Pembelajaran Pendidikan Islam

1. Pesan-pesan Besar Pendidikan Islam
Diantara titik lemah pendidikan indonesia, menurut (Rachman 2003, adalah bahwah keerhasilan pendidikan hanya diukur dari keunggulan ranah kognitif dan nyaris tidak mengukur dari ranah afektif dan psikomotor sehingga pembinaan watak budi pekerti terabaikan) .
Untuk mengantisipasi hal diatas maka dalam konteks pelaksanaan pendidikan Islam di madrasah pesan pesan yang sangat perlu dimuat didalamnya adalah: pertama, Pendidikan Islam harus bisa menjaga akidah islamiyah dengan dukungan wawasan keilmuan Islam lainnya. Kedua, pendidikan Islam mampu mengajarkan dengan secara baik dan bijaksana, semangat yang baik.
2. Pembelajaran Pendidikan Islam
Sebagian orang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk informasi atau materi pelajaran. Disamping itu, ada pula sebagian orang yang memandang belajar sebagai latihan belaka seperti yang tampak pada latihan membaca dan menulis.
Menurut Skinner, dalam bukunya Educational Psichology : The Teaching-Learning Process, berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses adaptasi (penyesuaian tingkah laku) yang berlangsung secara progresif, .
Chaplin (1972), dalam Dictionary of Psychology membatasi belajar dengan macam rumusan: pertama, bahwa belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. Kedua, bahwa belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus.
Menurut Skinner, dalam bukunya Educational Psichology : The Teaching-Learning Process, berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses adaptasi (penyesuaian tingkah laku) yang berlangsung secara progresif, .
Chaplin (1972), dalam Dictionary of Psychology membatasi belajar dengan macam rumusan: pertama, bahwa belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. Kedua, bahwa belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus.
Belajar memainkan peran penting dalam mempertahankan kehidupan sekelompok umat manusia (bangsa) ditengah-tengah persaingan yang semakin ketat diantara bangsa lainnya yang lebiih dahulu maju karena belajar. Dan akibat persaingan tersebut, tidak sedikit orang pintar yang menggunakan kepintarannya untuk membuat oraang lain terpuruk atau bahkan menghancurkan kehidupan orang tersebut. Namun meskipun ada dampak negative dari hasil belajar pada sekelompok manusia tertentu, kegiatan belajar tetap memiliki arti penting. Alasannya, karena belajar berfungsi sebagai alat mempertahankan kehidupan manusia. Artinya, dengan ilmu dan teknologi hasil belajar, maka kelompok manusia dapat menggunakannya untuk membangun benteng pertahanan. IPTEK juga dapat dipakai untuk membuat senjata penangkis agresi sekelompok manusia tertentu yang bernafsu serakah atau mengalami gangguan psikologi yang berwatak merusak dan anti sosial.
Sedangkan pembelajaran adalah: upaya untuk membelajarkan peserta didik. sedangkan pembelajaran keagamaan (khususnya pendidikan Islam) diartikan sebagai usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan agama islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional dari definisi diatas terkandung makna bahwa dalam pembelajaran tersebut ada kegiatan memilih, menerpkan dan mengembangkan metode/ strategi yang optimal untuk mencapi hasil pembelajaran yang diinginkan.
Sedangkan strategi pembelajaran adalah sebagai pola umum perbuatan guru sebagai organisasi belajar dengan peserta didiksebagai subyek belajar dalam kegiatan belajar mengajar.
Ada tiga faktor dalam kegiatan pembelajaran yaitu: (1) kondisi pembelajaran, yang meliputi metode, karakter bidang studi; (2) Strategi pembelajaran: strategi penyampaian pembelajaran, strategi pengelolahan pembelajaran; (3) hasil pembelajaran: efektivitas, efesiensi dan daya tarik pembelajaran.
Dalam pemberdayaan pembelajaran ke-3 tersebut diatas, maka perlu mempertimbangkan: (1) Kompetensi dasar, hasil belajar, dan indikato rnya; (2) mata pelajaran, rincian materi, karakteristik peserta didik; (3) media pembelajaran; (4) teknik (prosedur pembelajaran) termasuk strategi pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: