Arsip

Kurikulum

Dokumen Silabus PAUD-TK berikut ini berisi pedoman proses pembelajaran untuk TK, RA, dan PAUD yang merupakan panduan yang disusun oleh Pusat Kurikulum Depdiknas. Semoga pedoman Silabus PAUD-TK ini memberi gambaran dan perbandingan bagi para pengajar PAUD-TK dalam menyusun perangkat ajar dan Silabus PAUD-TK di sekolah masing-masing.

Dokumen Silabus PAUD-TK berikut ini tersimpang dalam server. silakan klik link di bawah ini untuk mengunduh Silabus PAUD-TK secara gratis.

Model Penilaian KTSP TK
Model Kurikulum Pembelajaran Berbasis Alam PAUD Formal
Silabus PAUD Formal
Standar dan Bahan Ajar PAUD NonFormal
Standar dan Bahan Ajar PAUD-Formal
Standar Isi PAUD NonFormal
Standar Isi PAUD Formal
Silabus PAUD NonFormal
Silabus RPP TK-RA 

Semoga Silabus PAUD-TK ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. Mohon komentar dan masukannya demi perbaikan Silabus PAUD-TK ini. Terima Kasih.

Kumpulan Lagu Pramuka MP3
Berikut beberapa lagu pramuka dalam format MP3 yang bisa anda download dengan sekali klik masing-masing judul.

  1. Himne Satya Darma Pramuka Klik DI SINI
  2. Apa Kabar Klik DI SINI
  3. Apa Guna Keluh Kesah Klik DI SINI
  4. Alam Bebas Klik DI SINI
  5. Anak Desa Klik DI SINI
  6. Ayo Jalan Klik DI SINI
  7. Berkemah Klik DI SINI
  8. Penegak Klik DI SINI
  9. Gembira Berkumpul Klik DI SINI
  10. Di Sini Bertemu Lagi Klik DI SINI
  11. Ke Latihan Pramuka Klik DI SINI
  12. Itu Pramuka Klik DI SINI
  13. Kami Riang Klik DI SINI
  14. Api Unggun Klik DI SINI
  15. Di Sini Senang di Sana Senang Klik DI SINI

Semoga bermanfaat.
Ditunggu komentarnya.

sumber: partiturlagu-lagu.blogspot.com

Yang membutuhkan RPP PENJASKES SMK Kelas X, XI, XII silakan download link di bawah ini.

Download Contoh RPP PENJASKES SMK Kelas X KELAS X
Download Contoh RPP PENJASKES SMK Kelas X Semester IKELAS XA
Download Contoh RPP PENJASKES SMK Kelas X Semester I KELAS XA
Download Contoh RPP PENJASKES SMK Kelas X Semester II KELAS XB
Download Contoh RPP PENJASKES SMK Kelas X KELAS XI
Download Contoh RPP PENJASKES SMK Kelas X Semester I KELAS XIA
Download Contoh RPP PENJASKES SMK Kelas XII Kelas XII
Download Contoh RPP PENJASKES SMK Kelas XII Semester II KELAS XIIB
Download Contoh RPP PENJASKES SMK Kelas X Semester I KELAS XIIA

DARUSSALAM — Pondok Modern Darussalam Gontor telah mempersiapkan kontingen pramuka yang akan dikirim mengikuti Jambore Dunia (Jamdun) ke-22 di Swedia, pada bulan Juli-Agustus 2011 mendatang. Kontingen yang diberi nama “Eagle Team” ini beranggotakan 28 orang santri yang terdiri dari 23 orang santri Gontor 1, dua orang santri Gontor 3, dua orang santri Gontor 5, dan satu orang santri Gontor 6. Mereka berhasil lolos seleksi yang meliputi kemampuan berbahasa Inggris dan skill kepramukaan.

Mengingat semakin dekatnya acara yang dijadwalkan akan berlangsung selama 10 hari, 27 Juli — 7 Agustus 2011 nanti, Majelis Pembimbing Koordinator Harian (Mabikori) mengadakan karantina peserta sejak beberapa minggu yang lalu, Rabu (1/6), dengan tujuan menggalang kekompakan antaranggota kontingen dan memaksimalkan latihan-latihan kepramukaan. Selama mengikuti karantina, mereka ditempatkan bersama-sama di ruangan Ankuperpus Gedung 17 Agustus hingga menjelang waktu keberangkatan. Menurut Ustadz Firman Kurniawan, staf Mabikori, kontingen direncanakan berangkat dari Gontor pada tanggal 23 Juli 2011 yang akan datang.

Sementara itu, selain berlatih dalam berbagai skill kepramukaan, para peserta juga mengadakan latihan Tari Aceh, Tari Malulo, dan Kesenian Reog. Ketiga seni inilah yang nantinya akan ditampilkan kontingen Gontor di Swedia untuk mewakili kebudayaan Indonesia, karena “Eagle Team” juga berstatus sebagai utusan Indonesia. Dengan persiapan ini, diharapkan “Eagle Team” mampu menyebarkan syiar Gontor ke seluruh dunia sekaligus membawa nama baik Indonesia di mata dunia melalui bidang kepramukaan.

Sumber

Istilah kurikulum ter­sem­bunyi (hidden curricullum) dikenalkan oleh Philip W Jackson pada tahun 1968 dan Paulo Freire pada 1972. Namun, Pondok Modern Darussalam Gontor telah menerapkan kurikulum ini sejak awal berdirinya, 10 April 1926. Kurikulum ter­sem­bunyi dilaksanakan untuk mengolah ranah afektif dan psikomotorik peserta didik. Dalam melaksanakan kuri­kulum tersembunyi ini, KMI dibantu oleh staf Peng­asuhan Santri. Untuk memberlakukan kurikulum ter­sembunyi ini, saf Pengasuhan Santri menggunakan “Total Quality Control” yang berfungsi untuk mencari dan me­nyelesaikan permasalahan, mencari inspirasi, memupuk rasa tanggung jawab dan menciptakan kehidupan sesuai dengan yang diinginkan/diarahkan.



Pelaksanaan hidden curriculum dapat dilakukan di rayon atau asrama, Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM), Koordinator Gerakan Pramuka, dan non-OPPM. Di asrama, kurikulum ini dilaksanakan selama 24 jam per hari. Selama waktu tersebut para santri mendapatkan pen­­didikan hidup dan menghidupi, berjuang dan mem­perjuangkan, berkorban dan mengorbankan. Santri kelas 5 yang diberi tanggung jawab oleh Pengasuh Pondok untuk menjadi pengurus rayon diharapkan terdidik untuk bisa menjadi pemimpin yang hakiki. Mereka dituntut sewaktu-waktu untuk bisa menjadi ‘ayah’ atau ‘ibu’. Sewaktu-waktu juga bisa menjadi ‘kakak’ bahkan ‘teman’ biasa bagi anggotanya masing-masing. Sedangkan anggota rayon, santri kelas 1-4 dan kelas 5-6 yang tinggal di asrama, perlu memperoleh bimbingan, pengawalan, motivasi bahkan kadang-kadang perlu shock terapy.

Sistem asrama ini bagaikan sebuah sistem pemerintah­an suatu negara. Ketua rayon sebagai presiden, para pengurus rayon lainnya –yang terbagi menjadi dua bagian: keamanan dan penggerak bahasa– sebagai menteri, dan anggota rayon ibarat masyarakat. Anggota rayon itu bagaikan padi. Makin diperhatikan, dirawat dan dijaga dari segala serangan hama oleh petani (pengurus rayon) maka makin baguslah hasil panennya. Sebaliknya jika padi itu kurang diperhatikan, jarang dirawat, dibiarkan dari serangan hama, maka padi itu akan hancur, rusak, tak layak untuk dijual apalagi dikonsumsi. Sama halnya dengan anggota yang menghadapi pelbagai permasalahan dan kurang mendapat bimbingan, perhatian, motivasi, dan khususnya pengontrolan dari pengurus dalam bidang ubudiyah, akhlak, disiplin, akademik, dan bahasa, maka prestasi santri akan kurang memuaskan ke­ti­ka kenaikan kelas di­umum­kan.

Kurikulum pesantren di Pon­­dok Modern Gontor se­imbang. Tidak membedakan pro­gram intrakurikuler dengan ekstra­­kurikuler. Se­­­imbang bukan berarti fifty-fifty atau one hundred-one hundred me­­lainkan semuanya di­penting­kan, diperhatikan dan pada akhir­nya akan mem­pe­ngaruhi kinerja santri. Karena dipentingkan, di­per­hatikan, dan keduanya sa­ling mempengaruhi, maka kurikulum ter­sebut menjadi satu kesatuan yang utuh (integrated) dan menyeluruh (comprehensive). Program intrakurikuler tidak lebih utama daripada ekstrakurikuler atau sebaliknya. Jadi, kegiatan dalam kelas maupun luar kelas sama pentingnya. Bahkan dalam kasus-kasus tertentu, untuk kepentingan tertentu, bisa jadi kelas diliburkan untuk kegiatan ekstrakurikuler seperti pada acara pergantian pengurus OPPM, penerimaan tamu, pekan perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy, dan apel tahunan. Dengan meliburkan kelas untuk kepentingan tertentu, itu menandakan bahwa derajat intrakurikuler dan ekstrakurikuler sama (seimbang).

Integrasi intrakurikuler dengan ekstrakurikuler dapat dilihat dari aspek pengembangan potensi santri, baik dalam ubudiyah, mental, sosial, maupun intelektual. Santri memperoleh pelajaran agama 100 persen dan pelajaran umum 100 persen. Dua hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah karena seluruh santri berada dalam kampus selama 24 jam per hari yang terintegrasikan pada tri pusat pendidikan; rumah, sekolah, dan masyarakat dengan dilandasi oleh falsafah hidup pondok yang secara tidak sadar telah diajarkan oleh guru di dalam kelas melalui mata pelajaran agama dan umum yang kemudian diterapkan oleh seluruh santri pada kehidupan sehari-hari. Misalkan, pelajaran muthala’ah, mahfudzat, dan hadis mengajarkan tentang akhlaqul karimah, sedangkan pelajaran bahasa Inggris mengajarkan tentang kedisiplinan, dan lain sebagainya. Dengan demikian, tujuan pembelajaran di Gontor dapat tercapai sesuai yang diinginkan atau diarahkan.

Tujuan pembelajaran di Pondok Modern Darussalam Gontor adalah mencetak santri yang mukmin, taat menjalankan dan menegakkan syariat Islam, berbudi tinggi, berbadan sehat, berpikiran bebas, serta berkhidmat kepada bangsa dan negara, serta bukan untuk mencari ijazah atau gelar.

Oleh: Mochamad Lutfi Andriansa

Sumber

Dari beberapa definisi tentang kurikulum tersebut, maka dapat difahami bahwa pengembangan kurikulum dapat diartikan sebagai: kegiatan menghasilkan kurikulum; atau (2) proses mengaitkan suatu komponen dengan yang lainnya untuk menghasilkan kurikulum yang lebih baik dan/atau (3) kegiatan penyusunan (desain), pelaksanaan, penilaian dan penyempurnaan kurikulum.

Dalam realitas sejarahnya, pengembangan kurikulum tersebut ternyata mengalami perubahan-perubahan paradigma, walaupun dalam beberapa hal tertentu paradigma sebelumnya masih tetap dipertahankan sampai sekarang. Hal ini dapat dicermati dari fenomena sebagai berikut: (1) perubahan dari tekanan pada hafalan dan daya ingat tentang teks-teks dari ajaran-ajaran agama Islam, serta disiplin mental spiritual sebagaimana pengaruh dari timur tengah, kepada pemahaman tujuan, makna dan motivasi beragama Islam untuk mencapai tujuan pembelajaran, (2) perubahan dari cara berfikir tekstual dalam memahami dan menjelaskan ajaran-ajaran dan nilai-nilai agma Islam; (3) perubahan dari tekanan pada produk atau hasil pemikiran keagamaan Islam dari para pendahulunya kepada proses atau metodologinya sehingga menghasilkan prodak tersebut; dan (4) perubahan dari pola pengembangan kurikulm yang hanya mengandalkan pada para pakar dalam memilih dan menyusun isi kurikulum kearah keterlibatan yang luas dari pakar, guru, peserta didik, masyarakat untuk mengidentifikasi tujuan dan cara-cara mencapainya.

Kurikulum merupakan konsep Studi yang luas. Banyak teori tentang kurikulum. Beberapa teori yang menekankan pada rencana, yang lain pada inovasi, pada dasar-dasar pilosofis dan pada konsep-konsep yang diambil dari ilmu perilaku manusia. Secara sederhana teori kurikulum dapat diklasifikasikan atas teori-teori yang lebih menekankan pada isi kurikulum, pada situasi pendidikan serta pada organisasi kurikulum.

Penekanan pada isi kurikulum. Strategi pengembangan yang menekankan pada isi, merupakan yang paling lama dan banyak dipakai, tetapi juga terus mendapat penyempurnaan atau pembaharuan. Sebab-sebab yang mendorong pembaharuan ini adalah: Pertama, karena didorong oleh tuntutan untuk menguatkan kembali nilai-nilai moral dan budaya dari masyarakat. Kedua, karena perubahan dasar filosofis tentang struktur pengetahuan. Ketiga, karena adanya tuntutan bahwa kurikulum harus berorientasi pada pekerjaan.
Faktor tersebut tidak timbul dari atau tidak ada hubungannya dengan persekolahan, tetapi sangat mempengruhi perkembangan kurikulum. Pengaruh terhadap pengembangan kurikulum umpamanya, penguatan kembali nilai-nilai moral dan budaya akan meminta perhatian yang lebih besar pada kumpulan ilmu pengetahuan masa lalu, orientasi kepada pekerjaan akan lebih banyak melihat kemasa depan, sedangkan titik tolak pada pandangan filosofis akan lebih menekankan pada disiplin-disiplin keilmuan.

Pengembangan kurikulum yang menekankan pada isi bersifat material centered. Kurkulum ini memandang murid sebagai penerima resep yang pasif. Anak dianggap sebagai bahan kasar yang tidak berdaya. Salah satu atribut organisasi kurikulum yang didasarkan pada pengetahuan, memungkinkan pengembangan dalam jumlah besar.

Penekanan pada situasi pendidikan. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah dimana, bersifat khusus, sangat memperhatikan dan disesuakan dengan lingkungannya. Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. Kurikulum yang menekankan pada situasi pendidikan akan sangat beraneka, dibandingkan dengan kurikulum menekankan isi. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. Kurikulum ini ruang lingkupnya sempit, masa pengembangannya juga relatif lebih singkat dari pada desiminasinya.

Penekanan pada organisasi. Tipe kurikulum ini sangat menekankan pada proses belajar mengajar. Meskipun dengan berbagai perbedaan dan pertentangan, umpamanya antara konsep sistem instruksional (pengajaran program, pengajaran modul, pengajaran dengan bantuan komputer) dengan konsep pengajaran (perkembangan) dari Bruner dan Jean Piaget, keduanya sangat mempengaruhi perkembangan kurikulum tipe ini.

Perbedaan yang sangat jelas antara kurikulum yang menekankan pada organisasi dengan yang menekankan pada isi dan situasi, adalah memberikan perhatian yang sangat besar kepada si pelajar atau siswa.

Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang

Download Presentasi Pengembangan Kurikulum
KLIK DI SINI

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.