Arsip

Media Pembelajaran

Aktivitas mencari animasi kimia bagi siswa atau guru merupakan aktivitas yang cukup sekali saja kita lakukan, dengan catatan setelah kita mengunduh (donwload) selanjutnya kita tinggal membuka hasil downloadan tadi untuk digunakan lagi lain waktu. Animasi kimia dalam bahasa Indonesia jumlahnya tidak banyak, sedangkan orang yang mau berbagi kebanyakan menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu dalam pencarian kita juga mesti menggunakan bahasa Inggris. Jadi kata kunci yang dapat digunakan misalnya “chemistry animation”. Berikut screenshoot hasil pecarian menggunakan search engine google.

Deretan hasil pencarian tadi adalah animasi-animasi sangat bagus yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung menjelaskan pelajaran kimia di sma, meskipun untuk halaman pencarian berikutnya masih banyak memberikan hasil bagus. Saya bersyukur sudah mengoleksinya untuk saya manfaatkan di sela pembelajaran saya lakukan bersama siswa saya. Memang tidak semua bisa digunakan sesuai kurikulum yang digunakan di Indonesia tapi kita justru akan mendapatkan informasi lebih banyak dan lebih baik.

Seperti koleksi animasi pada web http://www.chem.iastate.edu/group/Greenbowe/sections/projectfolder/animationsindex.htm. Semua animasi sudah terindeks sesuatu pokok bahasannya. Mantap kan? Tinggal pakai saja. Mau membuat sendiri kalau bisa sih bagus, tapi itu perlu tenaga ekstra dan kemahiran dalam membuat animsi-animasi seperti itu. Jadi kenapa tidak kita pakai yang ada, dan kalau ada waktu kita dapat memodifikasinya.

Oh yah kalau kesulitan mendownload animasi yang kebanyakan berformat flash (swf) sebaiknya menggunakan browser firefox dengan menambahkan extension (add on) flash and video download. Bagaimana cara menggunakannya: buka web yang mengandung file swf (animasi) kemudian klik panah menghadap ke bawah di pojok kanan bawah web browser firefox dan klik lagi nama file animasi tersebut, maka secara otomatis file animasi tersebut akan terdownload secara otomatis.

Sedangkan untuk membuka file animasi dengan format swf, saya rekomendasikan menggunakan flash player standalone ini. Aplikasi ini sangat ringan dan bisa digunakan untuk memainkan animasi secara mandiri (stand alone).

Selamat berburu animasi kimia, mari gunakan yang sudah tersedia untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pelajaran kimia.

sumber

Dalam pembelajaran bahasa, baik bahasa arab atau bahasa inggris, penggunaan media sangat dibutuhkan agar pembelajaran tersebut tidak membosankan dan menjadi aktivitas yang menyenangkan. Kanyataan di lapangan menunjukkan bahwa aktifitas pembelajaran bahasa arab kurang bervariasi dari pada pembelajaran bahasa asing lainnya. Hal ini tidak hanya disebabkan adanya asumsi bahwa belajar bahasa arab sebagai bahasa asing untuk bisa mempergunakannya secara aktif hanya bisa dilakukan di negara arab tetapi juga penggunaan metode pembelajaran yang sudah ketinggalan dari metode pembelajaran bahasa asing lainnya.

Praktek pengajaran bahasa arab di pesantren atau tsanawiyah, aliyah, IAIN dan lain-lain pada umumnya masih menitik beratkan pada metode gramatika terjemah. Hal ini terbukti dengan pembelajaran yang menekankan pada keterangan kaidah-kaidah tata bahasa, menterjemah bahasa Arab ke dalam bahasa pelajar tapi tidak sebaliknya, latihan secara lisan tidak diberikan dan belum menggunakan alat-lat peraga audio-visual .

Dalam pembelajaran bahasa, salah satu media yang bisa digunakan adalah media audio visual. Nana Sudjana dan Ahmad Rivai mengatakan bahwa pemanfaatan media audio dalam pengajaran terutama digunakan dalam: pertama, pengajaran music literary (pembacaan sajak) dan kegiatan dokumentasi. Kedua, pengajaran bahasa asing, baik secara audio ataupun secara audiovisual. Ketiga, pengajaran melalui radio atau radio pendidikan. Keempat, paket-paket belajar untuk berbagai jenis materi, yang memungkinkan siswa dapat melatih daya penafsirannya dalam suatu bidang studi .
Dengan menggunakan media Gambar (visual) pengalaman belajar yang diperoleh siswa akan semakin bertambah. Siswa tidak hanya mendapat keterangan berupa kata-kata tapi mendapat pengalaman nyata dari visual yang di tampilkan. Amir Hamzah Sulaeman menyebutkan bahwa alat-alat visual tidak saja menghasilkan cara belajar yang efektif dalam waktu singkat, tetapi apa yang diterima melalui alat-alat visual lebih lama dan lebih baik tinggal dalam ingatan .
Karena kekurangan fasilitas pembelajaran yang dimiliki oleh Madrasah Tsanawiyah Al-ma’arif 01 maka guru mencoba menggunakan media visual yang berupa gambar dalam pembelajaran bahasa arab. Dengan media ini diharapkan suasana pembelajaran tidak membosankan dan menjadi lebih menarik sehingga bisa menumbuhkan minat siswa untuk belajar pelajaran tersebut dan yang lebih penting adalah tercapainya tujuan KBM dan kurikulum.

Dari latar belakang masalah diatas maka penulis mengambil penelitian dengan judul “Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Minat Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas VII E MTs Al-Ma’arif 01 Singosari Malang”.

DOWNLOAD LENGKAP PTK DI SINI

Media pembelajaran sangat beraneka ragam. Berdasarkan hasil penelitian para ahli, ternyata media yang beraneka ragam itu hampir semua bermanfaat. Adapun macam-macam pembelajaran adalah : a) Media visual, b) Media audio, c) media proyeksi diam, d). Media audio visual, e) Media cetakan Sadiman (1986). Bertitik tolak pada pembagian macam-macam media pengajaran diatas., maka penulis meneliti 2 (dua) macam media pembelajaran yang sesuai dan tersedia di daerah penelitian. Adapun media pembelajaran tersebut:
1. Media visual
Media visual termasuk media grtafis, yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dan sumber ke penerima pesan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Pengertian media visual adalah :“gambar yang secara keseluruhan dari sesuatu yang dijelaskan ke dalam suatu bentuk yang dapat divisualisasikan (Suparto, 1982). Dari macam-macam media visual tersebut diatas, ada tiga macam media visual yang sesuai dengan kegiatan mata pelajaran sejarah yaitu :
a. Gambar/Foto
Gambar / foto merupakan media yang paling umum dipakai. Gambar merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana.
b. Bagan/Chart
Bagan chart termasuk media grafik dan bagan merupakan suatu penyajian diagramatik. Dimana bagan dapat diartikan sebagai suatu lambang visual (visual syabel) untuk mengikhtiarkan, membandingkan dan mempertentangkan kenyataan atau kenyataan-kenyataan (Soeparto, 1983).
c. Peta dan Globe
Globe merupakan lukisan dari permukaan bumi yang diperkecil, sehingga menyerupai dari bentuk aslinya. Pada dasarnya peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data dan lokasi (Sadiman, 1986)

2. Media Cetak
Media cetak pada kenyataan meliputi bahan bacaan di Indonesia. Bahan bacaan masih sedikit jumlahnya bila dilihat dari kebutuhan. Lagipula kecendrungan dan rangsangan untuk membacapun masih kurang. Padahal kegiatan membaca merupakan suatu yang cukup penting artinya bagi kita/siswa. Dengan membaca secara teratur kita/siswa dapat menyerap gagasan, teori, analisis atau penemuan orang lain. Dan lewat kegiatan pembaca pula orang dapat mengikuti setiap perkembangan baru yang terjadi. Selain meliputi bahan bacaan, media cetakan menampilkan simbol-simbol tertentu. Media cetak pada dasarnya hanya menampilkan simbol-simbol tertentu yaitu huruf (simbol bunyi) (Ali, 1984). Dari macam-macam media cetakan tersebut di atas, penulis mengambil 3 (tiga) macam antara lain :
a. Buku
Buku adalah merupakan sarana yang penting bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Karena pada hakekatnya penggunaan media buku dalam proses belajar mengajar adalah bertujuan untuk mempermudah siswa belajar (Purwodarminto, 1986).
b. Majalah
Membaca majalah berarti mempelajari hasil karya tulis para ahli menurut bidangnya. Membaca majalah adalah merupakan suatu cara atau sesuatu sarana untuk memelihara tingkat pengetahuan sendiri serta untuk menambah pengetahuan baru. Majalah merupakan sarana untuk menggugah minat siswa terhadap suatu masalah pada masa lampau atau masa sekarang. Majalah ini memuat aneka peristiwa baik tentang pengembangan di bidang pendidikan, juga memuat tentang artikel-artikel mengenai peristiwa sejarah pada masal lampau. Hal ini merupakan bahan penunjang bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
c. Surat kabar atau koran
Sedangkan surat kabar juga merupakan sarana penunjang mata pelajaran sejarah, karena surat kabar merupakan suatu cara untuk menambah pengetahuan baru bagi siswa.

Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang


Terdapat satu model yang dipakai dalam merencanakan penggunaan media pembelajaran, yaitu model ASSURE. Model assure adalah suatu model perencanaan penggunaan media pembelajaran yang mengikuti enam langka secara berurutan berikut:
a. A = analize learners (menganalisa karakteristik pebelajar)
b. S = state obyective (merumuskan tujuan)
c. S = select methode, media and materials (penggunaan media dan bahan)
d. U = utilize media and materials (penggunaan media dan bahan)
e. R = require learner participation (menyiapkan partisipasi belajar).
f. E = evaluate and revise (evaluasi proses dan perolehan belajar, serta merevisi)

Dalam langkah-langkah perencanaan penggunaan media pembelajaran model ASSURE tersebut diatas secara eksplisit telah termaktub tentang pemilihan media pembelajaran. Pemilihan media yang paling baik haruslah didasarkan pada pertimbangan sumbangan apa yang dapat diberikan oleh media itu dalam proses pembelajaran Gagne (1975). Mc. Connel (dalam Sadiman, 1986) mengatakan, bila media itu sesuai, pakailah (if the medium fits, use it).

Menurut Sadiman (1986), faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran adalah a) tujuan instruksional yang ingin dicapai, b) karakteristik pembelajar atau sasaran, c) jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio visual, gerak, atau lainnya), d) kondisi lingkungan setempat, e) luasnya jangkauan yang ingin dilayani, f) ketersediaan sumber setempat, g) ketersediaan dana, tenaga, h) fasilitas untuk memproduksi atau membeli, i) faktor keluesan, kepraktisan, dan ketahanan dalam waktu tertentu dan j) efektifitas biaya dalam jangka waktu yang panjang.

Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang


Istilah media pembelajaran merupakan suatu istilah yang berasal dari kata media dan pembelajaran. Kata media merupakan bentuk jamak medium, yang berasal dari bahasa latin medius (tengah). Kata medium dalam bahasa Indonesia berarti antara (Latuberu, 1988). Kemudian istilah media digunakan suatu nama bagi semua bentuk dan saluran yang digunakan suatu nama bagi semua bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses penyampaian informasi atau pengantar informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dengan penerima pesan (AECT, 1977 ).

Dengan demikian, media merupakan segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam proses penyajian informasi, film, radio, rekaman, foto audio visual, barang cetakan, dan sebagainya adalah media komunikasi dalam rangka penyampaian pesan. Semua media komunikasi dianggap sebagai media pembelajaran atau pendidikan, jika ia dipakai untuk membawa informasi atau pesan untuk maksud pembelajaran atau pendidikan (Heinick, et. all. 1985).

Menurut Ibrahim et.all. (2000), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan pebelajar dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Degeng (1989) memandang media pembelajaran sebagai komponen strategi penyampaian pesan yang akan disampaikan kepada pebelajar, apakah itu berupa orang, alat atau bahan.

Dengan memperhatikan pendapat para pakar diatas, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala bentuk dan saluran yang dapat dipakai untuk menyajikan informasi atau pesan pembelajar dari pembelajaran sebagai sumber pesan kepada pembelajar sebagai penerima pesan, dengan harapan pebelajar lebih aktif dan lebih termotifasi untuk belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Media pembelajaran dalam mengartikan ini dapat berupa orang, alat, atau bahan.

Landasan Teoritis dan Praktis Penggunaan Media Pembelajaran
Secara teoritis, bahwa penggunaan media dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar. Dengan kata lain. Proses pembelajaran menjadi efektif, interaktif, dan efisien. Secara praktis media pembelajaran, baik hasil teknologi lama, baru ataupun hasil karya sederhana, bukan berarti menjadikan pembelajaran menjadi proses yang kurang manusiawi (dehumanisasi) ataupun menggusur peran pembelajar. Namun sebaliknya kehadiran media tersebut sangat positif, asalkan pembelajar tetap menggunakan pendekatan humanisme dalam pembelajarannya, dan dapat mengambil manfaat dari media tersebut.

Berdasarkan landasan psikologis, belajar adalah proses yang kompleks dan unik kompleks karena proses pembelajarannya mengikutsertakan seluruh aspek kepribadian, jasmani maupun rohani. Unik artinya setiap pembelajaran memiliki cara belajarnya sendiri yang berbeda dengan pebelajaran lain. Sebagai akibat perbedaan individual, seperti minat, bakat, kemampuan, kecerdasan, serta tipe belajar.

Secara teknologis, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya bidang teknologi dan elektronika, menyebabkan memboomingnya berbagai sumber belajar dan media pembelajaran, semisal foto, slide, film, video, komputer, tape recorder, buku teks, bahan ajar, dan lain-lainnya. Semua jenis hasil teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengefektifkan proses pembelajaran.

Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang


إن اللعب أداة تربوية تساعد في إحداث تفاعل الفرد مع عناصر البيئة لغرض التعلم وإنماء الشخصية والسلوك، ويمثل اللعب وسيلة تعليمية تقرب المفاهيم وتساعد في إدراك معاني الأشياء كما يعتبر أداة فعالة في تفريد التعلم وتنظيمه لمواجهة الفروق الفردية وتعليم التلاميذ وفقاً لإمكاناتهم وقدراتهم. و يعتبر اللعب طريقة علاجية يلجأ إليها المربون لمساعدتهم في حل بعض المشكلات التي يعاني منها بعض التلاميذ من جهة ثانية يشكل اللعب أداة تعبير وتواصل بين التلاميذ.
وتعمل الألعاب على تنشيط القدرات العقلية وتحسن الموهبة الإبداعية لدى التلاميذ وتساعد علي تثبيت المعلومات حيث أن المعلومة التي يتم تقديمها من خلال لعبه لا يمكن أن ينساها الدارس، حيث تكون فيها عنصر الحركة فهي تسمع وتري وتقوم بنفسها بعمل حركي وتستخدم أكثر من حاسة، كما تساعد الألعاب علي تنشيط الدارس فهي تعمل علي تنشيط الذهن والبدن لاستيعاب المعلومات والقدرة علي تنشيط التفكير.
وأيضا” تعمل الألعاب علي إدخال البهجة والسرور لدى الدارس بما فيها من حركة ومرح وإمتاع وتسلية وتساعد الألعاب علي تنمية الابتكار والإبداع لدى الدارس ويعتبر اللعب وسيلة هامة من وسائل التفريغ عن الانفعالات المختلفة لدى الدارس في هذه المرحلة حيث تظهر الهوايات والميل للشلة والشعور بالمكانة كل هذه من الخصائص المميزة لهذا السن واللعب يعمل علي تفريغ هذه الطاقات كما تساعد الألعاب علي كسر حاجز الملل والعزلة لدى بعض الدارسين ويعتبر اللعب وسيلة هامة وبسيطة لتوصيل المعلومات وتبسيطها وأخيرا” تعمل الألعاب علي تشغيل اغلب الحواس والتي تساعد علي تنشيط الذهن وتنمية القدرة علي الملاحظة والتركيز والانتباه .
من هنا يمكن أن ندرك أهمية اللعب والذي يشمل كل الفئات العمرية للتلاميذ
1) الدمى مثل أدوات الصيد، السيارات والقطارات، العرايس، أشكال الحيوانات، الآلات و أدوات الزينة.
2) الألعاب الحركية وهي تهدف إلى تنشيط الدارسات واللياقة البدنية لهم وهي تعمل علي تنشيط البدن والذهن مثل الألعاب الرياضية المختلفة ويراعي اختيار الألعاب المناسبة للدارسات للسن وميولهم وعاداتهم مثل: ألعاب الرمي والقذف،التركيب،السباق،القفز،المصارعة ،التوازن والتأرجح،الجري،ألعاب الكرة
3) ألعاب الذكاء مثل الفوازير،حل المشكلات والكلمات المتقاطعة.
4) الألعاب التمثيلية مثل التمثيل المسرحي ،لعب الأدوار.
5) ألعاب الغناء والرقص: الغناء التمثيلي،تقليد الأغاني،الأناشيد،الرقص الشعبي.
6) ألعاب الحظ: الدومينو ، الثعابين والسلالم و ألعاب التخمين
7) القصص والألعاب الثقافية: المسابقات الشعرية ، بطاقات التعبير.
8) الألعاب الشعبية: وهي ألعاب ترتبط بالبيئة وتتوافق مع الغناء الشعبي
9) الألعاب الورقية:وهي ألعاب تتم من خلال استخدام الورق في ابتكار وعمل العاب ونماذج وأشكال فنية مختلفة من الورق مثل (سمكة من الورق– ضفدعة – سلة للمهملات من الورق – عصفور متحركة
وإنما اللعب هو نشاط طبيعى للأولاد. وأن يكون اللعب فى التعليم له هدف وقصد معين. فاللعب أثناء التعلم أو تعلم أثناء اللعب يناسب بحال التلاميذ. لأنهم يحبون النشاطات ولذلك اقترح محيبا ، على المدارس اللغة العربية أن يعدوا تلك النشاطات فى اللعب والدرس.
وقال فنوجيا روا : أن هناك ثلثة معايير اللعب فى تعليم اللغة الأجنبية وهي (1) أن يكون اللعب جذبا ومتنوعا، (2) أن يساهم فى مستوى استيعاب لغة التلاميذ، (3) أن يدفع الأولاد إلى نطق الكلمة أو الجمل الجديدة .
هناك بعض الحجج عن أهمية استخدام اللعب فى تعليم اللغة، منها: أن الع يركز اهتمام الأولاد على جانب لغوى معين، وعلى ترتيب الجمل، أو المفردات المعينة، (2) أن اللعب يمكن أن يستعمل فى التقوية والنظرة والتثبيت، (3) أن اللعب يجتاج إلى اشتراك جميع التلاميذ، (4) أن اللعب يتيح الفرصة للأولاد استعمال اللغة الهدف الطبيعى فى أحوال المرنحة، (5) أن اللعب يمكن أن يستعمل فى الاستماع والقراءة والمحادثة، (6) أن اللعب ينمى اشتراك الأولاد اشتراكا كاملا.
وعلى المدرس أن لايترجم الكلمات إلى اللعة الأندونيسية، ولكن أن يسعى فى أن يفهم التلاميذ عن الكلمات باستخدام الاشارات أو أية أخرى التي تساعد المدرس فى إفهام معاني الكلمات لهم.

تعريف اللعبة اللغوية

يستخدم اصطلاح الألعاب فى تعليم اللغة، لكي يعطى مجالا واسعا فى أنشطة فصلية، لتزود المعلم والدارس بوسيلة ممتعة وشوقة لتدريب على عناصر اللغة، وتوفير الحوافر لتنمية المهارات اللغوية المختلفة. وعهي ايضا توظف بعض عمليات العقلية مثل “التخمين” لإضفاء أبعاد اتصالية على تلك الأنشطة، وتيح للطلاب نوعا من الاختيار للغة التي يستخدمونها. وهذه الألوان من ألعاب تخضع لإشراف المعلم أو المراقبة فى الأقل.
وقد أطلقت كلمة ألعاب على تلك ألعاب التي لها بداية محددة نهاية، وتحكمها القواعد والنظام، وأطلقت على كافة أنواع الانشطة الشبهة بالالعاب، والتي ليس لها شكلها المألوف
والمقصود باللعبة اللغوية هي نشاط سلوكي (إجماعى أو فردى) يتميز بالإثارة والمرح يمارسه الدارسون تحت إشراف المعلم من أجل تحقيق أهداف لغوية محددة

Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang

Sumber:
www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com
www.arminaperdana.blogspot.com
, http://grosirlaptop.blogspot.com


القواعد العامة لاستخدام الوسائل التعليمية هي :
هناك قواعد عامة تنطبق على استخدام أية وسيلة وهي ما يلي: (محمد محمود الحيلة، 2001، 164-169) ، (محمد السيد علي، 2002، 68-72)
1) في مرحلة التحضير قبل الاستخدام
بعد اختيار الوسيلة المناسبة للاستخدام في الموقف التعليمي، يقوم المعلم بما يلي:
(أ) تجريب الوسيلة أو فحصها ليتأكد من صلاحيتها ومناسبتها لأهداف الموقف التعليمي، ومستوى نمو المتعلمين وخصائصهم .
(ب) اختيار المكان المناسب، وإعداده بشكل يسهل استخدام الوسيلة فيه .
(ج) توفير الوسائل والأدوات والمواد والأجهزة في غرفة الدرس قبل البدء، كي لا يضطر المعلم لترك الغرفة أو إرسال بعض الطلاب للحصول عليها وترتيبها بشكل متسلسل حسب استخدامها.
(د) التخطيط لاستخدام الوسيلة بشكل صحيح والتأكد من توافر الظروف المساعدة بشكل فعال .
(هـ) تهيئة أذهان المتعلمين، بحيث يأتي عرض الوسيلة في وقت يشعرون فيه أنهم بحاجة للحصول على معرفة معينة أو حلا مشكلة ما أو تفسير ظاهرة .

2) في مرحلة الاستخدام : يجب على المعلم إتباع ما يلي:
(أ) استخدام الوسيلة في الوقت المناسب .
(ب) يجب أن يتأكد أثناء استخدام الوسيلة التعليمية أن كل شيء يسير على ما يرام، فعليه مثلاً أن يلاحظ وضوح الصوت والصورة أثناء عرض الفيلم أو البرنامج التليفزيوني، أو أن الصورة أو الخريطة المعلقة أو المواد المعروضة في مكان يسمح للجميع بمشاهدتها أو أن صوت التسجيلات الصوتية يصل إلى جميع الدارسين .
(ج) مشاركة المتعلم الإيجابية في استخدام الوسيلة، من أهم مقومات الاستخدام الوظيفي لها .
(د) لابد أن تكون التعليمات واضحة التي تعطي للمتعلمين فكرة عن ما يقومون به تجاه الوسيلة، وأن يكون الهدف من استخدامها واضحاً في أذهانهم .
3) في مرحلة بعد الاستخدام : يجب علي المعلم إتباع ما يلي:
(أ) مناقشة المتعلمين حول الأفكار التي تتضمنها الرسالة التي نقلتها الوسيلة باستخدام بعض الأسئلة للتأكد من مدى تحقيق أهداف استخدامها.
(ب) توجية المتعلمين للقيام ببعض الأنشطة للمتـابعة كإجراء تجربة أو كتابة تقرير أو القراءة في المكتبة أو القيام برحلة تعليمية أو عمل معرض .

Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang

Sumber:
www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com
www.arminaperdana.blogspot.com
, http://grosirlaptop.blogspot.com