Arsip

Pendidikan Anti Korupsi

Dalam rangka kampanye pemberantasan korupsi sekaligus upaya pencegahan korupsi sedini mungkin, Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) akan memasukkan kurikulum anti-korupsi di sekolah-sekolah. Rencananya, pendidikan anti-korupsi akan mulai diajarkan di sekolah formal mulai Juli 2011. Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan Nasional, M Nuh dan Pelaksana tugas Ketua KPK, Haryono Umar di Kantor KPK Jakarta, pada 6 September 2010 lalu. Upaya pencegahan korupsi tak kalah penting dengan pemberantasan korupsi untuk menyiapkan program pendidikan antikorupsi sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Kemdiknas dan KPK telah sepakat membentuk tim kecil guna menyusun kurikulum ataupun metodologi pendidikan antikorupsi. Kurikulum dan model-model pendidikan antikorupsi akan disusun untuk membentuk pola pikir bahwa kini bukan lagi jamannya korupsi. Pendidikan anti-korupsi akan diajarkan mulai jenjang pendidikan prasekolah, hingga perguruan tinggi. Dalam kurikulum yang akan disusun itu juga akan dimungkinkan peran serta dan keterlibatan masyarakat dalam pendidikan antikorupsi.

KPK pun mendukung penuh upaya kampanye antikorupsi di sekolah formal. Tak hanya untuk materi pendidikan, KPK juga akan membuka pusat pelaporan gratifikasi di Kemdiknas. “Melalui kerjasama dengan Mendiknas, KPK juga akan membuka pusat pelaporan untuk percepatan pelaporan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Pejabat/Penyelengara Negara),” ujar Wakil Ketua Wakil Ketua KPK Haryono Umar.



Pengembangan pendidikan Anti KKN melalui pembiasaan perilaku di sekolah dimaksudkan untuk menciptakan atmosfir dan menumbuhkan budaya Anti KKN di lingkungan sekolah. Melalui pembiasaan perilaku akan terjadi pengulangan perilaku secara terus menerus dalam kurun waktu yang lama, sehingga perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang tersebut lambat laun secara pasti akan membiasa dan membudaya dalam kehidupan sehari-hari.

Bold
Panduan Lengkap Download DI SINI

Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang

Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com www.arminaperdana.blogspot.com

Pada prinsipnya pengintegrasian nilai-niali dan perilaku Anti KKN bisa dilakukan ke semua mata pelajaran. Namun pada tahap awal pengintegrasian dilakukan kepada tiga mata pelajaran yang dipandang paling relevan, yaitu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia. Jika dipandang efektif, ke depan model pengintegrasian ini dapat dijadikan acuan untuk mengintegrasikan pada seluruh mata pelajaran.

Berikut ini merupakan Panduan Pendidikan Anti KKN yang diintegrasikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia..

Panduan Lengkap Download DI SINI

Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang

Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com www.arminaperdana.blogspot.com


Pengembangan Pendidikan Anti KKN dalam kegiatan kesiswaan dimaksudkan untuk mendorong terjadinya internasilasi nilai dan tumbuhnya sikap dan perilaku Anti KKN melalui aktivitas dan pengalaman nyata siswa. Pada prinsipnya semua kegiatan kesiswaan secara instrinsik mengandung muatan nilai dan perilaku Anti KKN dengan kadar yang berbeda. Namun jika tidak dikembangkan secara sengaja dan terencana tidak akan dapat tumbuh dan berkembang secara efektif.

Kegiatan kesiswaan yang dimaksud baik kegiatan kesiswaan yang selama ini sudah ada dan dilaksanakan maupun yang baru akan diadakan dan dilaksanakan, baik yang dilaksanakan secara rutin maupun insidental. Beberapa kegiatan kesiswaan tersebut diantaranya adalah: (a) Kepengurusan OSIS; (b) Pramuka; (c) Kopsis; (d) PMR; (e) Majalah Dinding atau Majalah Sekolah/Siswa; (f) Peringatan Hari-hari Besar Nasional dan Keagamaan; (g) Pentas Seni; (h) Pertandingan Olahraga, dan sebagainya.

Panduan Lengkap Download DI SINI

Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang

Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com www.arminaperdana.blogspot.com


Pada prinsipnya pengintegrasian nilai-niali dan perilaku Anti KKN bisa dilakukan ke semua mata pelajaran. Namun pada tahap awal pengintegrasian dilakukan kepada tiga mata pelajaran yang dipandang paling relevan, yaitu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia. Jika dipandang efektif, ke depan model pengintegrasian ini dapat dijadikan acuan untuk mengintegrasikan pada seluruh mata pelajaran.

Berikut ini merupakan Panduan Pendidikan Anti KKN yang diintegrasikan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN)..

Panduan Lengkap Download DI SINI

Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang

Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com www.arminaperdana.blogspot.com

Pada prinsipnya pengintegrasian nilai-niali dan perilaku Anti KKN bisa dilakukan ke semua mata pelajaran. Namun pada tahap awal pengintegrasian dilakukan kepada tiga mata pelajaran yang dipandang paling relevan, yaitu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia. Jika dipandang efektif, ke depan model pengintegrasian ini dapat dijadikan acuan untuk mengintegrasikan pada seluruh mata pelajaran.

Berikut ini merupakan Panduan Pendidikan Anti KKN yang diintegrasikan pada mata pelajaran Agama Islam..

Panduan Lengkap Download DI SINI

Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang

Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com www.arminaperdana.blogspot.com


Salah satu masalah yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah semakin maraknya perilaku Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) baik di kalangan penyelenggara negara, Dunia Usaha, maupun masyarakat pada umumnya. Telah banyak upaya pemerintah yang dilakukan untuk memberantas perilaku KKN. Pemberantasan perilaku KKN memang harus dilakukan secara terpadu oleh semua pihak. Penanaman kembali nilai dan sikap serta pembudayaan perilaku Anti KKN melalui pendidikan adalah hal yang amat strategis untuk mempersiapkan genarasi bangsa Indonesia di masa depan yang tangguh, bermartabat, serta berperilaku terpuji.

Sebagai bentuk partisipasi nyata dunia pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bermaksud untuk mengembangkan model Kurikulum Pendidikan Anti KKN di Sekolah. Dalam jangka panjang model ini akan dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan gerakan Anti KKN di Sekolah secara lebih luas. Panduan pelaksanaan ini disusun untuk dijadikan pedoman bagi sekolah dalam mengembangkan pelaksanaan Pendidikan Anti KKN yang sesuai dengan potensi dan kondisi nyata masing-masing sekolah.

Agar pelaksnaan Pendidikan Anti KKN di Sekolah dapat berjalan efektif dan efisien diperlukan dukungan dan dorongan dari semua pihak. Untuk itu partisipasi nyata dari pihak-pihak lain di luar dunia pendidikan sangat diperlukan. Semoga upaya ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat, bertaqwa, cerdas, dan berkesejahteraan…

Panduan Lengkap Download DI SINI

Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang

Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com www.arminaperdana.blogspot.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.