Hal-hal yang Menimbulkan Motivasi

Beberapa hal yang dapat menimbulkan motivasi intrinsik adalah :
a) Adanya kebutuhan
Dengan adanya kebutuhan, maka hal ini menjadi motifasi bagi anak didik untuk berbuat dan bekerjasama. Misalnya anak ingin mengetahui isi cerita dari buku sejarah, maka keinginan untuk mengetahui isi buku tersebut menjadi pendorong bagi anak didik untuk membacanya.

b) Adanya pengetahuan tentang adanya kemajuan sendiri
Dengan mengetahui hasil dan prestasinya sendiri, seperti apakah ia mendapat kemajuan atau tidak, hal ini akan menjadi pendorong bagi anak untuk belajar lebih giat lagi. Jadi dengan adanya pengetahuan sendiri tentang kemajuannya, maka motifasi itu akan timbul.
c) Adanya aspirasi atau cita-cita
Bahwa manusia itu tidak akan lepas dari cita-cita, hal itu tergantung dari tingkat umur manusia itu sendiri. Mungkin anak kecil belum mempunyai cita-cita, akan tetapi semakin besar usia seseorang, semakin jelas dan tegas dan semakin mengetahui jati dirinya dan cita-cita yang ingin dicapainya.
Sedangkan motivasi ekstrinsik dapat ditimbulkan oleh hal-hal sebagai berikut:
a. Ganjaran
Menurut Amir Indra Kusuma, ganjaran adalah merupakan alat pendidikan yang represif dan positif. Ganjaran adalah juga merupakan alat motivasi, yaitu alat yang bisa menimbulkan motivasi ekstrinsik.
b. Hukuman
Satu-satunya hukuman yang dapat diterima di dunia pendidikan adalah hukuman yang bersifat memperbaiki, hukuman yang bisa menyadarkan anak kepada keinsafan atas kesalahan yang diperbuatnya.
c. Persaingan
Sudah jelas bahwa persaingan ini mempunyai insentif yang penting dalam pengajaran. Apabila persaingan diadakan dalam suasana yang fair, maka hal ini akan merupakan suatu motivasi dalam “ Academic Achievement” akan tetapi persaingan akan mempunyai efek yang lainnya, apabila persaingan itu dijalankan dengan intensif maka :
1) Murid yang terbelakang akan mengundurkan diri dan putus asa
2) Murid yang tergolong sedang, maka hal ini akan menimbulkan ketegangan emosional, kehawatiran atau sikap acuh. Untuk murid yang termasuk dalam kategori pandai, maka persaingan yang intensif akan menimbulkan rasa optimis terhadap kemampuan mereka yang terkadang bisa menimbulkan kesombongan pada diri mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: