Semantik Kondisi Kebenaran

Artikel pendidikan ini berusaha menjelaskan tentang Semantik Kondisi Kebenaran. Diharapkan makalah pendidikan/artikel pendidikan singkat ini memberi pemahaman tentang Semantik Kondisi Kebenaran sehingga memberi referensi tambahan bagi penulis makalah pendidikan atau pegiat penelitian yang bertema Semantik Kondisi Kebenaran
————–


Semantik Kondisi Kebenaran (SKK)
Teori SKK ini diperkenalkan oleh seorang ahli logika bernama Traski. Sampai sekarang teori ini dipelajari secara meluas oleh para filusuf (Kempson, 1977). Dalam teori ini, Traski mengemukakan sebuah postulat, bahwa makna suatu pernyataan dapat diperikan dengan kondisi kebenaran. Sebuah pernyataan mempunyai arti bila ada kondisi kebenaran yang menjamin kebenaran pernyataan itu. Jika kondisi kebenaran itu tidak ada, maka pernyataan itu tidak bermakna apa-apa (Wahab, 1999a). Dalam melogikan teorinya, Traski menggunakan rumus sebagai berikut.

(1) S benar, jika dan hanya jika P
Di mana S adalah makna kalimat dan P merupakan kondisi yang dapat menjamin kebenaran kalimat itu (Kempson, 1977). Contoh klasik yang dijadikan ilustrasi oleh Traski dalam menjelaskan rumus tersebut adalah:

(2) Snow is white benar, jika dan hanya jika salju itu putih
Kalimat tersebut memiliki kondisi kebenaran makna (truth condition), karena memang salju tersebut hanya berwarna putih, tidak ada salju yang berwarna selain putih. Berbeda dengan kalimat berikut ini.

(3) Kuning itu warna pelangi.
Kalimat (3) tersebut bila dilihat dari ‘kaca mata’ Traski, jelas tidak memiliki kebenaran makna. Hal ini karena kalimat (3) tersebut tidak memiliki kondisi yang menjamin kebenaran pernyataan tersebut. Artinya, bahwa pelangi itu berwarna selain warna kuning, yakni berwarna biru, merah, dan hijau.

Formula atau postulat yang dikemukakan oleh Traski tersebut dianggap masih memiliki kelemahan. Kelemahan pertama berkaitan dengan kondisi yang dipakai untuk menjamin kebenaran suatu pernyataan. Kelemahan kedua terletak pada pendekatan filosofisnya (Wahab, 1999a). Dalam kaitannya dengan kelemahan pertama, postulat Traski ini tampaknya berputar-putar dan memibingungkan, sebab pernyataan aslinya dipakai lagi sebagai kondisi yang menjamin kebenaran pernyataan itu sendiri. Kempson (1977) berpendapat bahwa formula Traski sebagai formula yang sangat menyesatkan.

Sementara itu, kelemahan kedua terletak pada pendekatan Traski yang dipengaruhi oleh aliran positivisme yang menyatakan: Either p or not p model Rudlof Carnaf. Dalam konsep Rudlof Carnaf, pernyataan dianggap bermakna jika ada data sense-nya. Akan tetapi, apabila pernyataan itu tidak dijamin oleh bukti-bukti yang dapat dipersepsi dengan indera, maka pernyatan itu dianggap tidak bermakna (Wahab, 1999a).

Berkaitan dengan kelemahan formula atau postulat kebenaran makna yang dikemukakan oleh Traski tersebut, Kempson (1977) menyempurnakan formula tersebut dengan model formula baru dengan memasukkan batas-batas kondisi wajib (necessary) sehingga kebenaran suatu pernyataan tidaklah harus berupa pengulangan pernyataan itu sendiri (Wahab, 1999a). Formula yang diusulkan oleh Kempson (1977|) tersebut adalah sebagai berikut.
(4) S berarti bahwa p = wajib S benar jika dan hanya p

Contoh pernyataan yang diberikan oleh Kempson dan formula tersebut adalah sebagai berikut.
(5) A boy hurried to his home is true if and only if here is a male child quickly went to the place where he lived.

Contoh yang diberikan oleh Kempson (1977) pada (5) tersebut menegaskan bahwa pernyataan seorang anak laki-laki tergesa-gesa pulang memiliki kebenaran, karena dijamin oleh adanya “seorang laki-laki, kecil (belum dewasa), dan pergi dengan cepat menuju ke suatu rumah tempat dimana dia tinggal”.


————–
Demikian artikel/makalah tentang  Semantik Kondisi Kebenaran. semoga memberi pengertian kepada para pembaca sekalian tentang Semantik Kondisi Kebenaran. Apabila pembaca merasa memerlukan referensi tambahan untuk makalah pendidikan atau penelitian pendidikan anda, tulis permohonan, kritik, sarannya melalui komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: