siswa SMK mencapai 99,77 persen. Jumlah itu meningkat pada 2010/2011 yakni menjadi 99,90 persen. Dengan angka kelulusan tersebut, sebanyak 150 siswa dari 15.277 peserta UN SMK dinyatakan tidak lulus. “Tingkat kelulusan Jatim menduduki peringkat kelima secara nasional,” ujar Harun.

Menurut Harun, faktor yang mempengaruhi ketidaklulusan tersebut bukan disebabkan kurang siapnya siswa dalam menghadapi UN. Namun, siswa yang dinyatakan tidak lulus tersebut lantaran berhalangan mengikuti UN. “Ujian sekolah mereka ikuti, tapi ketika UN berhalangan hadir,” ujarnya.

Untuk tingkat SMA, nilai UN tertinggi diperoleh siswa dari SMA 1 Manyar Gresik untuk jurusan bahasa. Sementara siswa SMA 1 Babat Lamongan dan SMA 1 Kedungpring Lamongan masing-masing memiliki nilai UN tertinggi untuk SMA jurusan IPA dan IPS. “Kita minta pengumuman UN tetap dilakukan sekolah Senin (16/5),” ujar Harun.

Sementara untuk kelulusan siswa SMA/SMK Kota Surabaya juga mengalami peningkatan serupa. Pada tahun ajaran 2010/2011 ini, tingkat kelulusan SMA mencapai 99,94 persen atau naik dari sebelumnya 99,63 persen. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Sahudi menyatakan sebanyak 136 siswa SMA dinyatakan tidak lulus.

Untuk tingkat SMK, angka kelulusan mencapai 99,84 pada tahun ajaran 2010/2011. Angka itu meningkat dibanding tahun sebelumnya yakni 99,72 persen. Dari tingkat kelulusan itu, terdapat 37 siswa SMK tidak lulus. Rinciannya, 36 dari SMK negeri dan satu dari SMK swasta. “Tapi jumlah siswa tidak lulus itu akan diverifikasi lagi karena masih ada siswa yang ikut UN tapi nilainya nol,” ujarnya.

Koordinator pengawas UN, Ali Mufi mengungkapkan isu kecurangan seperti bocoran jawaban selama UN berlangsung ternyata tidak terbukti. Selama UN SMA/SMK, pengawasan melibatkan 9 Perguruan Tinggi Negeri se-Jawa Timur. “Ada 2.825 pengawas dari satuan pendidikan yang terlibat,” sebutnya.

Ali mengungkapkan secara keseluruhan pelaksanaan UN relatif lancar. Hanya saja, percetakan UN masih perlu dievaluasi lantaran masih ada masalah keterlambatan distribusi soal. “Percetakan jangan di luar Jatim sehingga bisa lebih cepat distribusi nantinya,” ungkapnya.

Redaktur: Djibril Muhammad

Reporter: C01

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/11/05/15/ll80lc-di-jatim-kelulusan-sma-nyaris-100-persen

Alhamdulillah! Siswa di Lombok Lulus 100 Persen

Minggu, 15 Mei 2011 14:34 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) NTB Lalu Syafi’i menyatakan tingkat kelulusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Lombok Utara dalam ujian nasional mencapai 100 persen. “Dari sepuluh kabupaten/kota di NTB yang menyelenggarakan ujian nasional hanya Kabupaten Lombok Utara yang mampu meluluskan siswa SMK 100 persen,” kata Lalu Syafi’i di Mataram, Ahad (15/5).

Tingkat kelulusan siswa SMK di kabupaten termuda di NTB itu, pada ujian nasional 2010 mencapai 98,28 persen. Syafi’i menyebutkan tingkat kelulusan siswa di Kabupaten Bima mencapai 99,88 persen dengan jumlah siswa yang tidak lulus hanya satu orang dari 809 peserta.

Kabupaten Bima juga berhasil memperbaiki persentase kelulusan ujian nasional sebesar 0,60 persen dibandingkan hasil pada tahun sebelumnya yang mencapai 99,28 persen. Untuk Kabupaten Lombok Barat yang berada di peringkat ketiga mencapai persentase kelulusan sebesar 99,30 persen.

Jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 11 orang dari 1.568 orang peserta. “Jika dibandingkan dengan persentase kelulusan ujian nasional pada 2010 yang mencapai 98,89 persen maka terjadi peningkatan sebesar 0,41 persen,” katanya.

Kota Mataram, kata Syafi’i, berada di peringkat keempat, dengan persentase kelulusan mencapai 98,99 persen, jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 23 orang dari 2.275 orang peserta. Persentase kelulusan di Kota Mataram meningkat 0,82 persen, jika dibandingkan dengan persentase hasil ujian nasional pada 2010 yang mencapai 98,17 persen.

Kabupaten Sumbawa berada di peringkat kelima dengan persentase kelulusan 98,76 persen, jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 17 orang dari 1.371 orang peserta. “Hasil ujian nasional siswa SMK di Kabupaten Sumbawa, pada 2011, meningkat 3,27 persen, dibandingkan hasil ujian nasional tahun sebelumnya, yang mencapai 95,49 persen,” katanya.

Peringkat keenam ditempati Kabupaten Lombok Timur dengan persentase kelulusan 98,33 persen dengan jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 29 orang dari 1.741 orang peserta. Persentase kelulusan di Kabupaten Lombok Timur mengalami peningkatan 1,69 persen, dibandingkan dengan hasil ujian nasional pada 2010 yang mencapai 96,64 persen.

Untuk Kabupaten Sumbawa Barat yang menempati posisi ketujuh, kata dia, persentase kelulusannya mencapai 97,88 persen dengan jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak sembilan orang dari 424 orang peserta. Kabupaten Sumbawa Barat juga berhasil meningkatkan persentase kelulusan sebesar 10,34 persen dibandingkan hasil ujian nasional pada 2010 yang mencapai 87,54 persen.

Syafi’i yang didampingi Kepala Balai Teknologi dan Komunikasi Pendidikan Dikpora NTB Sukran mengatakan peringkat kedelapan ditempati Kota Bima dengan persentase kelulusan mencapai 97,27 persen, jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 28 orang dari 1.025 orang peserta.

“Persentase kelulusan di kabupaten itu meningkat 7,24 persen jika dibandingkan hasil ujian nasional pada 2010 yang mencapai 90,03 persen,” katanya.

Peringkat kesembilan ditempati Kabupaten Dompu dengan persentase kelulusan mencapai 96,60 persen, jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 32 orang dari jumlah 942 orang peserta. Kabupaten Dompu juga berhasil mengangkat persentase kelulusan sebesar 2,04 persen, jika dibandingkan dengan hasil ujian nasional pada 2010 yang mencapai 94,56 persen.

Peringkat kesepuluh atau terakhir adalah Kabupaten Lombok dengan persentase kelulusan 95,10 persen, jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 67 orang dari 1.367 orang peserta. Kabupaten Lombok Tengah mengalami penurunan persentase kelulusan pada 2011 sebesar minus 4,33 persen, jika dibandingkan dengan persentase kelulusan tahun sebelumnya yang mencapai 99,43 persen.

“Persentase kelulusan ujian nasional siswa SMK di Kabupaten Lombok Tengah, pada 2011 menurun drastis. Tahun sebelumnya, kabupaten itu menempati peringkat pertama kelulusan ujian nasional SMK di NTB,” katanya.

Secara umum, kata Syafi’i, persentase kelulusan ujian nasional SMK di NTB tahun ajaran 2010/2011 mencapai 98,18 persen dengan jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 217 orang dari 11.929 orang peserta. Persentase kelulusan mengalami peningkatan jika dibandingkan hasil ujian nasional 2009/2010 yang mencapai 96,57 persen dengan jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 386 orang dari 11.268 orang peserta.

Syafi’i mengimbau kepada seluruh siswa SMK yang lulus ujian nasional agar mensyukuri apa yang telah diraih dengan cara-cara yang baik dan tidak melakukan perbuatan mubazir dan merugikan seperti menggelar konvoi kendaraan disertai aksi coret baju seragam dan mengecat rambut.

Redaktur: Djibril Muhammad

Sumber: Antara

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/11/05/15/ll87q9-alhamdulillah-siswa-di-lombok-lulus-100-persen

Siswa SMA dan SMK Sukabumi Lulus UN 99,9 Persen

Minggu, 15 Mei 2011 15:33 WIB

SUKABUMI–MICOM: Panitia Ujian Nasional (UN) Sukabumi mengungkapkan kelulusan peserta UN daerah itu mencapai 99,9 persen lebih atau hanya dua peserta tingkat SMA sederajat yang tidak lulus ujian tersebut.

Ketua Panitia UN Kota Sukabumi, Mulyono, Minggu (15/5), mengatakan, dari jumlah SMA 2.494 orang, SMK 2.829 orang dan Madrasah Aliyah (MA) 433 orang, hampir 100 pesen lulus, hanya dua orang peserta saja yang tidak lulus.

“Untuk peserta SMA yang tidak lulus satu orang, SMK yang tidak lulus satu orang dan untuk MA 100 persen lulus,” kata Mulyono.

Ditambahkan, dari jumlah peserta UN tingkat SMA sederajat ada sekitar sembilan orang yang tidak ikut atau yang awalnya 5.379 peserta, tetapi yang mengikuti UN hanya 5.370 pelajar.

“Mereka yang tidak ikut dikarenakan mengundurkan diri dan meninggal,” tambahnya.

Ia menjelaskan, dua pelajar yang tidak lulus ini merupakan hasil komulasi nilai UN dan Ujian Akhir Sekolah (UAS), sehingga dipastikan keduanya tidak lulus dan tidak bisa mengikuti UN susulan.

Tetapi pihaknya masih enggan memberitahu dari sekolah mana kedua pelajar yang tidak lulus ini.

Namun, pihaknya cukup puas dengan hasil UN, karena diatas rata-rata kelulusan nasional yang hanya 99,2 persen.

“Kami mengimbau kepada pelajar yang tidak lulus untuk tidak berkecil hati karena masih ada kesempatan lainnya atau bisa mengikuti progam paket C,” imbau Mulyono.

Pihaknya juga sampai saat ini masih melakukan koreksi terhadap hasil kelulusan ini, tetapi menurutnya hasil UN sudah ada ditangannya dan mungkin tidak berubah lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Ayep Supriatna mengaku puas dengan hasil kelulusan UN SMA sederajat yang mencapai 99,9 persen lebih atau mendekati 100 persen. Bahkan untuk peserta UN dari MA lulus 100 persen.

“Memang kami targetkan 100 persen kelulusan, tetapi hasil saat ini naik dibandingkan tahun lalu yang hanya 98,82 persen,” kata. (Ant/OL-9)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/15/226231/289/101/Siswa-SMA-dan-SMK-Lulus-UN-999-Persen

Tingkat Kelulusan Ujian Nasional di DKI Jakarta Capai 99,52 Persen

Sabtu, 14 Mei 2011 17:43 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,KEBON SIRIH — Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta melansir sebanyak 99,52 persen siswa tingkat SMA/SMK/MA/SMALB lulus ujian nasional (UN).

Tingkat kelulusan itu lebih tinggi dibanding kelulusan tingkat nasional sekitar 99,22 persen. “Benar, angka kelulusan siswa di DKI lebih tinggi dibanding nasional,” ujar Kepala Disdik DKI Jakarta, Taufik Hadi Mulyanto, melalui pesan singkat kepada wartawan, Sabtu (14/5).

Menurut Taufik, untuk siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) tingkat kelulusan lebih tinggi mencapai 99,81 persen. Angka itu di atas capaian kelulusan sekolah menengah atas (SMA) sebesar 99,55 persen. Dikatakannya, raihan siswa SMK membuktikan prestasi mereka patut diapresiasi. Sebab, membuktikan bahwa SMK bukan lagi sekolah yang layak dipandang sebelah mata.

UN tingkat SMA/SMK/MA/SDLB dilaksanakan pada 18-21 April lalu. Terdapat enam mata pelajaran diujikan pada siswa. Yakni, tiga mata pelajaran wajib (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika), serta tiga mata pelajaran lain sesuai bidang peminatan. Bagi siswa jurusan IPA, tiga mata pelajarannya, Biologi, Kimia dan Fisika. Bagi siswa IPS, mengerjakan Sosiologi, Geografi dan Ekonomi. Bagi siswa Bahasa, mengerjakan Sastra Indonesia, satu bahasa asing, dan Sejarah Budaya.

Adapun, sebanyak 122.139 siswa ikut UN. Rinciannya, 53.937 siswa SMA, 63.382 siswa SMK, 4.679 siswa Madrasah Aliyah (MA), dan 141 siswa SMA Luar Biasa (SMALB).

Dikatakan Taufik, sistem kelulusan pada 2011 sedikit berbeda dibanding tahun lalu. Tahun ini, kata dia, persentase UN hanya memegang 60 persen dari komponen kelulusan. Sisanya, 40 persen disumbang nilai ujian sekolah dan nilai rapor siswa. Kendati demikian, sambung Taufik, setiap siswa tetap harus mendapat nilai minimal 5,5 dari tiap mata pelajaran yang diujikan.

Dijelaskannya, pengumuman hasil UN diumumkan pada Senin, (16/5) mendatang dengan cara melalui website sekolah, telepon, pesan singkat (sms), surat tertulis maupun surat elektronik (email). “Pengumuman UN diserahkan setiap sekolah.”

Taufik berpesan agar jangan terjadi siswa melakukan aksi corat-coret baju untuk merayakan kelulusan. “Lebih baik bajunya diberikan kepada adik tingkat,” katanya

Redaktur: taufik rachman

Reporter: C13

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/regional/jabodetabek/11/05/14/ll6lm0-tingkat-kelulusan-ujian-nasional-di-dki-jakarta-capai-9952-persen

73 Siswa SMA/ MA/ SMK di Sumsel tak Lulus UN

Minggu, 15 Mei 2011 13:50 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG – Tingkat kelulusan siswa peserta Ujian Nasional (UN) 2011 tingkat SMA/ MA/ SMK di Sumatera Selatan (Sumsel) menggembirakan. “Dari 79.910 siswa peserta UN, hanya 73 peserta saja yang belum berhasil lulus dalam UN tahun ini,” kata Ade Karyana Kepala Dinas Penddikan Provinsi Sumsel, Ahad (15/5).

Menurut Ade Karyana prosentase kelulusan siswa seluruh peserta UN tahun 2011 relatif sama dengan tahun lalu. “Jumlah siswa yang lulus tahunnya mencapai 99 persen,” ujarnya.

Ade Karyana menjelaskan, untuk kelulusan siswa SMA program IPA angka kelulusan mencapai 99, 95% dengan nilai rata-rata 8,29 dan untuk untuk program IPS sebesar 99,85% dengan nilai rata-rata 7,77. Sementara itu kelulusan untuk siswa MA (Madrasah Aliyah) untuk program IPA dan keagamaan kelulusan mencapai nilai sempurna yakni 100% dengan ratarata 7,96 dan 7,56.

Untuk kelulusan siswa MA program IPS sebesar 99,76% dengan nilai rata-rata 7,62. Untuk SMK tingkat kelulusan juga cukup baik yakni mencapai 99,97% dengan nilai rata-rata 7,89. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin menjelaskan, peserta yang belum berhasil lulus tersebut 12 siswa peserta dari SMA program IPA dan 44 siswa peserta dari program IPS, 12 siswa peserta dari MA program IPS dan 5 siswa dari SMK.

“Dari 73 siswa peserta UN yang tidak lulus, sebarannya 47 siswa dari Kabupaten Empat Lawang, sembilan siswa dari Banyuasin, delapan siswa dari Kota Palembang, dua siswa dari Kota Pagaralam, dua siswa dari Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, dan masing-masing satu siswa dari OKU Timur, Lahat, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI),” ujar Ade Karyana.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, bagi siswa yang tidak lulus, tahun ini tidak diberlakukan kebijakan ujian ulangan. “Peserta yang tidak lulus disarankan mengikuti Ujian Nasional Program Kesetaraan atau UNPK Paket C),” tambahnya.

Sementara itu menurut Widodo Ketua Panitia UN 2011 Dinas Pendidikan Sumsel, hasil UN terbaik tingkat SMA diraih SMA Negeri 3 Kayu Agung dengan rata-rata 54,53, SMA Sjahyakirti Palembang denga rata-rata 54,46 dan SMA Negeri I Unggulan Muara Enim dengan rata-rata 54,33.

Untuk SMK dengan hasil UN terbaik ditempati SMK Nurul Huda Buay Madang dengan ratarata 34,80, SMK Yanitas Palembang dengan rata-rata 34,12 dan SMK YPBB Belitang dengan rata-rata 34,07. “Nilai tertinggi UN tahun ini di Sumsel diraih Fatimah Shellya Shabab dari SMA Patra Mandiri untuk program IPA dengan rata-rata 57,50 dan Lutfi Putri Ambasari dari SMA Negeri 8 Palembang untuk program IPS dengan rata-rata 54,60,” katanya.

Redaktur: Djibril Muhammad

Reporter: Maspril Aries

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/11/05/15/ll85nf-73-siswa-sma-ma-smk-di-sumsel-tak-lulus-un

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.