Arsip

Monthly Archives: September 2011

International Space University (ISU) yang berlokasi di Strasbourg, Perancis, memberikan bantuan dana yang berasal dari lembaga industri dan pemerintahan kepada mahasiswa Master of Science (MSc) yang tidak dapat atau kesulitan memenuhi biaya kuliahnya.

ISU juga membuka kesempatan ini bagi mereka yang berasal dari negara-negara berkembang. Dana yang didapat adalah dari perusahaan-perusahaan yang menjadi sponsor, mereka akan memberikan dana tersebut langsung kepada ISU.

Bantuan dana ini diberikan berdasarkan jasa akademik dan profesional dari pelamar, lalu si pelamar tersebut juga harus menunjukkan upayanya untuk menggalang dana pribadi untuknya, dan juga dapat menunjukkan kebutuhan keuangan yang diperlukan.

Jika Anda tertarik melamar untuk program MSc tahun ajaran 2012-2013, Anda harus melamar via online di situs web ISU sebelum 15 Maret 2012. Jangan lupa ketika Anda memasukkan lamaran, sertakan juga CV Anda. CV ini akan diberikan ISU kepada perusahaan yang menjadi sponsor.

ISU Funding Committee, yang terdiri dari fakultas dan para sponsor juga memberikan bantuan bagi para pelamar yang karirnya terlihat akan membantu memberikan keuntungan bagi program MSc ISU. Bantuan dana yang diberikan mencakup biaya kuliah saja.

Informasi lebih jauh, bisa diakses melalui situs web www.isunet.edu.

Terbuka kesempatan bagi Anda yang berminat mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika Serikat dalam program Global Undergraduate Exchange Program (Global UGRAD) 2012.

Program The Global UGRAD memberikan beasiswa untuk satu semester atau satu tahun akademik di AS dalam program non gelar. Para peserta program ni akan mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dan mengetahui mengenai budaya kelas dan akademik di Amerika Serikat.

Siswa juga akan diberikan kesempatan untuk berpartisipasi hingga 10 jam per semester dalam pelayanan masyarakat. Bagi mereka yang terpilih akan mengikuti kursus Bahasa Inggris intensif di AS selama 4 minggu, sebelum memulai program ini.

Persyaratan yang harus diperhatikan, diantaranya: 1. Beasiswa ini berlaku bagi mahasiswa yang tengah menjalani program S-1 dan telah menjalani semester pertama hingga semester lima di universitas di Indonesia.

2. Pelamar harus mampu mendemonstrasikan potensi kepemimpinannya melalui kerja-kerja akademis dan kegiatan ekstrakurikuler.

3. Minimal mengantongi skor ITP/IBT TOEFL 500 atau 5.0 untuk IELTS, yang masih berlaku kurang dari dua tahun.

4. Kesempatan lebih besar diberikan kepada mereka yang memiliki sedikit atau tidak punya pengalaman sama sekali di AS atau di luar negara asal

5. Para peserta diharuskan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan satu atau dua semester yang diikuti.

Berkas pendaftaran bisa diajukan paling lambat 1 November 2011. Informasi selengkapnya bisa mengirimkan e-mail ke: infofulbright_ind@aminef.or.id atau mengunjungi situs web www.aminef.or.id.

Bagi kamu mahasiswa pria yang masih duduk di semseter satu program S-1, dan beragama Islam, ada beasiswa dari United Islamic Cultural Center of Indonesia (UICCI) Rawamangun berupa beasiswa asrama.

“Fasilitas yang ditawarkan oleh cabang organisasi dari Turki tersebut antara lain, ruang belajar, mushola, kamar tidur, makan tiga kali sehari, pelajaran bahasa Arab dan bahasa Turki, pelajaran membaca Al Quran,” demikian yang dikutip dari laman Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kamis (8/9/2011).

Ada pun persyaratan yang perlu kamu penuhi, yakni:

1. Mahasiswa pria

2. Beragama Islam

3. Mahasiswa S-1 reguler semester 1

4. Melampirkan CV, ijazah terakhir, dan paas foto 3×4

5. Mengisi formulir pendaftaran di website UICCI

6. Memiliki keinginan untuk belajar agama Islam

7. Tidak merokok, tidak memakai narkoba, dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai Rp6 ribu.

8. Berakhlak baik

9. Berdisiplin tinggi

Ketentuan lainnya cukup mudah, kamu hanya perlu mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi persyaratan yang tertulis sebelumnya.

Jika sudah lengkap, pastikan untuk menyerahkan formulir dansemua persyaratan langsung ke alamat UICCI Rawamangun. Keterangan lebih lanjut bisa kamu akses di website http://www.uicci.org ya. (http://kampus.okezone.com)

Mau lanjutkan kuliah ke Belanda? siapa coba yang enggak mau. Bagi kamu yang berminat melanjutkan studi S-2 di Belanda, Leiden University memberikan beasiswa untuk mahasiswa internasional.
Beasiswa parsial ini menawarkan lima program hibah untuk kamu lulusan S-1 dari semua jurusan, untuk melanjutkan S-2 di kampus Leiden asal Negeri Tulip tersebut.

Ada pun kelima program beasiswa yang ditawarkan, yakni:
1. Platinum Covers, yang meliputi biaya kuliah, dan uang saku sebesar EURO10 ribu atau senilai Rp122 juta sebagai biaya hidup sehari-hari, tidak termasuk penyewaan rumah tinggal.
2. Gold Covers, yaitu hanya meliputi biaya kuliah dan uang penyewaan rumah tinggal saja, tidak termasuk uang saku.
3. Silver Covers, Leiden hanya membiayai 75 persen biaya kuliah.
4. Bronze Covers, Biaya kuliah kamu 50 persen dibiayai oleh Lieden.
5. Ivory Covers, kamu hanya mendapat keringanan sebanyak 25 persen dari biaya kuliahmu.

Syarat dan Ketentuan untuk menikmati beasiswa ini lumayan mudah, berikut seperti yang disitat dari http://www.leidenuniv.nl, Senin (15/8/2011):

1. Kamu harus sudah mendaftar di Leiden sebelum mendaftar beasiswa ini.
2. Kamu akan mendapatkan passport khusus sebagai penanda kamu seorang Non-Uni Eropa.
3. Beasiswa tidak berlaku jika kamu sudah mendapat beasiswa sebelummnya dari Leiden.
4. Mahasiswa yang mendapat Beasiswa Leiden harus mengisi dan mengkonfirmasi. perjanjian tertulis melalui file digital yang akan dikirimkan oleh Leiden dalam bentuk PDF.
5. Pelamar beasiswa merupakan mahasiswa yang memiliki prestasi akademik di atas rata-rata.
6. Selain mengirimkan CV, kamu diminta menulis esai mengenai dalam bentuk Ms. Word dengan jumlah 500 kata yang menerangkan mengapa kamu pantas mendapatkan beasiswa tersebut.
7. Aplikasi dikirim paling lambat 15 Oktober 2011, melalui email.

Keterangan lebih lanjut, kamu bisa akses laman Lieden University di alamat yang sama. Semoga keberuntungan menyertai niat baikmu. Sumber: http://kampus.okezone.com

foto:ox.ac.uk

foto:ox.ac.uk

JAKARTA – Bagi kamu yang ingin mengejar pendidikan tinggi hingga ke Inggris, beasiswa ini cocok untukmu, sebab, Oxford University memberi kamu beasiswa penuh jenjang S1.

Kamu bebas memilih jurusan kecuali untuk Kedokteran. Beasiswa tersebut terbatas hanya untuk mahasiswa dari negara berkembang yang berprestasi, namun tidak mampu secara finansial untuk membayar uang kuliah.

Beasiswa penuh ini meliputi uang kuliah, biaya hidup sehari-hari, serta tiket pesawat untuk penerbangan awal kuliah dan akhir kuliah.

Penasaran dengan persyaratan dan ketentuannya? Berikut yang dikutip dari situs http://www.admin.ox.ac.uk, Senin (5/9/2011):

1. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, beasiswa ini berlaku untuk mahasiswa berprestasi, namun tidak memiliki biaya untuk membayar kuliah.

2. Pemilihan kandidat beasiswa sangat ketat, pelamar diharapkan mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

3. Beasiswa tidak berlaku untuk negara anggota Development Assistance Committee of the OECD

4. Pendaftaran beasiswa sebelum 15 Oktober 2011. Pengumuman akan dipublikasikan pada akhir 2011 dan kelas akan dimulai pada Januari 2012.

5. Pelamar harus menjawab dua pertanyaan utama yakni: “Mengapa Anda melamar beasiswa ini dan apa efek yang akan terjadi terhadap karier Anda?” dan “Bagaimana Anda memanfaatkan pendidikan Anda di Oxford agar bermanfaat bagi bangsa dan negara Anda?”

6. Kirimkan Surat lamaran beserta curricullum vitae (CV), dan jawaban dari pertanyaan diatas ke website yang telah disebutkan. Sumber:http://kampus.okezone.com

Ilustrasi : ist.

Ilustrasi : ist.

JAKARTA – Bagi kamu mahasiswa yang sudah lulus S-1 dan ingin melanjutkan studi S-2 ke luar negeri, beasiswa ini pasti sangat berguna, sebab, Universitas Westminster memberikan beasiswa S-2 bagi mahasiswa dari negara berkembang untuk kuliah di kampusnya.

Beasiswa penuh bertaraf internasional ini tidak dikhususkan untuk satu jurusan saja, jadi jika program kuliah yang ingin kamu ambil ada di Westminster, kamu bisa punya kesempatan loh.

Fasilitas beasiswa yang diberikan meliputi uang kuliah akomodasi, biaya hidup dan tiket pulang-pergi dari Indonesia ke London dan sebaliknya.

Syaratnya gampang kok, kamu musti bisa mendemonstrasikan bagaimana ilmu pengetahuan yang akan kamu dapat, bisa diaplikasikan ke tanah air. Selain itu, kamu harus berstatus sebagai International Student dari negara berkembang dan mempunyai rekomendasi untuk kuliah S-2 di Westminster.

Caranya juga cukup mudah, kamu hanya tinggal mengajukan aplikasi yang menerangkan jurusan apa yang akan kamu pilih, dan membuat esai tentang jurusan tersebut. Kamu enggak boleh lamar beasiswa ini jika kamu udah terdaftar di Westminster sebelumnya.

Pengumpulan aplikasi paling lambat pada 1 November 2011, kirimkan aplikasimu ke website http://www.westminster.ac.uk. Detail lebih lanjut bisa kamu akses pada laman yang sama kok, selamat mencoba. Sumber: http://kampus.okezone.com

Dia adalah Dani Muhtada, seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes), yang tengah menempuh S-3 di Northern Illinois University, Amerika Serikat dengan beasiswa Fullbright.

Tidak hanya itu, pria berkacamata ini juga pernah mendapatkan beasiswa dari ADS (Australia). Maka, Dani ingin berbagi kepada kamu yang berkeinginan besar meraih beasiswa di luar negeri.

Menurut Dani, terdapat dua hal yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa yang hendak mengajukan permohanan beasiswa ke luar negeri, yakni persiapan subtantif dan persiapan teknis.

Persiapan subtantif ini menyangkut kelayakan kamu sebagai penerima beasiswa. Semakin baik persiapan subtantif, akan semakin besar kesempatanmu untuk meraih beasiswa. Lantas apa saja sebenarnya yang termasuk dalam persiapan subtantif? Berikut pemaparannya seperti dikutip okezone, dari Situs Unnes, di Jakarta, Sabtu (20/8/2011):

Track record nilai Indeks Prestasi (IP)
Untuk mengajukan aplikasi pengajuan beasiswa jenjang apapun, baik di luar maupun di dalam negeri, kamu harus memperhatikan prestasi akademik di jenjang sebelumnya. Misalnya saja jika ingin mengajukan aplikasi beasiswa S-2, maka kamu harus memiliki IP yang tinggi saat S-1.

Semakin tingg IP yang kamu miliki, akan memperluas kesempatanmu untuk lolos seleksi dan mendapatkan beasiswa tersebut.

Persiapkan kemampuan bahasa Inggrismu
Memilih beasiswa ke luar negeri tentu menuntut kemampuan bahasa Inggris yang baik, sebab saat ini bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar di hampir seluruh negara di belahan dunia.

Jika merasa kemampuanmu kurang dalam bidang ini, jangan berkecil hati. Sudah banyak tempat les yang menyediakan jasa untuk belajar bahasa Inggris. Meski nilai standar TOEFL yang ditetapkan oleh perguruan tinggi di luar negeri adalah 500 atau IELTS 6.0, akan lebih baik jika kamu memiliki nilai di atas standar yang telah ditetapkan. Hal ini tentu membantu membuka peluang yang lebih luas dibandingkan dengan mahasiswa lain.

“Bukan berarti nilai di bawah itu tidak mungkin mendapatkan beasiswa. Poin saya, semakin tinggi skor kita, akan semakin tinggi daya saing di antara para pendaftar lain,” ujar Dani menjelaskan.

Pengalaman bersosialisasi
Selain kemampuan akademik dan bahasa asing, pihak sponsor beasiswa akan melihat pengalamanmu dalam bersosialisasi. Misalnya pernah aktif di BEM kampus, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun menjadi pengurus organisasi masyarakat seperti Karang Taruna, dan sebagainya.

Pihak sponsor biasanya menyukai mahasiswa yang memiliki pengalaman bersosialisasi dan berorganisasi. Sebab, mereka diharapkan menjadi ‘motor’ bagi komunitasnya setelah kembali ke Tanah Air.

Sementara untuk persiapan teknis menyangkut kemampuanmu dalam memahami prosedur, standar, dan kriteria yang telah ditetapkan oleh masing-masing sponsor beasiswa.

Sebagai seorang pemburu beasiswa, kamu harus cermat terhadap apa yang diinginkan sponsor sehingga dapat menyusun strategi efektif dalam menarik perhatian mereka. SUMBER: http://kampus.okezone.com