Tugas dan Keterampilan Manajer

Tugas manajer adalah menjalankan fungsi manajer. Drucker (1997: 8-10) menyatakan lima operasi-operasi pokok dalam pekerjaan manajer yaitu :1) merumuskan sasaran, merumuskan apa yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran tersebut, 2) mengorganisasikan, yaitu mengelompokan unit-unit dan pekerjaan-pekerjaan kedalam suatu struktur organisasi dan selanjutnya menentukan orang-orang untuk mengelolanya, 3) memberikan motivasi dan mengadakan komunikasi terus menerus secara timbal balik dari bawahannya, dari atasannya maupun dari rekan-rekannya. Ini merupakan pengintegrasian seorang manajer, 4) menentukan target dan ukuran untuk setiap karya orang dan tiap orang didalamnya, 5) mengembangkan sumber daya manusia termasuk dirinya sendiri.
Dalam menjalankan tugasnya, manajer perlu memiliki sejumlah keterampilan. Keterampilan tersebut diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan berbagai jenis kegiatan kognitif atau keperilakuan (behavior) dengan suatu cara efektif. Sehubungan dengan keterampilan yang harus dimiliki manajer, Yukl (1996: 14) menyatakan keterampilan dapat dikatagorikan sebagai berikut:
1). Kemampuan teknis (technical skill) yang mencakup: a) menguasai pengetahuan tentang metode, proses, prosedur dan teknik untuk melaksanakan kegiatan khusus dan kemampuan untuk menggunakan alat-alat dan peralatan yang relevan bagi kegiatan tersebut, b) kemampuan untuk memanfaatkan serta mendayagunakan sarana dan peralatan yang diperlukan dalam mendukung kegiatan yang bersifat khusus
2). Kemampuan untuk melakukan hubungan antar pribadi (human skill) yang meliputi: a) kemampuan untuk memahami perilaku manusia dan proses kerjasama, b) kemampuan untuk memahami isi hati, sikap dan motif orang lain, mengapa mereka berkata dan berperilaku, c) kemampuan untuk berkomunikasi secara jelas dan efektif, kemampuan menciptakan kerjasama yang efektif, kooperatif, praktis dan diplomatis, d) mampu berperilaku yang dapat diterima.
3). Kemampuan konseptual (conceptual skill) dalam hal: a) kemampuan analisis, b) kemampuan berpikir sosial, c) ahli atau cakap dalam berbagai macam konsepsi, d) mampu menganalisis berbagai kejadian, mampu memahami berbagai kecenderungan, e) mampu mengantisipasikan perintah, f) mampu mengenali macam-macam kesempatan dan problem-problem sosial.

Ditulis oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
http://kabar-pendidikan.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: