Teori-teori Pendukung Kinerja


Ada beberapa pandangan ahli organisasi dan perilaku tentang kinerja :
1) Georgopolus dalam Maier (1990) mengemukakan bahwa kinerja adalah fungsi dari “facilitating” dan “Path Goal Theory”. Teori ini berkaitan dengan masalah motivasi. Hal ini dipahami bahwa kinerja itu merupakan fungsi dari motivasinya ditentukan oleh needs yang mendasari tujuan yang bersangkutan dan merupakan alat dari tingkah laku produktif terhadap tujuan yang diinginkan. Teori ini tergolong dalam Goal Theory (Teori tujuan).

2) Maier (1990) mengemukakan bahwa perbedaan orang yang satu dengan yang lain didalam situasi kerja adalah karena pebedaan karakteristik dari individu. Disamping itu orang yang sama dapat mengahasilkan kinerja yang beda didalam situasi yang berbeda pula. Pandangan ini menunjukkan adanya faktor dominan yang mempengaruhi perilaku manusia, yakni faktor-faktor individu dan faktor-faktor situasi.

3) Teori harapan. Pendekatan teori ini, tentang kinerja tertera dalam rumus dibawah ini:
Ki = MxK
Ki = Kinerja
M = Motivasi
K = Kecakapan

Rumus diatas dapat dipahami bahwa kinerja merupakan hasil interaksi antara motivasi dan kemampuan dasar. Orang yang motivasinya tinggi tetapi kemampuan dasar rendah maka kinerja akan rendah. Begitu pula sebaliknya.

4) Model Lawler dan Porter (1990) kedua ahli ini mengemukakan model kinerja sebagai berikut:
Kinerja = Usaha x Kecakapan x Persepsi peran
Keterangan :
– Usaha adalah banyaknya energi yang dikeluarkan dalam situasi tertentu.
– Kecakapan adalah karakteristik individual seperti intelegensi, ketrampilan dan lain-lain yang merupakan kekuatan potensi seseorang untuk melakukan sesuatu.
– Persepsi peran adalah kesesuaian antara usaha yang dilakukan dengan pandangan atasan tentang tugas yang dilakukan.

5) Model Anderson dan Butzin dalam Sujak (1990) model ini awalnya adalah dari pembuktian terhadap model kinerja = Motivasi x Kemampuan. Anderson dan Butzin menemukan bahwa ternyata model perkalian ini tidak lebih dari model tambahan. Mereka memberikan model penggunaaan perkalian dan tambahan seperti dibawah ini :
Kinerja = (Kinerja Lampau) + (motivasi x kecakapan) masa depan.

Dari uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini teori kinerja yang dipakai adalah teori Georgopulus. Dimana dalam teori ini labih menekankan pada unsur motivasi yang merupakan suatu fungsi dan ditentukan oleh kebutuhan yang mendasari tujuan dan merupakan alat dari pada perilaku produktif terhadap tujuan yang diinginkan. Dimana dalam penelitian ini ditunjukkan pada indikator-indikator penelitian yang menekankan pada aspek perilaku guru dalam melaksanakan tugasnya sehingga dapat mempengaruhi kinerja yang bersangkutan.

Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: