Faktor-faktor yang Mempengaruhi Intelegensi


Intelegensi memainkan peranan yang sangat besar khususnya pengaruh terhadap tinggi rendahnya prestasi yang dicapai oleh peserta didik di lembaga pendidikan. Kenyataan ini semakin nampak dalam prestasi pada bidang ilmu yang menuntut banyak berpikir, salah satunya adalah bidang matematika. Meskipun peranan intelegensi semakin besar namun faktor-faktor yang lain tetap berpengaruh juga. Maka kita tidak boleh mengatakan bahwa prestasi disekolah kurang, pastilah karena taraf intelegensinya juga kurang (Winkel, 1984).

Mengenai intelegensi Slameto (1987) juga berpendapat bahwa intelegensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar, intelegensi siswa akan membantu pengajar menentukan apakah siswa mampu mengikuti pelajaran yang telah diberikan. Meskipun begitu prestasi siswa tidak semata-mata ditentukan oleh tingkat kemampuan intelektual yang dimiliki sikap. Faktor-faktor lain motivasi, sikap, kesehatan fisik, kesehatan mental dan sebagainya perlu dipertimbangkan (Slameto, 1987).

Perbedaan individu dalam tingkat kecerdasan atau intelegensi ditunjukkan dari hasil tes IQ. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi intelegensi sehingga terdapat perbedaan intelegensi seseorang dengan yang lain adalah: a) Pembawaan yang ditentukan oleh sifat-sifat dan ciri yang dapat dibawa sejak lahir; b) Kematangan yaitu tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tiap organ (fisik maupun psikis) dapat dikatakan matang jika ia telah mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing. c) Minat dan pembawaan yang khas, minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan yang merupakan dorongan bagi perbuatan itu. d) Pembentukan yaitu segala keadaan luar diri seseorang yang mempengaruhi intelegensi. Dapat dibedakan pembentukan sengaja (seperti dilakukan di sekolah-sekolah). e) Kebebasan yang berarti bahwa manusia itu dapat memilih metode-metode tertentu dalam memecahkan masalah. Manusia mempunyai kebebasan sesuai dengan kebutuhan.

Dijelaskan lebih lanjut semua faktor tersebut bersangkut paut satu sama lain. Untuk menentukan intelegensi seorang anak tidak dapat hanya berpedoman pada salah satu faktor tersebut diatas karena intelegensi merupakan hal yang menyeluruh. Keseluruhan pribadi dan lingkungannya ikut menentukan perbuatan seseorang (Purwanto, 1988).

Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang

Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.arminaperdana.blogspot.com http://grosirlaptop.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: