Arsip

Tips


Pria sering dianggap sebagai makhluk yang superior jika dibandingkan dengan wanita. Tapi bukan berarti mereka tidak sensitif dan emosional, terutama jika sudah menyangkut kepercayaan diri.

Ego pria bisa sangat rentan dah mudah tersakiti, bahkan bisa lebih rapuh daripada wanita. Sejumlah penelitian seperti dikutip dari My Self Development menunjukkan, pria lebih sulit memupuk kepercayaan dirinya –jika sudah ternodai– dibandingkan wanita. Ini dia enam hal yang bisa menghilangkan rasa percaya diri pria dengan cepat.

1. Masalah Keuangan
Tidak memiliki cukup banyak uang adalah faktor utama penyebab ketidakpercayaan diri pada pria. Sudah sejak lama, pria dianggap sebagai tulang punggung keluarga. Sebab itu, pria yakin akan mendapat respon yang baik dari keluarga istri atau kekasihnya, jika berpenghasilan cukup atau lebih. Pria juga merasa dihargai jika menyimpan cukup banyak uang di dompet maupun rekening banknya.

sumber: http://motivatorsuper.com/6-hal-yang-merusak-kepercayaan-diri-pria/1794

2. Pasangan Terlalu Dominan
Dominasi adalah kata yang cukup melekat pada sosok pria. Sejak dulu, pria memang ‘ditakdirkan’ untuk lebih kuat dan jadi penguasa. Jika ia berpacaran dengan wanita yang terlalu dominan dalam hubungan asmara, bisa menghapus rasa percaya diri mereka. Karena bisa membuatnya terlihat lemah di hadapan teman-temannya m`upun orang lain.

3. Ditolak
Penolakan di sini tidak selalu pada masa pendekatan. Tapi bisa juga penolakan orangtua kekasihnya terhadap hubungan mereka, atau sikap yang tidak bersahabat dari keluarga wanita. Masa pacaran yang terbina cukup lama, namun harus putus di tengah jalan bisa meninggalkan luka permanen pada ego pria dan merusak kepercayaan diri.

4. Dikhianati
Perlu waktu yang lama bagi pria untuk berkomitmen dalam hubungan asmara atau pernikahan. Saat komitmen itu dirusak karena sang wanita berselingkuh, selain hati yang hancur, rasa percaya dirinya juga terkoyak. Karena dia menganggap tidak bisa menjadi kekasih yang cukup baik, sehingga pasangannya berpaling ke pria lain. Akan perlu waktu lama bagi pria untuk memupuk kepercayaan dirinya dan memulai kisah cinta yang lain.

5. Masalah di Tempat Kerja
Sebagian besar pria ingin dihargai, termasuk saat di lingkungan kerja. Masalah di tempat kerja akan membuatnya merasa jadi orang yang kurang mampu melakukan tugasnya dengan baik. Oleh sebab itu, kebanyakan pria enggan membicarakan masalah kantor kepada pasangannya.

6. Dikritik di Tempat Umum
Kebanyakan pria ingin terlihat seperti pemimpin saat berjalan dengan kekasihnya di tempat umum. Jadi, ketika kekasihnya mengkritik atau membuat lelucon yang menjelekkan dirinya di hadapan orang lain, dia akan merasa terhina dan kepercayaan dirinya akan luntur.

sumber: http://motivatorsuper.com/6-hal-yang-merusak-kepercayaan-diri-pria/1794

Iklan
“Seorang yang penuh syukur akan berterimakasih dalam segala situasi. Seorang pengeluh akan tetap mengeluh sekalipun ia hidup di dalam surga”
Anonim

Jika sahabat saya, Bapak ‘Chef’ Timoteus Talip telah memaparkan artikel melalui “Salad”-nya yang begitu mengagumkan, juga Bapak Paulus Winarto yang telah mengupas habis tentang kesuksesan, maka saya akan mem-binding racikan sahabat-sahabat saya tersebut dan mengupasnya dengan menengok ke dalam diri Anda.

Suatu hari saya berniat pergi ke sebuah kantor dengan menggunakan taxi. Tidak lama kemudian taxi tersebut terhenti di persimpangan lampu merah. Saat itu cuaca sangat panas, namun tiba-tiba saya merinding; bukan karena saya melihat hantu, tetapi justru karena saya melihat seorang bapak tua yang berdiri tegar berjalan dengan satu kaki yang di bantu tongkat penyangga separuh tubuhnya yang terkena stroke dan tangan kirinya membawa kacang goreng yang ditawarkan di sepanjang lampu merah tersebut. saya terus mengamatinya dari jauh hingga hampir mendekat dimana taxi saya berhenti. Cuaca tak bersahabat yang membakar kulit tak menyurutkan bapak tua itu untuk terus mencari uang walaupun dari deretan mobil paling depan tidak ada satupun yang membeli barang dagangannya.

Di lain kesempatan saya pernah menyaksikan ada seorang buta yang berjualan krupuk di sekitar lampu merah di tempat yang sama saat saya melihat penjual kacang goreng tadi. Memang saya pernah mendengar dari orang sekitar kalau ada seorang yang berjualan krupuk namun cacat. Dan tahukah Anda bagaimana ia memulai aktivitasnya? Tanpa bantuan dari siapapun, ia mulai berjualan ditemani tongkat tua yang menuntunnya di sepanjang jalan yang sangat terik itu tanpa mengeluh.

Apa perasaan saya ketika melihat kedua orang itu? Jujur, saya pribadi malu ketika saya yang dalam kondisi lebih baik dari mereka terkadang justru bersikap tidak sesempurna mereka. Mereka adalah petarung yang sebenarnya. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang petarung sejati adalah mengakui keadaan dirinya sendiri.

Moral cerita yang ingin saya katakan adalah apakah yang akan Anda lakukan terhadap diri Anda yang sempurna ini? Maukah Anda mengakui bahwa tubuh Anda yang sempurna adalah tidak sempurna? Dewasa ini dalam keadaan yang semakin sulit, mungkin saja ada orang yang malu mengakui kekurangannya, tapi bagaimana dengan Anda? Pengalaman ini merupakan sebuah cermin bagi siapa saja termasuk saya karena saya pun mengalami keterpurukan. Banyak cibiran, perendahan, dan bahkan penghinaan yang saya terima dahulu. Namun semua bentuk hinaan itu justru membakar jiwa saya untuk mengeluarkan potensi terbaik dengan bekerja keras dan ketekunan itu telah merubah segalanya. Sukses juga memiliki mata sekalipun ia tidak memiliki mata secara harafiah. Seperti dua orang luar biasa yang saya uraikan di atas, keterbatasannya bukan merupakan pembatas baginya untuk terus berkarya dalam ketidakpastian dunia ini. Apa yang mereka lakukan untuk terus berjuang habis-habisan senada dengan 6 kunci produktifitas dari Brian Tracy.

1. Kerja keras.
Penjual kerupuk dan kacang goreng telah melakukan sebuah kebiasaan brilliant yang tidak semua orang sadari dan lakukan yakni kerja keras. Percayakah Anda jika merekapun membutuhkan waktu untuk membangun kebiasaan mereka untuk bekerja keras? Anda harus percaya karena tidak ada sesuatu yang sifatnya kebetulan. Air hujan pun tidak pernah turun secara kebetulan bukan?

2. Bekerja dengan cepat.
Banyak dari kita bereaksi sangat lambat atau bahkan tidak bereaksi sama sekali terhadap peluang yang sangat besar yang berada dihadapan kita. Mungkin Anda menganggap saya bercanda, tapi tunggu dulu saya akan berikan bukti kepada Anda dengan beberapa pertanyaan dan kemudian Anda jawab. Berapa banyak orang yang Anda bantu ketika Anda di minta bantuan oleh orang lain? Saya tidak mengatakan kalau Anda tidak mau membantu, tapi kenyataan yang ada adalah kebanyakan reaksi spontan yang sangat cepat terjadi untuk menolak entah dengan berbagai cara. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh kedua penjual itu. Mereka menyadari bahwa keterbatasannya memaksa mereka untuk bekerja lebih cepat dan lebih keras dari orang yang memiliki fisik normal, karena jika tidak maka mereka tidak bisa bertahan hidup.

3. Bekerja dengan cerdas.
Banyak orang rata-rata sibuk atau bahkan menyibukkan diri mereka agar tampak seolah mereka benar-benar sibuk. Sadarkah Anda bahwa apa yang mereka sedang lakukan adalah membunuh diri mereka secara perlahan tanpa mereka sadari. Benjamin Tregoe menuliskan bahwa “Penggunaan waktu yang sangat buruk adalah melakukan dengan baik sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan”. Kedua petarung jalanan diatas menyadari sepenuhnya bahwa penggunaan waktu untuk bekerja dengan cerdas adalah kunci mendapatkan uang.

4. Bekerja dengan kekuatan Anda.
Tahukah Anda dimanakah kekuatan sejati Anda terlihat? Kekuatan sejati Anda yang sebenarnya terlihat justru dalam keadaan-keadaan yang kritis. Kita yang memiliki tubuh normal seringkali tidak mengetahui kekuatan besar yang ada didalam diri. Apakah mudah bagi seorang yang tidak mampu melihat untuk berjualan dijalanan? Apakah mudah bagi seorang tua yang terkena stroke untuk berjualan kacang goreng? Tidak mudah bukan? Mereka bekerja dengan kekuatan mereka sendiri dengan memulai melangkah seberat apapun demi kelangsungan hidup mereka. Kekuatan mereka telah memungkinkan mereka untuk bekerja dan melakukan sesuatu lebih cepat dan baik ketika merespon pembeli. Semakin banyak waktu yang Anda gunakan untuk melakukan sesuatu, Anda akan semakin baik dalam melakukan aktivitas tersebut.

5. Bekerja dengan lebih efisien.
Percayakah Anda jika kedua penjual jalanan yang saya uraikan itu benar-benar melakukan sesuatu yang mencengangkan? Banyak penjual asongan di jalan tidak melakukannya. Kebanyakan mereka berjualan pada jam-jam sibuk atau saat istirahat kantor. Namun justru apa yang dilakukan kedua penjual ini justru berjualan disaat yang sebaliknya karena pada jam-jam sibuk para pengguna jalan berfokus kepada tujuannya agar mereka dapat sampai dengan segera sedangkan pada situasi biasa sangat memungkinkan pengguna jalan untuk lebih memperhatikan keadaan disekitarnya sehingga memungkinkan produk mereka di beli. Disini, penjual jalanan itu telah membuktikan bahwa kerja cerdas dan efisien jauh lebih mendatangkan keuntungan.

6. Bekerja lebih baik.
“If better is possible, Good is not enough”, tentu Anda tidak asing dengan sebuah pepatah klasik yang sarat makna ini. Pepatah tersebut menekankan dengan jelas, jika Anda melakukan sesuatu dengan baik saja itu tidaklah cukup karena kompetitor Anda melakukan sesuatu yang jauh lebih dahsyat dari apa yang Anda lakukan. Seorang Bapak penjual kacang goreng dan penjual krupuk juga mengalami kompetisi yang serupa dan bahkan lebih keras karena keadaan mereka. Mereka bersaing justru dengan orang-orang yang normal secara fisik dan harus bekerja lebih baik.

Dr. Victor Frankl mengatakan terdapat empat kelompok pekerjaan yang dapat Anda lakukan. Pertama, pekerjaan yang sulit untuk di pelajari dan sulit untuk dilakukan; kedua, pekerjaan yang sulit untuk dipelajari namun mudah untuk dilakukan; ketiga, pekerjaan yang mudah untuk dipelajari namun sulit dilakukan, dan yang terakhir keempat adalah pekerjaan yang mudah untuk dipelajari dan mudah untuk dilakukan.

Dari keempat kelompok pekerjaan diatas, Anda tentu dapat menilai berada di manakah keberadaan Anda saat ini dan Anda mengerti kelompok pekerjaan yang mana yang menghasilkan sesuatu yang spektakuler? Ya, Anda benar. Anda harus mengambil pekerjaan yang sulit bahkan yang sangat sulit untuk dilakukan karena pasti kelompok pekerjaan ini sangat dijauhi oleh kebanyakan orang. Seperti ungkapan seorang John F Kennedy ketika melontarkan ide luar biasa mendaratkan manusia ke bulan dan membawanya kembali dengan selamat ke bumi bahwa “Ia melakukannya justru bukan karena hal itu mudah, tetapi justru karena hal ini sangat sulit”.

Semoga bermanfaat.

Hari Minggu yang menyenangkan sudah berakhir, kini saatnya bekerja kembali di hari Senin. Tetapi bagaimana jika rasa malas tak bisa dihindari? Tenang saja, tidak ada rasa malas yang tidak bisa diatasi!

Persiapan
Hindari terburu-buru dan kurang persiapan pada hari Senin. Tergesa-gesa dan khawatir terlambat bisa membuat mood hari Senin Anda semakin kelabu. Siapkan pakaian yang akan Anda kenakan pada hari Senin. Siapkan sebelum tidur untuk menghindari terburu-buru memilih pakaian di hari Senin. Tak sedikit wanita yang berganti baju lebih dari satu kali sebelum akhirnya memutuskan mana yang akan dipakai. Nah, hal itu tentunya memakan waktu.

Bereskan pekerjaan untuk mengurangi beban di hari Senin. Usahakan selesaikan sebanyak mungkin pekerjaan di hari Jumat. Jangan menyisakan pekerjaan berat untuk hari Senin yang membuat Anda malas untuk bergerak ke kantor. Rapikan meja Anda sebelum pulang di hari Jumat untuk memberi suasana yang menyenangkan. Barang bawaan seperti berkas, presentasi, atau apa pun yang harus dibawa pada hari Senin jangan lupa dipersiapkan sebelumnya. Usahakan semuanya sudah tertata rapi dan siap dibawa. Jika hampir semua persiapan sudah beres sebelum tidur, Anda tentunya bisa memiliki ekstra beberapa menit untuk bangun lebih siang di hari Senin.

Hari-H
Menambah beberapa menit ekstra untuk tidur memang sangat menyenangkan, tetapi bangun lebih pagi ternyata juga memberi manfaat tersendiri. Dengan bangun lebih pagi, Anda menjadi tidak tergesa-gesa dan tertekan pada Senin pagi. Belum lagi perjalanan ke kantor tentu penuh kemacetan dan berpotensi bikin terlambat.

Tampil dengan busana terbaik di hari Senin bisa membantu menambah semangat. Kenakan pakaian favorit atau tas andalan yang bisa menambah rasa percaya diri. Ketika Anda merasa senang, percaya diri, dan nyaman dengan penampilan, otomatis mood Anda akan semakin baik.

Mandi dengan sabun aromaterapi atau memanjakan diri dengan perawatan tubuh di Senin pagi juga bisa menjadi pendorong mood yang baik. Jangan lupakan sarapan untuk menambah semangat. Makan enak akan membuat hati semakin senang. Sesekali boleh juga pergi resto yang menyajikan menu sarapan. Ajak teman untuk sarapan pembangkit semangat sebelum berangkat ke kantor. Buat diri Anda ceria sebelum berangkat menuju sekolah atau tempat kerja. Usahakan untuk tidak meninggalkan rumah dengan muka tertekuk.

Tak perlu banyak mengeluh sehingga membuat mood semakin keruh. Tak ada yang senang mendengar orang mengeluh. Hindari memasang status atau meng-update Twitter dengan kalimat yang suram. Sebaliknya, semangati diri Anda atau teman-teman lain dengan kalimat-kalimat yang membangkitkan semangat. Mengeluh hanya akan membuat Anda merasa hidup Anda susah dan menjadi sulit untuk menghargai hal baik yang sudah terjadi dalam hidup selama ini.

Pembangkit semangat
Salah satu hal yang dapat membangkitkan mood secara efektif adalah musik. Putarlah lagu-lagu yang bisa membangkitkan semangat. Lagu yang tepat bisa membangkitkan semangat Anda sampai seharian. Jika perlu, sesekali traktir diri Anda sendiri untuk hari Senin yang lebih semangat. Beli barang baru yang tidak terlalu menguras anggaran. Misalnya pulpen lucu yang baru, stoking baru, atau gelas baru untuk meja kerja.

Memilih melakukan suatu hal baru pada hari Senin juga bisa menambah semangat. Antara lain, mencoba rute baru ke kantor, gaya rambut baru, atau mencoba olahraga pagi yang berbeda di hari Senin. Menambah variasi baru untuk keluar dari rutinitas bisa membuat seseorang lebih bersemangat.

Jika memungkinkan, coba ajak kekasih atau teman dekat untuk berangkat bersama. Keberadaan orang terdekat bisa membuat hari lebih semangat dan menyenangkan. Jika hal tersebut tidak memungkinkan, isi perjalanan Anda untuk berbincang dengan sahabat atau kekasih lewat pesan singkat atau telepon. Perbincangan ringan yang menyenangkan seputar kabar orang terdekat Anda juga bisa meningkatkan mood yang baik.

sumber: http://id.she.yahoo.com/tips-membangkitkan-semangat-kerja-di-hari-senin.html