Arsip

Media Pembelajaran

Media berasal dari bahasa latin “medium” yang berarti perantara. Media juga disebut sebagai alat peraga, audio visual, , instruksional material atau sekarang ini media lebih dikenal denagn media pembelajaran atau media instruksional. Menurut Ibrahim (19 : 4) media adalah segalah sesuatu yang dapat dipakai untuk memberikan rangsangan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Media pengajaran menurut Hamalik (1989 : 23) adalah alat, method edan tehnik yang digunakan dalam rangka mengaktifkan komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar disekolah.
Manfaat pengguanaan media didalam kelas sangatlah jelas. Media tidak hanya populer dan menarik pada kalanagan semua umur utnuk meningkatakan minat dalam mempelajari bahasa, namun juga memunculkan variasi dalam situasi proses belajar mengajar.

Dalam menggunakan media guru harus mempertimbangkan usia siswa yang akan disjar. Demikian juga tingkat intelektual, tingkat kemampuan berbahasa, dan latar belakang sosial budayanya. Isi materi pada media tersebut juga harus sesuai dan relevan denagn minat siswa (Yunus, 1981:1). Sadiman mjuga mengungkapkan bahwa penggunaan media perlu memperhatikan penempatannya agar dapat diamati dengan baik oleh seluruh siswa (1986:203).

Peranan media pembelajaran menurut Sadiman (1986:203) adalah antara lain:
1. menghemat waktu proses belajar mengajar
2. memudahkan pemahaman
3. menungkatkan perhatian siswa
4. mempertinggi daya ingat siswa

Selain itu Supadi (1983 : 203) mengutip fungsi media dari ensiklopedia penelitian pendidikan sebagai berikut:
1. memperbesar perhatian siswa
2. Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajara karena akan membuat pembelajaran menjadi mantap meletakkan dasar-dasar yang kongkrit untuk berfikir dan mengurangi verbalisme
3. memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menimbulkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa
4. membantu tumbuhnya pengertian dan kemampuan berbahasa
5. memberikan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain serta keragaman dalam belajar

Media terbagi atas tiga macam, antara lain: audio, visual, audio-visual. Media kartu termasuk media visual seperti halnya media gambar dan materi-materi lain yang dapat dilihat. Media kartu termasuk salah satu media sederhana yang dapat dengan efektif membantu proses belajar, terutama belakjar bahasa. Dimana dengan adanya kartuyang berisikan tulisan atau gambar-gambar akan meningkatkan minat dan motifasi siswa dalam belajar.

Pada penggunaan media kartu, kita mengenal salah satu model kartu yang populer yaitu “flashcards” Flashcard adalah kartu yang berisikan gambar, kata, phrase dan lain-lain,. Kartu ini dikenal dengan nama flash yang berarti secepat kilat, karena penggunaan kartu ini adalah denagn cara memperlihatkan apa yang ada diatas kartu dengan cepat (flash).

Secara umum media pengajaran mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitas, sehingga mempermudah siswa dalam memahami pesan tersebut.
2. Mengatasi keterbatasan ruang waktu dan daya indera.
3. Menarik perhatian siswa dalam proses belajar mengajar.
4. Menimbulkan gairah belajar pada siswa.
5. Memungkinkan terjadinya interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.
6. Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
7. Mempersamakan pengalaman dan persepsi antar siswa dalam menerima pesan.
Berdasarkan batasan-batasan mengenai batasan media di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media pengajaran segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pendidikan dari pengirim pesan atau guru kepada penerima pesan (siswa) dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar yang mempermudah siswa dalam memahami pesan.
Menurut Oemar Hamalik, manfaat dari penggunaan media dalam proses belajar mengajar adalah:
1. Meletakkan dasar-dasar yang konkret dalam berfikir dan mengurangi verbalisme
2. Memperbesar perhatian siswa dalam proses belajar mengajar
3. Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan proses belajar mengajar dan membuat pelajaran yang mantap
4. Menumbuhkan pemikiran yang teratur, lentur dan kontinue terutama melalui gambar hidup membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa
5. Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar.

Daftar Rujukan:
1. Soetomo, Dasar-dasarInteraksi Belajar Mnegajar, Usaha Nasional, Surabaya, 1993, hlm 197-198
2. Nana Sudjana, M edia Pengajaran, Sinar Baru, Bandung,1989, hal. 4
3. Azhar Arsad, Media Pengajaran, P.T. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1997, hlm. 15.

Dalam memilih media pembelajaran sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:
1. Ketepatannya dengan tujuan pembelajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruktional yang telah ditetepkan.
2. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran, bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah difahami.
3. Kemudahan memperoleh media, media yang diperlukan mudah diperoleh, setidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar.
4. Keterampilan guru dalam menggunakannya, guru mampu menggunakannya, dengan baik dalam proses belajar mengajar.
5. Tersedia waktu untuk menggunakannya.
6. Sesuai dengan taraf berfikir siswa, memilih media pembelajaran sesuai dengan taraf berfikir siswa sehingga makna yang terkandung di dalamnya dapat difahami oleh siswa.
Dengan kriteria pemilihan media di atas, guru akan lebih mudah menggunakan media mana yang dianggap tepat untuk membantu dalam proses belajar mengajar sehingga dengan adanya media yang tepat dapat melaksanakan proses belajar mengajar dengan efektif dan efisien.

Daftar Rujukan KLIK DI SINI

Ada beberapa jenis media pengajaran yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar, antara lain :
a. Media Grafis
Media grafis adalah media visual. Dalam media ini, pasan yang akan disampaikan dapat dituangkan dalam bentuk simbol. Oleh karena itu simbol-simbol yang digunakan perlu difahami benar artinya, agar dalam penyampaian materi dalam proses belajar mengajar dapat berhasil secara efektif dan efisien.
Media grafis berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan apabila tidak digrafiskan, misalnya: pelaksanaan shalat atau tentang konsep sifat wajib, mustahil bagi Allah, dan konsep lainnya.
Media grafis selain sederhana dan mudah pembuatannya, media grafis juga termasuk media yang relatif murah ditinjau dari segi biayanya. Adapun jenis-jenis media grafis, antara lain:
1. Gambar/Foto
Media gambar adalah media yang paling umum dipakai. Gambar/Foto merupakan bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dinikmati di mana-mana. Sebagaimana pepatah Cina mengatakan “sebuah gambar berbicara lebih banyak daripada seribu bahasa”. Dalam penggunaan media pembelajaran ini, gambarnya harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai.
2. Sketsa
Sketsa adalah gambar yang sederhana, atau draf kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa detail. Karena setiap orang yang normal dapat diajar menggambar, maka setiap guru yang baik haruslah dapat menuangkan ide-idenya dalam bentuk sketsa. Sketsa, selain dapat menarik perhatian siswa, menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan, harganya pun tak perlu dipersoalkan karena media dibuat guru langsung.
3. Diagram
Diagram adalah suatu gambar sederhana yang dirancang untuk menggambarkan hubungan timbal balik, yang menggunakan garis-garis dan simbol-simbol. Diagram biasanya menggambarkan struktur dari obyeknya secara garis besar, menunjukkan hubungan yang ada antar komponennya atau sifat-sifat proses yang ada di situ.
4. Bagan
Bagan seperti halnya media grafis yang lain yaitu termasuk media visual. Fungsinya yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi. Pesan yang disampaikan biasanya berupa ringkasan visual suatu proses, perkembangan atau hubungan-hubungan penting.

5. Grafik
Grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, grafis atau gambar. Untuk melengkapinya seringkali simbol-simbol verbal digunakan pula di situ. Fungsinya adalah untuk menggambarkan data secara kuantitatif dan teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas.
6. Kartun
Kartun sebagai salah satu bentuk komunikasi grafis, yaitu suatu gambar interpretatife yang digunakan simbol-simbol untuk menyampaikan sesuatu pesan secara cepat dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang situasi, atau kejadian-kejadian tertentu. Kemampuannya besar sekali untuk menarik perhatian, mempengaruhi sikap atau tingkah laku. Kartun biasanya hanya menangkap esensi pesan yang harus disampaikan dan menuangkannya ke dalam gambar sederhana, tanpa detail menggunakan simbol-simbol serta karakter yang mudah dikenal dan dipahami dengan cepat.

b. Media Audio
Media audio berbeda dengan media grafis, media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam lambang-lambang auditif, baik verbal maupun non verbal. Ada beberapa jenis media yang dapat dikelompokkan dalam media audio, antara lain:
a. Radio
Radio adalah media audio yang programnya dapat direkam dan diputar sesuka kita. Media ini relatif murah dan variasi progamnya lebih banyak dan bisa dipindah-pindah dan dapat digunakan bersama-sama.
b. Alat Perekam Pita Magnetic (tape recorder)
Alat perekam pita magnetic atau tape recorder adalah salah satu media pembelajaran yang tidak dapat diabaikan untuk menyampaikan informasi, karena mudah menggunakannya.
b. Laboratorium Bahasa
Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan jalan menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya. Media ini yang dipakai adalah alat perkam.

c. Media Proyeksi Diam
Media proyeksi diam (still proyektif medium) mempunyai persamaan dengan media grafis dalam arti menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Untuk itu bahan-bahan grafis banyak sekali dipakai dalam media proyeksi diam. Perbedaan antara media grafis dan proyeksi diam, yaitu pada media grafis dapat secara langsung berinteraksi dengan pesan media bersangkutan, pada media proyeksi diam pesan yang terkandung di dalamnya harus diproyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihat oleh sasaran. Dalam proyeksi diam ini semua menggunakan transparan yang kemudian diproyeksikan menggunakan proyektor.

Daftar Rujukan KLIK DI SINI

Kata media merupakan bentuk jamak dari medium yang berarti perantara, sedangkan menurut istilah adalah wahana pengantar pesan. Beberapa teknologi pengajaran, banyak memberikan batasan definisi tentang media pengajaran, diantaranya:
1. Menurut AECT (Association of Education end Communication Tecnonology) memberi batasan mengenai media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi.
2. Menurut NEA (National Education Assocation) menyatakan bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Dan hendakanya dapat dimanupulasi, dilihat, didengar dan dibaca.
3. Gagne menyatakan bahwa, media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.
4. Briggs berpendapat, media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar, misalnya buku, film bingkai, kaset dan lain-lain.
Perkembangan selanjutnya Martin dan Briggs (1986) memberikan batasan mengenai media pembelajaran yaitu mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan siswa.
Kesimpulan dari berbagai pendapat di atas adalah:
1. Media adalah wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan kepada penerima pesan tersebut
2. Bahwa materi yang ingin disampaikan adalah pesan instruksional
3. Tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar pada penerima pesan (anak didik)
Berdasarkan beberapa batasan tentang media pengajaran, maka dapat dikemukakan ciri-ciri umum yang terkandung dalam media pengajaran, antara lain:
1. Media pembelajaran memiliki pengertian fisik yang dewasa ini dikenal sebagai hardware (perangkat keras), yaitu sesuatu yang dapat dilihat, didengar atau diraba dengan panca indera.
2. Media pembelajaran memiliki pengertian non fisik yang dikenal sebagai soft ware (perangkat lunak), yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang meupakan isi yang ingin disamapaikan kepada siswa.
3. Penekanan media pembelajaran terdapat pada visual dan audio.
4. Media pembelajaran memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar baik dalam kelas maupun di luar kelas.
5. Media pembelajaran digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.
6. Media pembelajaran dapat digunakan secara massa (misalnya: radio, televisi) kelompok besar dan kelompok kecil (misalnya: slide, film, vidio,OHP) atau perorangan (misalnya: modul, komputer, radio, tape/kaset video recorder).
7. Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan suatu ilmu.
Jadi dari batasan-batasan dan ciri-ciri umum di atas media pengajaran berupa hard ware dan soft ware dan bisa dilihat serta didengar dan juga bisa membantu guru untuk memperlancar dalam proses belajar mengajar sehingga terjadi komunikasi dan interaksi edukatif. Dan membantu mempermudah siswa dalam memahami pesan yang disampaikan oleh guru.

Daftar Rujukan KLIK DI SINI

Bapak/ibu guru sejarah sekalian, berikut saya muat MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH sebagai upaya kita untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah. semoga media pembelajaran ini bermanfaat bagi kita semua. selamat mendownload !

Materi Sejarah Kls X, silahkan klik

Materi Sejarah Kelas XI, silahkan klik

Materi Sejarah Kelas XII IPS semester 1, silahkan klik

Materi SejarahKelas XII IPS semester 2, silahkan klik

sumber

Beberapa waktu lalu saya sempat membaca bukunya pak Munif Chatib, Gurunya Manusia. Buku yang sangat bagus bagi saya, saya mendapatkan beberapa pencerahan tentang hakikat seorang guru yang sesungguhnya. Meskipun banyak sekali falsafah dan prinsip yang belum dapat atau belum saya aplikasikan dalam aktivitas saya sebagai guru.

Di antara beberapa referensi bagus yang saya ketahui adalah soal musik yang dapat dijadikan pengantar, pengiring, saat proses belajar mengajar (PBM) berlangsung mulai dari siswa masuk sampai pelajaran berakhir. Menurut saya musik memang bisa bermanfaat untuk mengeliminir suara bising yang kontraproduktif dengan aktivitas belajar. Apalagi jika di setiap kelas tersedia alat pengeras suara (meskipun diperdengarkannya tidak perlu keras) yang memadai untuk dijadikan media bagi siswa untuk enjoy dalam ruang belajarnya. Semoga ruang kelas di sekolah-sekolah mau menyediakan, toh biaya tidak perlu mahal. Kalau tidak sanggup guru dapat memanfaatkan speaker hp-nya untuk dijadikan pengganti alat tersebut. Untuk hp saya merekomendasikan hp lokal (atau made in China) yang biasa memiliki speaker yang cukup nyaring, dan harganya jelas cukup terjangkau.

Berikut kutiban dari buku tersebut:

1. Siswa masuk kelas:

- Sonata for two Pianos in D by Mozart

– Paganini for two by Nicoa Paganini

– The Universal (The Great Escape) by Blur

2. Saat PBM berlangsung:

* Saat Guru presentasi:

- Canon in D by Johan Pachelbel

– Adagio in G minor by Tomaso Albioni

– Symphony No 38 by Mozart

– Overtime (Guaranteed) by Mark King and Group

* Saat Siswa melakukan aktivitas:

- Mediterrano (The Seventh Heaven) by GOVI

– Rising in Love (The Seventh Heaven) by GOVI

– Walking on Clouds (The Seventh Heaven) by GOVI

* Saat siswa melakukan relaksasi

- Nocturne in E Flat Major by Frederic Chopin

– Pachelbel’s Canon in D by Mountain Picture

– Symphony no 6 by Ludwig Van Beethoven

– The Four Season by Antonio Vivaldi

– Water music by George Friedrich Handel

3. Saat PBM selesai

- We are the Champion by Queen

– Theme Tube to the Lion King

– Celebration by Fun Factory

Selain yang direkomendasikan katanya banyak lagi musik-musik yang dapat dipilih untuk dijadikan pengiring PBM. Kalau soal musik saya blank sama sekali, bagaimana memilih musik yang pas yang sesuai dengan aktivitas belajar siswa. Barang kali ada rekan pembaca bisa memberikan referensi untuk menentukan pilihan, dan syukur-syukur ada yang memberikan link gratis musik-musik yang saya maksud.

sumber

Aktivitas mencari animasi kimia bagi siswa atau guru merupakan aktivitas yang cukup sekali saja kita lakukan, dengan catatan setelah kita mengunduh (donwload) selanjutnya kita tinggal membuka hasil downloadan tadi untuk digunakan lagi lain waktu. Animasi kimia dalam bahasa Indonesia jumlahnya tidak banyak, sedangkan orang yang mau berbagi kebanyakan menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu dalam pencarian kita juga mesti menggunakan bahasa Inggris. Jadi kata kunci yang dapat digunakan misalnya “chemistry animation”. Berikut screenshoot hasil pecarian menggunakan search engine google.

Deretan hasil pencarian tadi adalah animasi-animasi sangat bagus yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung menjelaskan pelajaran kimia di sma, meskipun untuk halaman pencarian berikutnya masih banyak memberikan hasil bagus. Saya bersyukur sudah mengoleksinya untuk saya manfaatkan di sela pembelajaran saya lakukan bersama siswa saya. Memang tidak semua bisa digunakan sesuai kurikulum yang digunakan di Indonesia tapi kita justru akan mendapatkan informasi lebih banyak dan lebih baik.

Seperti koleksi animasi pada web http://www.chem.iastate.edu/group/Greenbowe/sections/projectfolder/animationsindex.htm. Semua animasi sudah terindeks sesuatu pokok bahasannya. Mantap kan? Tinggal pakai saja. Mau membuat sendiri kalau bisa sih bagus, tapi itu perlu tenaga ekstra dan kemahiran dalam membuat animsi-animasi seperti itu. Jadi kenapa tidak kita pakai yang ada, dan kalau ada waktu kita dapat memodifikasinya.

Oh yah kalau kesulitan mendownload animasi yang kebanyakan berformat flash (swf) sebaiknya menggunakan browser firefox dengan menambahkan extension (add on) flash and video download. Bagaimana cara menggunakannya: buka web yang mengandung file swf (animasi) kemudian klik panah menghadap ke bawah di pojok kanan bawah web browser firefox dan klik lagi nama file animasi tersebut, maka secara otomatis file animasi tersebut akan terdownload secara otomatis.

Sedangkan untuk membuka file animasi dengan format swf, saya rekomendasikan menggunakan flash player standalone ini. Aplikasi ini sangat ringan dan bisa digunakan untuk memainkan animasi secara mandiri (stand alone).

Selamat berburu animasi kimia, mari gunakan yang sudah tersedia untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pelajaran kimia.

sumber

Dalam pembelajaran bahasa, baik bahasa arab atau bahasa inggris, penggunaan media sangat dibutuhkan agar pembelajaran tersebut tidak membosankan dan menjadi aktivitas yang menyenangkan. Kanyataan di lapangan menunjukkan bahwa aktifitas pembelajaran bahasa arab kurang bervariasi dari pada pembelajaran bahasa asing lainnya. Hal ini tidak hanya disebabkan adanya asumsi bahwa belajar bahasa arab sebagai bahasa asing untuk bisa mempergunakannya secara aktif hanya bisa dilakukan di negara arab tetapi juga penggunaan metode pembelajaran yang sudah ketinggalan dari metode pembelajaran bahasa asing lainnya.

Praktek pengajaran bahasa arab di pesantren atau tsanawiyah, aliyah, IAIN dan lain-lain pada umumnya masih menitik beratkan pada metode gramatika terjemah. Hal ini terbukti dengan pembelajaran yang menekankan pada keterangan kaidah-kaidah tata bahasa, menterjemah bahasa Arab ke dalam bahasa pelajar tapi tidak sebaliknya, latihan secara lisan tidak diberikan dan belum menggunakan alat-lat peraga audio-visual .

Dalam pembelajaran bahasa, salah satu media yang bisa digunakan adalah media audio visual. Nana Sudjana dan Ahmad Rivai mengatakan bahwa pemanfaatan media audio dalam pengajaran terutama digunakan dalam: pertama, pengajaran music literary (pembacaan sajak) dan kegiatan dokumentasi. Kedua, pengajaran bahasa asing, baik secara audio ataupun secara audiovisual. Ketiga, pengajaran melalui radio atau radio pendidikan. Keempat, paket-paket belajar untuk berbagai jenis materi, yang memungkinkan siswa dapat melatih daya penafsirannya dalam suatu bidang studi .
Dengan menggunakan media Gambar (visual) pengalaman belajar yang diperoleh siswa akan semakin bertambah. Siswa tidak hanya mendapat keterangan berupa kata-kata tapi mendapat pengalaman nyata dari visual yang di tampilkan. Amir Hamzah Sulaeman menyebutkan bahwa alat-alat visual tidak saja menghasilkan cara belajar yang efektif dalam waktu singkat, tetapi apa yang diterima melalui alat-alat visual lebih lama dan lebih baik tinggal dalam ingatan .
Karena kekurangan fasilitas pembelajaran yang dimiliki oleh Madrasah Tsanawiyah Al-ma’arif 01 maka guru mencoba menggunakan media visual yang berupa gambar dalam pembelajaran bahasa arab. Dengan media ini diharapkan suasana pembelajaran tidak membosankan dan menjadi lebih menarik sehingga bisa menumbuhkan minat siswa untuk belajar pelajaran tersebut dan yang lebih penting adalah tercapainya tujuan KBM dan kurikulum.

Dari latar belakang masalah diatas maka penulis mengambil penelitian dengan judul “Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Minat Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas VII E MTs Al-Ma’arif 01 Singosari Malang”.

DOWNLOAD LENGKAP PTK DI SINI

Media pembelajaran sangat beraneka ragam. Berdasarkan hasil penelitian para ahli, ternyata media yang beraneka ragam itu hampir semua bermanfaat. Adapun macam-macam pembelajaran adalah : a) Media visual, b) Media audio, c) media proyeksi diam, d). Media audio visual, e) Media cetakan Sadiman (1986). Bertitik tolak pada pembagian macam-macam media pengajaran diatas., maka penulis meneliti 2 (dua) macam media pembelajaran yang sesuai dan tersedia di daerah penelitian. Adapun media pembelajaran tersebut:
1. Media visual
Media visual termasuk media grtafis, yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dan sumber ke penerima pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Pengertian media visual adalah :“gambar yang secara keseluruhan dari sesuatu yang dijelaskan ke dalam suatu bentuk yang dapat divisualisasikan (Suparto, 1982). Dari macam-macam media visual tersebut diatas, ada tiga macam media visual yang sesuai dengan kegiatan mata pelajaran sejarah yaitu :
a. Gambar/Foto
Gambar / foto merupakan media yang paling umum dipakai. Gambar merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana.
b. Bagan/Chart
Bagan chart termasuk media grafik dan bagan merupakan suatu penyajian diagramatik. Dimana bagan dapat diartikan sebagai suatu lambang visual (visual syabel) untuk mengikhtiarkan, membandingkan dan mempertentangkan kenyataan atau kenyataan-kenyataan (Soeparto, 1983).
c. Peta dan Globe
Globe merupakan lukisan dari permukaan bumi yang diperkecil, sehingga menyerupai dari bentuk aslinya. Pada dasarnya peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data dan lokasi (Sadiman, 1986)

2. Media Cetak
Media cetak pada kenyataan meliputi bahan bacaan di Indonesia. Bahan bacaan masih sedikit jumlahnya bila dilihat dari kebutuhan. Lagipula kecendrungan dan rangsangan untuk membacapun masih kurang. Padahal kegiatan membaca merupakan suatu yang cukup penting artinya bagi kita/siswa. Dengan membaca secara teratur kita/siswa dapat menyerap gagasan, teori, analisis atau penemuan orang lain. Dan lewat kegiatan pembaca pula orang dapat mengikuti setiap perkembangan baru yang terjadi. Selain meliputi bahan bacaan, media cetakan menampilkan simbol-simbol tertentu. Media cetak pada dasarnya hanya menampilkan simbol-simbol tertentu yaitu huruf (simbol bunyi) (Ali, 1984). Dari macam-macam media cetakan tersebut di atas, penulis mengambil 3 (tiga) macam antara lain :
a. Buku
Buku adalah merupakan sarana yang penting bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Karena pada hakekatnya penggunaan media buku dalam proses belajar mengajar adalah bertujuan untuk mempermudah siswa belajar (Purwodarminto, 1986).
b. Majalah
Membaca majalah berarti mempelajari hasil karya tulis para ahli menurut bidangnya. Membaca majalah adalah merupakan suatu cara atau sesuatu sarana untuk memelihara tingkat pengetahuan sendiri serta untuk menambah pengetahuan baru. Majalah merupakan sarana untuk menggugah minat siswa terhadap suatu masalah pada masa lampau atau masa sekarang. Majalah ini memuat aneka peristiwa baik tentang pengembangan di bidang pendidikan, juga memuat tentang artikel-artikel mengenai peristiwa sejarah pada masal lampau. Hal ini merupakan bahan penunjang bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
c. Surat kabar atau koran
Sedangkan surat kabar juga merupakan sarana penunjang mata pelajaran sejarah, karena surat kabar merupakan suatu cara untuk menambah pengetahuan baru bagi siswa.

Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.