Arsip

Buku

Berikut ini Contoh Penelitian Tindakan Kelas Untuk Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs

  1. Pedoman Penyusunan Usulan ( download )
  2. Artikel Tentang PTK ( download )
  3. PTK Oman SMPN 272 :
Iklan

Berikut ini link download untuk beberapa contoh modul Bahasa Inggris, Seni Budaya, dan metode penelitian yang ditulis oleh Drs. Suparlan, M.Ed.

KLIK LINK BIRU UNTUK DOWNLOAD


Sumber

Berikut ini link download untuk contoh RPP dan Silabus KTSP Tingkat SD-SMP selengkapnya.

KLIK LINK BIRU UNTUK DOWNLOAD

A. Tingkat SD

  1. Bahasa Indonesia SD Kelas 1-6
    Download file : [ RPP Kls 1-6 ] [ Silabus KTSP Kls 1-6 ]
  2. Sains SD Kelas V dan VI
    Download file : [ RPP dan Silabus Kls 5 ] [ RPP dan Silabus Kls 6 ]


B. Tingkat SMP :

  1. IPA Fisika SMP Kls. VII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  2. IPA Fisika SMP Kelas VIII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  3. IPA Fisika SMP 3 Kelas IX
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  4. IPA Terpadu SMP Kelas VII
    Download file :
    [ RPP 1A ] [ Silabus KTSP 1A ]
    [ RPP 1B ] [ Silabus KTSP 1B ]
  5. IPA Terpadu SMP Kelas VIII
    Download file :
    [ RPP 2A ] [ Silabus KTSP 2A ]
    [ RPP 2B ] [ Silabus KTSP 2B ]
  6. IPA Terpadu SMP Kelas IX
    Download :
    [ RPP 3A ] [ Silabus KTSP 3A ]
    [ RPP 3B ] [ Silabus KTSP 3B ]
  7. IPA Kimia SMP Kelas VII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  8. IPA Kimia SMP Kelas VIII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  9. Ekonomi Kelas VII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  10. Ekonomi Kelas VIII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  11. Ekonomi Kelas IX
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  12. PKn SMP Kelas VII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  13. PKn SMP Kelas IX
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  14. TIK SMP Kelas VII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  15. TIK SMP Kelas VIII
    Download file: [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  16. TIK SMP Kelas IX
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  17. Matematika SMP Kelas VIII
    Download file :
    [ RPP-Bab 1-2-3 ] [ Silabus KTSP-Bab 1-2-3 ]
    [ RPP-Bab 4 ] [ Silabus KTSP-Bab 4 ]
    [ RPP-Bab 5 ] [ Silabus KTSP-Bab 5 ]
    [ RPP-Bab 6-7 ] [ Silabus KTSP-Bab 6-7 ]
    [ RPP-Bab 8-9 ] [ Silabus KTSP-Bab 8-9 ]
  18. Bahasa Inggris SMP Kelas VII
    Download file :
    [ Silabus KTSP ]
    [ RPP – per Standar Kompetensi ] [ RPP – Unit 1A ]
    [ RPP – Unit 1B ] [ RPP – Unit 1C ] [ RPP – Unit 2 ]
    [ RPP – Unit 3 ] [ RPP – Unit 4 ] [ RPP – Unit 5 ]
    [ RPP – Unit 6 ] [ RPP – Unit 7 ] [ RPP – Unit 8 ]
    [ RPP – Unit 9 ] [ RPP – Unit 10 ]

  19. Bahasa Inggris SMP Kelas VIII
    Download file :
    [ Silabus – KTSP ]
    [ RPP – per Standar Kompetensi ] [ RPP – Unit 1-6 ]
    [ RPP – Unit 7-12 ]
  20. Bahasa Inggris SMP Kelas IX
    Download file :
    [ Silabus – KTSP ]
    [ RPP – Unit 1-6 ] [ RPP – Unit 7-12 ]
  21. Bahasa Indonesia kls VII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  22. BahasaIndonesia kls VIII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  23. Matematika SMP Kelas VII
    Download file :
    [ Silabus KTSP 1 ] [ Silabus KTSP 2-3 ] [ Silabus KTSP 4 ]
    [ Silabus KTSP 5 ] [ Silabus KTSP 6 ]
    [ RPP 1 ] [ RPP 2-3 ] [ RPP 4 ] [ RPP 5 ] [ RPP 6 ]
  24. Geografi SMP Kelas VII
    Download file : [ RPP 1 ] [ RPP 2 ] [ Silabus KTSP ]
  25. Gegrafi SMP Kelas VIII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
    ——
  26. Sosiologi SMP Kelas VII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
    —–
  27. Sosiologi SMP Kelas VIII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  28. Sosiologi SMP Kelas IX
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  29. IPA Biologi SMP Kelas VII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  30. IPA Biologi SMP Kelas VIII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  31. IPA Biologi SMP Kelas IX
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  32. Pendidikan Agama Islam SMP Kelas VII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  33. Pendidikan Agama Islam SMP Kelas IX
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  34. Sejarah SMP Kelas VII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  35. Sejarah SMP Kelas VIII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
  36. Pendidikan Jasmani SMP Kels VIII
    Download file : [ RPP ] [ Silabus KTSP ]
    —–
  37. IPS Terpadu SMP Kelas VII
    Download file : [ RPP Sm 1 ] [ RPP Sm 2 ] [ Silabus KTSP ]
  38. IPS Terpadu SMP Kelas VIII
    Download file : [ RPP Sm 1 ] [ RPP Sm 2 ] [ Silabus KTSP ]
  39. IPS Terpadu SMP Kelas IX
    Download file : [ RPP Sm 1 ] [ RPP Sm 2 ] [ Silabus KTSP ]
  40. IPS Berkarakter SMP Kelas VII
    Download file : [ Pemetaan SK-KD TPK ] [ RPP ] [ Silabus TPK ]
  41. IPS Berkarakter SMP Kelas VIII
    Download file : [ Pemetaan SK-KD TPK ] [ RPP ] [ Silabus TPK ]
  42. IPS Berkarakter SMP Kelas IX
    Download file : [ Pemetaan SK-KD TPK ] [ RPP ] [ Silabus TPK ]
  • SMA
  1. Matematika SMA Kelas 10 (Sm I)
    Download file :
    [ Silabus Bab 1 ] [ Silabus Bab 2 ] [ Silabus Bab 3-4 ]
    [ RPP Bab 1 ] [ RPP Bab 2 ] [ RPP Bab 3-4 ]
  2. Matematika SMA Kelas 10 (Sm II)
    Download file :
    [ Silabus Bab 5 ] [ Silabus Bab 6 ] [ Silabus Bab 7 ]
    [ RPP Bab 5 ] [ RPP Bab 6 ] [ RPP Bab 7 ]
  3. IPA SMA Kelas 10
    Download file :
    [ Silabus Bab 5 ] [ Silabus Bab 6 ] [ Silabus Bab 7-10 ]
    [ RPP Bab 5 ] [ RPP Bab 6 ] [ RPP Bab 7-8 ]
  4. TIK SMA Kelas 10, 11, dan 12
    Download file :
    [ Silabus Kls 10 ] [ Silabus Kls 11 ] [ Silabus Kls 12 ]
    [ RPP Kls-10 Sm 1-2 ] [ RPP Kls 11 Sm 1 ]
    [ RPP Kls 11 Sm2 ] [ RPP Kls-12 Sm 2 ]
  5. Bahasa Sastra Indonesia SMA Kelas X, XI dan XII
    Download file :
    [ RPP dan Silabus Kls 10 ] [ RPP dan Silabus Kls 11 ]
    [ RPP dan Silabus Kls 12 ]
  6. RPP-Bahan Ajar Character Building Berbasis Nilai-nilai Pancasila SMA/SMK :

    1. RPP:
    [Kls X-SM 1- Patriotisme] [Kls X-SM2-Persamaan Derjat] [Kls XII-Kemandirian Bangasa] [Kls X-SM2-Disiplin] [Kls X-SM 2-Disiplin] [Kls X-SM1-Penegakkan Keadilan] [Kls XII-SM 2-Globalisasi] [RPP-Keadilan] [RPP-Keterbukaan] [RPP-HAM] [RPP-Kemandirian]

    2. SILABUS:
    [Silabus-Keadilan] [Silabus-Disiplin] [Silabus-Keterbukaan] [Silabus-Globalisasi] [Silabus-Persamaan Derajat] [Silabus-Patriotisme] [Silabus-Toleransi Beragama] [Silabus Keadilan] [Silabus-Toleransi]

Sumber

Buku Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah ini dimaksudkan sebagai pedoman sekolah/madrasah dalam mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, setiap sekolah/madrasah mengembangkan kurikulum berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) dan berpedoman kepada panduan yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Panduan Penyusunan KTSP terdiri atas dua bagian, yaitu bagian pertama berupa Panduan Umum dan bagian kedua berupa Model KTSP.

Download Panduan Umum KTSP [Klik Di Sini]

Baca Secara Online[Klik Di Sini]

Sumber

Judul Buku:
Manual Pembangunan Sekolah: Untuk Digunakan Sekolah dan Masyarakat

Deskripsi :
Sebelumnya, pendirian gedung sekolah merupakan tanggung jawab dari pemerintah daerah dan dilaksanakan oleh kontraktor bangunan lokal yang diawasi pelaksanaannya oleh Departemen Tenaga Kerja. Namun proses ini dalam banyak kasus menghasilkan kualitas konstruksi bangunan yang buruk. Oleh sebab itu beberapa proyek pembangunan gedung sekolah akhirakhir ini menggunakan komite sekolah untuk mengelola atau menjalankan pembangunan gedung sekolah.

Sebagaimana pemerintah secara bertahap meningkatkan tanggung jawab pengelolaan sekolah kepada masyarakat, metode pembangunan gedung sekolah menjadi semakin umum dan manual ini telah dirancang untuk menjadi panduan baik bagi sekolah maupun masyarakat untuk mengatur dan melaksanakan pekerjaan tersebut.

Sementara itu, baik staf sekolah maupun anggota masyarakat tidak dapat diharapkan sepenuhnya untuk menggantikan tugas dari kontraktor bangunan, biasanya ada beberapa anggota masyarakat yang mempunyai keahlian tertentu seperti perancang bangunan, pekerja bangunan, ataupun insinyur yang dapat membantu sekolah dan masyarakat untuk melaksanakan tugas tersebut.

Manual ini dipergunakan sebagai panduan bagi pembangunan unit kelas sekolah standar. Unit ini dapat dikombinasikan untuk berbagai variasi bentuk bangunan sekolah standar yang dapat dikerjakan dengan mudah dan ekonomis konstruksinya, dengan menggunakan bahan-bahan material lokal dan bila dibangun secara benar, kuat dan dapat bertahan lama sehingga dapat berfungsi dengan baik. Manual ini juga menjelaskan tahap-tahap utama yang diperlukan untuk mendirikan bangunan melalui kumpulan instruksi-instruksi dan ilustrasi yang mudah untuk diikuti.

Sumber

REORIENTASI SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

Judul Buku : LANDASAN DAN ARAH PENDIDIKAN NASIONAL KITA
Penulis : Prof. Dr. Soedijarto, M.A.
Penerbit : Kompas Media Nusantara
Cetakan : 1, Juli 2008
Tebal : xlvi +488 hlm
Peresensi : M. Asrori Ardiansyah, M.Pd

“What wrong with American classroom?” teriak Senator J.F. Kennedy pada 1957, lantaran Amerika Serikat tertinggal dalam teknologi ruang angkasa dari Uni Soviet. Pertanyaan-pertanyaan senada juga sering diteriakkan oleh para pemimpin negara-negara maju ketika menghadapi krisis, baik krisis kepemimpinan, teknologi, terlebih krisis multidimensional, seperti yang masih saja melanda negeri ini.

Tetapi tampaknya sikap kita berbeda dengan negara lain seperti Amerika Serikat, jepang, ataupun China yang mempertanyakan ihwal peran pendidikan nasional dalam mengatasi masalah yang melanda negara. Di negeri ini, pertanyaan serupa pernah diajukan oleh seorang pelajar ilmu pendidikan, yang saat itu sedang menjabat Direktur Jenderal di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, namun sama sekali tidak bersambut. Sejak saat itulah pelajar tersebut berkontemplasi tentang kondisi pendidikan nasional baik dari segi landasan filosofis, pelaksaan dan infrastruktur serta pembiayaannya, dan selanjutnya menulis curahan-curahan gagasannya dalam serangkaian artikel yang disajikan dalam berbagai seminar baik di dalam maupun di luar negeri. Serangkaian tulisan tersebut akhirnya diterbitkan dalam bentuk buku utuh berjudul Landasan dan Arah Pendidikan Nasional Kita. Penerbitan buku ini sekaligus menandai ulang tahun penulis yang ke-70.
Pelajar tersebut, Soedijarto, telah menjelma menjadi salah satu di antara sedikit pemikir pendidikan yang secara praksis banyak terlibat dalam ranah politik pendidikan. Diarto, begitu ia kerap dipanggil, telah mengabdikan hampir seluruh usianya dalam berbagai lapangan pendidikan di negeri ini. Ia seorang pendidik, guru besar, cendekiawan, dan mantan pejabat tinggi di Departemen Pendidikan Nasional.

Kepedulian Diarto terhadap pendidikan telah terinternalisasi dalam dirinya sejak masih manjadi mahasiswa. 46 tahun silam, dia, dengan gayanya yang khas, telah memaparkan visi pendidikan yang “mencerdaskan kehidupan bangsa” di hadapan Bung Karno. Paparannya tentang pentingnya lembaga pendidikan guru yang harus bertaraf universitas langsung dijawab oleh Bung Karno satu tahun kemudian dengan didirikannya “Institut Pendidikan dan Keguruan (IKIP)” sebagai institusi pendidikan tinggi kependidikan yang belakangan telah berubah menjadi universitas-universitas negeri sebagaimana dicita-citakan Diarto.
Hampir setengah abad kemudian, masih dengan gaya lamanya, ia memperjuangkan penyediaan anggaran pendidikan harus terjamin dan dilindungi oleh UUD. Dengan gigih, ia bersama anggota MPR yang sepaham memperjuangkan pencantuman pasal yang menyatakan bahwa anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen.

Perjuangan ini unik dan sangat berani, karena tak lazim dalam sebuah UUD suatu negara mencantumkan suatu angka, lebih-lebih untuk satu bidang tertentu. Namun, di mata Diarto, tidak demikan. Layaknya peramal ulung, ia tahu bahwa pendidikan di negeri ini tidak akan mendapatkan porsi pembiayaan yang layak tanpa perlindungan UUD 1945. Nyatanya, hingga tahun 2003, persentase anggaran pendidikan terhadap PBD di negeri ini baru mencapai 1,4 persen. Angka ini hanya separuh dari Vietnam yang telah menganggarkan 2,8 persen. Dan jauh di bawah Thailand dan Malaysia yang masing-masing telah mencapai 5,0 dan 5,2 persen (hal 81).

Kesalahan Sistem Pendidikan Kita
Berbeda dengan berbagai negara di dunia, Indonesia meletakkan misi “mencerdaskan kehidupan bangsa” dalam deklarasi kemerdekaannya (Pembukaan UUD 1945) dan menetapkan “hak warga negara memperoleh pangajaran (pendidikan)” serta “kewajiban pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional” dalam UUD-nya (UUD 1945). Namun semenjak krisis multidimensional tahun 1998, hingga kini negeri ini belum juga mampu untuk bangkit dari keterpurukan. Kenyataan fenomenal ini merupakan indikasi bahwa penyelenggaraan pendidikan, sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa ini di atas, masih jauh dari berhasil.

Krisis ekonomi dan moneter yang melahirkan efek domino di berbagai sisi pada akhirnya meruntuhkan berbagai sendi utama kehidupan bangsa Indonesia. Disintegrasi menjadi “hantu gentayangan” yang selalu membayangi kehidupan sehari-hari, seiring dengan berbagai tindak kekerasan sosial-politik yang mengalami eskalasi. Pembangunan di berbagai sektor mengalami interupsi, karena berbagai prasyarat yang dibutuhkan telah luluh-lantak disapu-bersih badai krisis multidimensional. Krisis multidimensional ini bukan saja menimpa para petinggi di republik ini, tetapi juga akut di kalangan masyarakat luas. Hal ini membuat mata masyarakat harus terbuka lebar menghadapi kenyataan lemahnya bangunan peradaban dan integritas kebangsaan masyarakat negeri ini.

Gelombang reformasi merupakan paket jalan keluar yang diajukan masyarakat untuk mengembalikan dan memulihkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Terlepas dari variabel sosial-politik yang begitu rumit, krisis multidimensional yang menimpa bangsa ini dapat pula dilihat sebagai lemahnya sumber daya manusia (SDM) bangsa Indonesia, yang tentunya amat terkait dengan praktik pendidikan yang selama ini berlangsung. Artinya, krisis multidimensional tersebut dapat disebut berakar dari gagalnya proyek pendidikan. Karena itu, beberapa kalangan lalu menjadi peduli untuk merekonstruksi kembali—atau bahkan mendekonstruksi—berbagai paradigma pendidikan yang diberlakukan selama ini. Merancang masa depan pendidikan yang lebih memungkinkan bagi terciptanya demokratisasi dan kesejahteraan masyarakat kemudian menjadi suatu keniscayaan. Apalagi bila dikaitkan dengan konteks internasional atau variabel global. Tantangan sebagai bangsa untuk bersaing di kehidupan global semakin menantang dunia pendidikan guna mempersiapkan kader-kader bangsa yang mumpuni.

Lantas, di manakah letak kesalahan sistem pendidikan kita? Diarto menengarai bahwa kekacauan sistem pendidikan kita dikarenakan lemahnya falsafah yang mendasari praksis pendidikan di lapangan. Lebih jauh Diarto juga menyoroti lemahnya kurikulum, sistem evaluasi, peran perguruan tinggi hingga permasalahan klasik pendidikan yang terkait dengan minimnya dukungan dana dari pemerintah.

Sebagai seorang nasionalis tulen, Diarto mengupas banyak tentang perlunya pemahaman kembali terhadap landasan filosofis negara (baca: Pancasila) yang menjadi falsafah pendidikan kita. Bahkan, secara spesifik Diarto banyak mengutip pemikiran Bung Karno dengan tajuknya yang bertema Pancasila ala-Bung Karno yang perlu diperjuangkan melalui pendidikan nasional.

Berharap Dari Anggaran 20 Persen
Buku yang pada dasarnya merupakan kumpulan makalah ini menjadi terbangun cukup apik dengan diketengahkannya problematika klasik pendidikan nasional kita yang masih berkutat pada masalah pembiayaan. Terkait hal ini, Diarto mengulang-ulang pandangannya akan perlunya peningkatan dana demi menjamin peningkatan mutu pendidikan kita. Baginya, penganggaran 20 persen dari APBN dan APBD bagi sektor pendidikan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Pokokknya, 20 persen.

Kini, harapan besar itu akan segera terwujud. Pidato Nota Keuangan RAPBN 2009 yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pada 15 Agustus lalu yang menegaskan rencananya untuk mengalokasian anggaran sebesar Rp 224 triliun dalam RAPBN 2009 adalah untuk memenuhi kewajiban tersebut di atas. Anggaran ini nantinya akan digunakan untuk menuntaskan pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun. Anggaran ini juga ditujukan untuk menaikkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru secara signifikan. Anggaran pendidikan yang sudah mencapai 20 persen dari APBN diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di negeri ini, guna membangun keunggulan dan daya saing bangsa di abad ke-21 ini.

Namun, persoalan ini tidak berhenti sampai di sini. Anggaran yang cukup besar tersebut harus dipastikan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjwabkan. Di sinilah tugas pemerintah dan masyarakat untuk mengawal dan mengawasi penuh amanah besar ini. Seluruh komponen bangsa wajib untuk ikut serta memasang mata dan telinganya setiap saat, dalam rangka menjaga dan memonitor penggunaan anggaran tersebut mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional. Semoga awal yang baik ini dapat menjadi titik bangkit dunia pendidikan Indonesia yang bertepatan dengan tahun peringatan seabad Hari Kebangkitan Nasional.


Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.arminaperdana.blogspot.com, www.kmp-malang.com